Montoya Sebut Track Limit Rusak Estetika Perebutan Titel

Mantan pembalap Formula 1, Juan Pablo Montoya, menyebut isu track limit dapat merusak indahnya persaingan perebutan gelar antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen.

Montoya Sebut Track Limit Rusak Estetika Perebutan Titel

Isu track limit saat ini menjadi perdebatan panas di paddock Formula 1 (F1) karena aturannya terkadang tidak jelas dan juga kerap merugikan pembalap.

Seperti pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, yang kerap dirugikan dengan aturan track limit. Pertama di Grand Prix Bahrain, pria Belanda itu harus mengembalikan posisi pertama ke Lewis Hamilton karena melakukan manuver di area run-off.

Pada GP Portugal, waktu lap terbaiknya di kualifikasi harus dibatalkan karena melanggar track limit di Tikungan 4. Hal ini membuatnya gagal mencatatkan pole position dan ini juga memancing amarah dari seluruh staf Red Bull.

Juan Pablo Montoya mengaku terhibur dengan persaingan panas antara Verstappen dan Hamilton. Tapi, ia menyayangkan aturan track limit bisa menganggu keindahan perebutan gelar antara dua tim berbeda yang ditunggu F1 sejak lama.

Berbicara secara ekslusif kepada Motorsport.TV tentang persaingan gelar F1, Montoya mengatakan: “Saya pikir ini sangat bagus. Saya rasa ini juga bagus untuk tayangan di TV, karena ada dua tim berbeda yang bertarung.

“Dalam beberapa tahun terakhir, saya merasa F1 kehilangan persaingan itu. Memiliki dua tim, Red Bull dan Mercedes, saling bertarung ketat, sungguh menyenangkan menyaksikannya.

“Tapi, saya harus mengatakan ada sedikit kontroversial dengan track limit. Saya tahu mereka berusaha membuat trek lebih aman dengan membuat run-off yang lebar dan semacamnya.

“Namun sulit untuk mengendalikan mobil dalam kecepatan tinggi. Bagaimanapun, saya menyadari terkadang itu tepat dan terkadang tidak.

“Ketika keputusan dibuat, sangat sulit menerimanya. Saya tidak tidak kesal dengan Stewards yang berurusan dengan hal ini.”

Baca Juga:

Juan Pablo Montoya memahami betapa beratnya Red Bull menerima keputusan akibat melanggar track limit. Namun, pria asal Kolombia itu yakin hal tersebut membuat mereka lebih semangat untuk mengalahkan Mercedes.

“Saya pikir itu hanya akan meningkatkan amarah di dalam kubu Red Bull. Mereka benar-benar ingin mengalahkan Mercedes, dan itu membuatnya sangat menarik untuk disaksikan,” ujarnya.

“Anda tahu, Helmut Marko bukan seseorang yang penuh kesabaran dan saya rasa itu juga berlaku untuk Max. Jadi, jika mereka memiliki peluang untuk menang, maka merek akan memaksimalkannya.”

Namun, Montoya juga mengakui kehebatan Lewis Hamilton sebagai seorang pembalap yang bisa bangkit dengan cepat dari momen sulit.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, menyalip Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Lewis Hamilton, Mercedes W12, menyalip Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Menurutnya, itu juga yang membawa juara dunia F1 tujuh kali tersebut bisa finis kedua di Imola setelah memiliki balapan yang rumit.

“Coba lihat lagi di Imola, Lewis melakukan kesalahan besar, dan dia keluar dari trek,” tutur Montoya.

“Dia juga sangat beruntung karena balapan sempat terhenti, jadi dia bisa memperbaiki posisinya, memaksimalkan peluang dan finis kedua.

“Jadi, bagaimana Anda mengalahkan Lewis dengan keberuntungan dan talenta sebesar itu? Rasanya sangat sulit.”

 
dibagikan
komentar
Kubica Gantikan Raikkonen di FP1 GP Spanyol

Artikel sebelumnya

Kubica Gantikan Raikkonen di FP1 GP Spanyol

Artikel berikutnya

Hakkinen: Ingin Akhiri Dominasi Hamilton, Verstappen Wajib Perfek

Hakkinen: Ingin Akhiri Dominasi Hamilton, Verstappen Wajib Perfek
Muat komentar