Nasr khawatir dengan masa depan pembalap Brasil di F1

Felipe Nasr mengutarakan kekhawatirannya terkait masa depan pembalap Formula 1 dari Brasil, karena musim ini hanya ada satu pembalap yang berasal dari negara tersebut.

Brasil menjadi salah satu negara yang memiliki banyak pembalap F1 legendaris, diantaranya adalah Emerson Fittipaldi, Nelson Piquet dan Ayrton Senna yang berhasil meraih gelar juara dunia pada era 70-an hingga 90-an.

Namun Brasil belum kembali menelurkan juara dunia F1 baru, sejak terakhir kali diraih oleh Senna di musim 1991. Juga sudah hampir satu dekade berlalu, sejak Barrichello menjadi pembalap terakhir asal Brasil yang meraih kemenangan pada GP Italia 2009.

Posisi ketiga Massa di Monza tahun 2015 adalah raihan terbaik bagi pembalap Brasil di F1 hingga saat ini. Musim 2017 tampaknya akan menjadi kali pertama semenjak musim 1969, dengan tidak adanya pembalap Brasil di grid F1, sebelum Massa menunda keputusannya untuk pensiun dan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Valtteri Bottas.

Nasr kehilangan kursinya di Sauber pada akhir musim lalu dan berharap Brasil tidak akan kehilangan pengaruhnya di Formula 1.

"Tentu saja hal ini menjadi kekhawatiran saya," katanya tentang keadaan di musim 2017. "Saya juga prihatin dengan generasi muda karena Brasil memiliki bagian dalam sejarah Formula 1. Kami tidak bisa membiarkan warisan itu berjalan baik.

"Saya cukup yakin negara melihatnya berjalan seperti itu. kami seharusnya tidak berhenti menemukan pembalap baru untuk masa mendatang."

Sergio Sette Camara adalah satu-satunya pembalap Brasil di Formula 2 musim ini, selain itu Pietro Fittipaldi - cucu Emerson - saat ini memimpin klasemen World Series Formula V8 3.5.

Nasr sendiri sedang berusaha keras kembali ke grid F1 pada musim depan.

"Manajer saya sudah memprioritaskan hal ini," katanya. "Dia telah berbicara dengan beberapa tim.

"Ini hanya masalah waktu saja. Ada banyak kepentingan komersial di belakangnya dan anda harus menggabungkan semuanya."

Nasr berujar jika dia tetap berlatih seolah-olah ia membalap di F1 musim ini dan siap untuk meraih peluang membalap di tengah musim.

"Saya dalam keadaan siap jika diminta untuk mengemudikan mobil Formula 1 besok," katanya. "Saya berhasil menurunkan bobot hingga tiga kilogram, seperti yang telah direncanakan."

Nasr juga membuka peluang untuk membalap di Formula E, IndyCar, WEC atau kembali berlaga di Daytona 24 jam. Ia merasa telah menunjukan kemampuannya di F1 selama dua musim bersama Sauber.

Posisi kesembilan yang diraihnya di Brazil musim lalu, berhasil membuat Sauber mengalahkan Manor untuk meraih posisi 10 dalam klasemen konstruktor.

"Saya tahu Poin tersebut sangat berharga, dan berapa banyak upaya yang harus saya lakukan agar bisa meraihnya,” ujar Nasr.

Jika melihat hasil yang ada, saya menjalani dua musim yang bagus di Formula 1.

“Saat saya berada disana, tim tengah berada dalam kondisi yang sulit. Tentu tidak mudah bagi pembalap untuk menunjukan performa terbaiknya. Namun setiap ada kesempatan, saya akan mencobanya.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Felipe Nasr
Tipe artikel Breaking news