Montoya Sebut Kendarai Ferrari F2008 Pengalaman Luar Biasa

Setelah bertahun-tahun menjadi rival Ferrari di F1, mantan pembalap Williams dan McLaren, Juan Pablo Montoya, mengemudikan si Kuda Jingkrak di Mugello.

Montoya Sebut Kendarai Ferrari F2008 Pengalaman Luar Biasa

Juara CART 1999 dan pemenang Indianapolis 500 2000, Juan Pablo Montoya, menjadi sensasi ketika memutuskan untuk pindah ke Formula 1 di musim 2001. Saat itu, ia menjadi rekan setim Ralf Schumacher di Williams.

Dengan mobil FW23 yang ditenagai mesin BMW, pria Kolombia itu menjadi salah satu pembalap yang bisa menggoyang dominasi Michael Schumacher. Schumi dibuat terkejut dengan manuvernya di GP Brazil 2001.

Kerap diganggu isu reliabilitas, Williams bukan penantang juara kala itu. Namun, Montoya tetap bisa menampilkan performa luar biasa, dengan koleksi tiga pole position dan mencatatkan kemenangan perdananya di kandang Ferrari, yakni Sirkuit Monza.

Montoya pada akhirnya sukses membukukan tujuh kemenangan bersama Williams dan McLaren, sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat untuk balapan di ajang NASCAR dan IndyCar.

Baca Juga:

Pada akhir pekan lalu, di ajang Ferrari Finali Mondiali, yang merupakan acara tahunan pabrikan asal Maranello tersebut, Montoya mengemudikan mobil Formula 1 Ferrari, yakni F2008.

Ia mendapatkan kesempatan tersebut karena rekan setimnya di DragonSpeed WEC, Henrik Hedman, memiliki mobil tersebut.

Pembalap 46 tahun itu kemudian menyebut bahwa pengalamannya mengendarai Ferrari merupakan pengalaman yang luar biasa.

"Rekan setim saya, Henrik Hedman, tahun ini mengundang saya untuk mengendarai mobil (Ferrari F2008). Dan itu adalah pengalaman yang luar biasa," ujarnya.

"Anda semua tahu kalau itu adalah mobil yang selalu menjadi lawan saya di F1. Aneh rasanya bisa datang ke Mugello dan mengendarai mobil F1. Tapi, ini benar-benar momen yang mengesankan.

Lebih lanjut, Montoya mendapatkan pertanyaan bagaimana perasaannya saat menjadi musuh nomor satu publik Italia, setelah memenangkan GP Italia pada musim 2001.

"Saya harus mengalahkan mereka setiap pekan, terutama jika Anda datang ke Monza, tempat di mana Anda selalu ingin mengalahkan mereka.

"Saya merasakan hal yang menarik. Di satu sisi mereka mungkin marah, tapi di sisi lain mereka mungkin senang karena melihat gaya mengemudi saya yang agresif. Jadi perasaan saya campur aduk.

Podium: Rubens Barrichello, Ferrari kedua; Juan Pablo Montoya, Williams pemenang; Ralf Schumacher, Williams, ketiga

Podium: Rubens Barrichello, Ferrari kedua; Juan Pablo Montoya, Williams pemenang; Ralf Schumacher, Williams, ketiga

Foto oleh: Sutton Images

Sementara mengenai mobil Ferrari F2008, secara khusus Montoya mengaku tidak ingin merusak mobil milik temannya itu. Mengingat, pada musim 2008, itu terakhir kali Si Kuda Jingkrak meraih gelar juara konstruktor.

"Semua mobil pasti memiliki keunikannya sendiri. Saat saya meninggalkan Williams, saya tidak pernah mengira bisa ke McLaren. Saya yakin perasaan mengendarai mobilnya akan sama. Tapi ternyata berbeda jauh," ia melanjutkan.

"Mengendarai mobil ini cukup sulit sekarang, karena bannya sudah lebih keras ketimbang saat kami masih aktif balapan. Tapi, mobil ini benar-benar dirawat dengan baik. Anda langsung tahu bahwa mobil ini mendapatkan perlakuan manis saat masih digunakan balapan.

"Sulit bagi saya untuk bisa memaksimalkan kekuatan mobil pada saat tes. Karena Anda pasti tidak ingin merusak mobil orang lain! Tapi, di satu sisi, ini juga menjadi mobil Ferrari terakhir yang membantu mereka meraih gelar juara konstruktor."

dibagikan
komentar
Oscar Piastri Bakal Sering di Paddock Alpine demi Kursi F1
Artikel sebelumnya

Oscar Piastri Bakal Sering di Paddock Alpine demi Kursi F1

Artikel berikutnya

Tokoh Legendaris F1 Sir Frank Williams Tutup Usia

Tokoh Legendaris F1 Sir Frank Williams Tutup Usia
Muat komentar