Monza Bakal Jadi Tantangan untuk Ferrari

Ferrari akan datang ke Sirkuit Monza, Italia, akhir pekan ini, dalam situasi yang berbeda dibanding tahun lalu. Namun, memenangi GP Italia tidak akan pernah mudah.

Monza Bakal Jadi Tantangan untuk Ferrari

Pada Jumat sampai Minggu (10-12/9/2021) nanti, Ferrari akan turun di Formula 1 Grand Prix Italia dengan berada di peringkat ketiga klasemen konstruktor. Mereka sudah tiga kali naik podium dan Ferrari SF21 terlihat kompetitif di hampir semua sirkuit.

Kendati begitu, trek-trek lurus sirkuit sepanjang 5,793 km tersebut bisa menjadi problem bagi power unit (PU) Ferrari 065/6 yang masih satu tingkat di bawah Mercedes dan Honda.

Karena itu, di depan 30 ribu lebih tifosi nanti, target realistis Charles Leclerc dan Carlos Sainz adalah merebut poin sebanyak mungkin dengan meminimalisasi kesalahan. Pasalnya, McLaren sebagai rival terdekat di klasemen hampir pasti mampu di depan mereka.

Musim panas lalu, Prinsipal Tim Ferrari Mattia Binotto mengungkapkan rencana untuk mendongkrak PU mereka. Itu karena selama ini mereka masih memakai banyak komponen mobil 2020 yang masih memenuhi syarat regulasi teknis.

Paket lawas itulah yang menjadi salah satu penyebab tim asal Maranello, Italia, tersebut agak kesulitan mengimbangi McLaren. Uniknya, kru dan mekanik Ferrari belum tahu pasti kapan paket upgrade PU itu akan datang.

Beberapa sumber menyebutkan, upgrade paket PU untuk Ferrari SF21 baru bisa dilakukan pada GP Turki (seri ke-16), atau dua balapan setelah GP Italia, pada 10 Oktober mendatang.

Masalahnya, masih diragukannya GP Turki terlaksana karena masuk daftar merah (red list) pandemi Covid-19 dari Pemerintah Inggris, diyakini bisa mengganggu jadwal pengiriman logistik.

Ada juga kabar menunda diturunkannya mesin baru karena berisiko melanggar sporting regulation yang bisa berimbas penalti penurunan grid. Di sisi lain, musim ini menyisakan sembilan balapan (termasuk GP Italia).   

Baca Juga:

GP Italia 2021 akan menjadi edisi ke-72. Dari 71 edisi sebelumnya, hanya GP Italia 1980 yang digelar di Sirkuit Imola.

Ferrari masih menjadi konstruktor dengan kemenangan terbanyak di GP Italia, 19. Kemenangan terakhir mereka bukukan pada 2019 lewat Charles Leclerc.

Musim ini menjadi kali pertama Carlos Sainz turun di Monza dengan seragam Ferrari. Tahun lalu, saat masih membela McLaren, Sainz berhasil naik podium kedua GP Italia di belakang Pierre Gasly (AplhaTauri-Honda).

Sainz pun antusias menyambut GP Italia pada akhir pekan ini. Pasalnya, ia belum pernah merasakan intensitas dukungan besar dari tifosi di sebuah grand prix.

“Sebagai pembalap Ferrari, rasanya wajar jika saya mengharapkannya. Lomba di Budapest (Hungaria) menjadi kali pertama saya merasakan dukungan terbesar dari tifosi sejauh ini, sungguh gila. Jadi, saya sudah tidak sabar ingin merasakannya di Monza,” kata Sainz.

Dari 13 balapan yang sudah digelar musim ini, Sainz sudah memberikan dua finis podium (P2 Monako dan P3 Hungaria). Namun, dengan berada di P7 klasemen, Sainz tertinggal 2,5 poin dari Leclerc yang tepat berada di atasnya.

“Monza selalu spesial bagi pembalap dan tim Ferrari. Ini balapan kandang kami dan dukungan dari suporter sangat terasa. Apa yang saya alami pada 2019 akan selalu teringat seumur hidup,” tutur Charles Leclerc.

“Tahun ini mungkin lebih sulit bagi kami dibanding 2019. Tetapi, kami merasakan bakal ada dukungan besar dari tifosi. Dukungan untuk Max Verstappen yang kami lihat di Zandvoort (GP Belanda, akhir pekan lalu) saya harap terulang untuk kami di Monza.”

dibagikan
komentar
Max Verstappen: Masih Ada Banyak Lika-liku di F1 2021

Artikel sebelumnya

Max Verstappen: Masih Ada Banyak Lika-liku di F1 2021

Artikel berikutnya

Resmi: Alex Albon Dampingi Nicholas Latifi di Williams

Resmi: Alex Albon Dampingi Nicholas Latifi di Williams
Muat komentar