Lando Norris Dua Hari Berlatih Simulator Pelajari Hasil GP Rusia

Lando Norris menghabiskan 2x24 jam untuk berlatih di atas simulator seusai GP Rusia untuk menilai apa yang harus diperbaikinya pada lomba-lomba berkutnya.

Lando Norris Dua Hari Berlatih Simulator Pelajari Hasil GP Rusia

Pada Grand Prix Rusia, akhir pekan lalu (24-26 September), Lando Norris berhasil merebut pole position. Publik pun berharap pembalap muda McLaren-Mercedes itu akan naik podium utama di Sirkuit Sochi.

Apalagi pada lomba sebelumnya di Monza, Italia, pembalap asal Inggris, 21 tahun, tersebut berhasil finis di posisi kedua, podium keempatnya musim ini.

Namun, fakta berkata lain. Norris langsung kehilangan posisi terdepan oleh Carlos Sainz (Scuderia Ferrari Mission Winnow) saat masuk Tikungan 1. Norris memang sempat memimpin balapan antara lap 13-28 dan 37-50.

Saat balapan menyisakan beberapa lap, Lewis Hamilton mulai mendekati Norris. Namun, Mercedes F1 W12 geberan juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) itu tidak mampu melewati McLaren MCL35M andalan Norris.

Lalu, hujan mulai mengguyur Sochi Autodrom dan mengacaukan lomba Norris. Karena terlalu lama memakai ban slick, Norris pun harus puas finis di posisi ketujuh di GP Rusia.

Lando Norris, McLaren MCL35M , Lewis Hamilton, Mercedes W12, saat bersaing pada lomba F1 GP Rusia 2021, 26 September lalu.

Lando Norris, McLaren MCL35M , Lewis Hamilton, Mercedes W12, saat bersaing pada lomba F1 GP Rusia 2021, 26 September lalu.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Setelah masalah pada balapan di Sochi, mereka pun langsung bekerja keras di markas tim McLaren di Woking, Inggris. Berhari-hari mereka mendiskusikan terkait apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil lomba lebih baik.

“Kami belajar banyak hal dari hasil di Sochi. Saya akan mencoba melakukan yang lebih baik jika kami kembali menemukan situasi yang sama dan bagaimana saya bisa membuat keputusan yang lebih baik,” ucap Norris kepada Motorsport.com.

Tidak hanya mengoreksi diri, Norris juga menyoroti masalah komunikasi dengan tim yang diyakininya akan lebih baik di masa depan. Mulai cara bagaimana tim menyediakan informasi untuk membantunya membuat keputusan, hingga hal-hal lain.

“Semua itu sangatlah kompleks. Tidak seperti yang Anda lihat di televisi yang tampak simpel dan mudah saat mengambil keputusan,” kata Norris yang kini berada di peringkat keempat klasemen pembalap.

“Kadang, membuat keputusan terlihat mudah. Faktanya justru jauh lebih rumit karena sangat banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat keputusan yang bagus dan tepat.”

Baca Juga:

Salah satu cara yang dilakukan Lando Norris untuk belajar dari kesalahan di Sochi adalah dirinya berlatih simulator. Tidak tanggung-tanggung, dua hari ia habiskan di depan mesin simulator untuk menganalisis apa-apa saja yang kurang darinya selama ini.

“Kami melihat lagi dari putaran pertama (GP Bahrain) sampai terakhir (15, GP Rusia). Dari situ kami melihat bahwa 10 lap terakhir balapan merupakan fase terpenting. Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk membantu tim dan sebaliknya?” tutur Lando Norris.

“Kami menghabiskan dua hari di simulator dan satu hari untuk merevisi sistem komunikasi untuk memastikan agar lebih baik pada balapan-balapan berikutnya.

“Saya tidak mengatakan detail apa yang kami pelajari. Tetapi, saya banyak belajar dan tim juga belajar banyak. Ini bukan jaminan kami bisa langsung menang. Namun, paling tidak kami berharap bisa melakukan yang lebih baik pada lomba-lomba selanjutnya.”  

dibagikan
komentar
Gunther Steiner Tegaskan Kedua Pembalapnya Butuh Waktu

Artikel sebelumnya

Gunther Steiner Tegaskan Kedua Pembalapnya Butuh Waktu

Artikel berikutnya

Sirkuit Losail Tak Butuh Banyak Penyesuaian untuk Gelar F1

Sirkuit Losail Tak Butuh Banyak Penyesuaian untuk Gelar F1
Muat komentar