Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Reactions
Formula 1 F1 GP Bahrain

Lando Norris Tak Temukan Hal Positif dari McLaren di Bahrain

Lando Norris menekankan McLaren butuh waktu menyiapkan mobil F1 2022 mereka, MCL36, agar dapat kompetitif usai hasil buruk di GP Bahrain. Ia merasa tim masih sangat jauh untuk bisa sampai ke sana.

Lando Norris, McLaren MCL36

McLaren memasuki Formula 1 2022 guna melanjutkan musim yang kuat tahun lalu, dengan kemenangan pertamanya selama hampir sembilan tahun di Grand Prix (GP) Italia yang diraih lewat Daniel Ricciardo.

Namun, tim asal Woking, Inggris, ini mengawali kejuaraan musim ini dengan kesulitan dalam GP Bahrain karena kedua mobil mereka finis P14 dan P15, dengan Ricciardo ada di depan rekannya, Lando Norris.   

Setelah menyelesaikan kualifikasi hari Sabtu (19/3/2022) di urutan 13, Norris merosot ke baris belakang selama balapan Minggu (20/3/2022). Ia bahkan terlempar ke posisi buncit selepas pit stop pertamanya.

Pilot Inggris itu mampu naik dua tingkat dan di lap terakhir posisinya terangkat lagi menyusul DNF duo Red Bull Racing, Max Verstappen dan Sergio Perez, serta kebakaran mobil Pierre Gasly (AlphaTauri). Ini membuat Norris finis P15.

Baca Juga:

“Itu posisi di mana kami layak berada, sederhana saja. Kami hanya perlu membiasakan diri sekarang. Tentu selama beberapa musim terakhir, (ada) banyak harapan dari kami di dalam tim dan juga semua yang menonton,” ujarnya.  

“Kami belum melakukan semuanya dengan benar sejauh ini. Kami masih sangat jauh, benar-benar tertinggal. Kami harus memulai dari awal dan mencari tahu beberapa hal.

“Saya hanya mencoba mencari solusi, dan itu tidak berarti pekan depan kami akan tampil luar biasa. Tetapi dalam beberapa bulan, kami perlu memahami apa yang terjadi di sini dan bagaimana untuk lebih baik,” tambah sang pilot.  

Lebih lanjut Lando Norris menuturkan dirinya tidak melihat hal positif dari McLaren di Bahrain dan memprediksi kesulitan akan berlangsung beberapa lama dan semua orang perlu tahu itu mungkin akan menyakitkan mengingat performa tim saat ini.

“Kami sudah ada di posisi ini beberapa tahun yang lalu. Saya berharap kami dapat tetap optimistis bahwa tim dan semua orang di MTC (McLaren Technology Centre) dapat menyelesaikan masalah dan kami bisa kembali ke jalur.”

Lando Norris, McLaren

Lando Norris, McLaren

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Ketiga tim pelanggan (customer team) Mercedes, termasuk McLaren, menghadapi kesulitan selama sesi balapan GP Bahrain, dengan enam mobil dengan power unit pabrikan Jerman itu finis di baris belakang.

Saat ditanya apakah kecepatan di lintasan lurus atau tenaga mesin adalah isu utama McLaren, Norris mengatakan, meski itu tidak membantu, fakta bahwa mobil tim utama Mercedes mampu finis P3 dan P4 membuktikan ada masalah lebih besar dihadapi timya.

“Kami jauh dari downforce, oleh karena itu handling (mobil) sangat buruk. Ini adalah mobil yang rumit dan ban (18 inci) yang sulit dioptimalkan. Ketika Anda tidak punya downforce, Anda tak bisa membuat ban bekerja dengan baik,” ujarnya.

“Anda understeer, Anda oversteer, ada lebih banyak yang terjadi. Saya pikir itulah masalahnya. Kami butuh lebih sedikit hal untuk dilakukan. Kami perlu lebih banyak di bagian depan, lebih banyak di belakang. Itu hanya downforce. Kedengarannya sederhana, tetapi sebenarnya rumit.”  

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Berger Pesimistis dengan Masa Depan Aston Martin di Bawah Krack
Artikel berikutnya Hamilton Berdonasi Rp791 Juta sebagai Ganti Denda Absen di FIA Gala

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia