Nikita Mazepin, Finansial Mendukung Kemampuan

Selasa (1/12./2020), Tim Haas mengumumkan bahwa Nikita Mazepin resmi menjadi pembalap mereka mulai Kejuaraan Dunia Formula 1 2021. Siapa sebenarnya Mazepin?

Nikita Mazepin, Finansial Mendukung Kemampuan

Oktober 2020 lalu, Haas mengumumkan tidak akan memperpanjang kontrak kedua pembalap mereka musim ini, Romain Grosjean dan Kevin Magnussen. Bursa pembalap untuk F1 2021 pun sempat ramai, khususnya tentang siapa calon pengganti keduanya.

Berada di posisi kesembilan dari 10 tim F1 musim ini dengan hanya 3 poin dengan dua balapan tersisa, skuad asal Amerika Serikat (AS) itu sempat melirik Sergio Perez yang akan mundur dari Tim Racing Point pada akhir musim ini.

Bursa pun mengerucut ke tiga pembalap teratas klasemen Formula 2 yang tengah bersaing merebut gelar, yakni Mick Schumacher, Callum Ilott, dan Nikita Mazepin. Siapa sebenarnya Nikita Mazepin, yang kabarnya bakal disandingkan dengan Mick Schumacher di Haas pada F1 2021?

Anak Miliuner Rusia

Lahir di Moskow, Rusia, pada 2 Maret 1999, Mazepin adalah putra dari Dmitry Mazepin. Dmitry adalah miliuner Rusia dengan kekayaan bersih ditaksir lebih dari 7 miliar dolar AS sekaligus pendiri perusahaan kimia, Uralchem, pada 2007.

Mazepin juga beberapa kali disponsori Uralkali, produsen dan eksportir pupuk asal Rusia, salah satu perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki sang ayah sejak 2017.

Kevin Magnussen sebetulnya masih disukai tim dan cukup berbakat di F1. Namun, ia sulit mendapatkan sponsor dari Denmark hingga membuka pintu bagi Mazepin.

Kedatangan Mazepin jelas akan memberikan kucuran dana segar untuk Haas. Pasalnya, Dmitry bakal menjadi investor utama Haas. Dari sinilah isu bila status Mazepin hanyalah pay driver kian kencang berembus.

Di sisi lain, keterlibatan Dmitry di F1 bukan hal yang baru. Ia pernah ingin mengambil alih Force India pada 2018. Force India akhirnya dijual ke miliuner asal Kanada, Lawrence Stroll.

Baca Juga:

Impresif namun Temperamental di Level Junior 

Sejak turun di kategori junior, Mazepin menunjukkan bakat yang menjanjikan di balap mobil kursi tunggal alias single seater (formula). Mazepin menjadi runner-up GP3 (kini Formula 3) 2018 di bawah Anthoine Hubert.

Naik ke Formula 2, Mazepin hanya berada di posisi ke-18 klasemen akhir. Namun pada musim keduanya di F2, 2020, Mazepin sudah memenangi dua balapan (race) dan berada di posisi ketiga. Mazepin hanya tertinggal 43 poin dari Mick Schumacher maksimal 48 angka yang bisa direbut pada lomba terakhir, Sakhir II, Bahrain.   

Tetapi, Mazepin sempat memiliki masalah dengan temperamen yang berisiko membahayakan kariernya. Saat turun di F3 2016, ia dihukum larangan berlomba di satu seri karena melakukan tindakan tidak sportif di paddock usai selesai latihan bebas kedua (FP2).  

Menariknya, orang yang membuatnya dihukum saat itu tidak lain Callum Ilott, salah satu rivalnya di F2 saat ini dan perebutan kursi untuk F1 musim depan. Mazepin terbukti memukul Ilott hingga mengakibatkan pembalap Inggris itu mengalami luka sobek pada pipi, leher, dan membuat bengkak rahang lawannya.

Nikita Mazepin (kanan) dari Tim Hitech Grand Prix, bersaing dengan Mick Schumacher, Prema Racing, pada FIA F2 Bahrain di Sirkuit Sakhir, akhir pekan lalu.

Nikita Mazepin (kanan) dari Tim Hitech Grand Prix, bersaing dengan Mick Schumacher, Prema Racing, pada FIA F2 Bahrain di Sirkuit Sakhir, akhir pekan lalu.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Seberapa Pantas ke F1

Haas mengaku sudah mengontrak Mazepin untuk jangka waktu lama. Pertanyaannya, sudah pantaskah Nikita Mazepin turun di F1 musim depan?

Mazepin pernah menjadi test driver Tim Force India pada 2016, 2017, dan 2018. Juga bersama Tim Mercedes selama 2019.

Dengan kekuatan finansial dari orangtuanya, Nikita Mazepin dikabarkan siap membiayai rangkaian tes pribadi dengan mobil-mobil lama Tim Mercedes.  

Mercedes belum memberikan kabar detail soal rencana tes tersebut. Tetapi, Mercedes mengaku memang akan memberikan kesempatan kepada Nikita Mazepin untuk menguji mobil tim juara dunia F1 (pembalap dan konstruktor) tujuh tahun terakhir tersebut.

Tes bersama Mercedes itu memang dimaksudkan agar Nikita Mazepin tidak kaget saat debut F1 musim depan. Dengan tes itu, Nikita Mazepin bisa menjadi rookie yang paling siap di F1 2021.

Sebagai catatan, saat menjadi test driver Force India, Nikita Mazepin menghabiskan delapan hari untuk mengikuti tes bersama tim tersebut di depan publik.        

    

dibagikan
komentar
Demi Kembangkan Mobil 2021, Nikita Mazepin Siap Beri Masukan untuk Haas

Artikel sebelumnya

Demi Kembangkan Mobil 2021, Nikita Mazepin Siap Beri Masukan untuk Haas

Artikel berikutnya

Grosjean Ingin Kembali Balapan di GP Abu Dhabi

Grosjean Ingin Kembali Balapan di GP Abu Dhabi
Muat komentar