Nurburgring Masuk Radar untuk Gantikan F1 GP Kanada

Rumor tentang pembatalan F1 GP Kanada sepertinya akan jadi resmi. Kini Formula 1 sedang mencari penggantinya. Turki digadang-gadang jadi kandidat tuan rumah pengganti, tapi belakangan Nurburgring masuk dalam radar.

Nurburgring Masuk Radar untuk Gantikan F1 GP Kanada

Beberapa sumber mengatakan bahwa GP Kanada sebenarnya bisa digelar meski protokol Covid-19 sangat ketat. Tapi Walikota Montreal, Valerie Plante, menjelaskan kalau karantina pembalap F1 sebelum balapan tak cukup.

Turki yang musim lalu sukses menggelar F1, diminta stand by. Sementara menurut koresponden RTL, Felix Gorner, manajemen Formula 1 sedang bertemu dengan pengurus Sirkuit Nurburgring.

“Ini adalah poin pembicaraan terbesar dalam paddock Imola. Formula 1 kembali ke Jerman. Level tertinggi olahraga motor akan berada di Jerman, 13 Juni. GP Kanada yang direncanakan pada tanggal itu ditunda karena Covid-19,” ia membocorkan.

Penyelenggara GP di Nurburgring menjelaskan kepada Motorsport.com, “Kami juga terkejut dengan rumor bahwa kesepakatan tercapai bahwa GP pada 13 Juni akan dilangsungkan di Nurburgring. Kami belum melakukan pertemuan nyata dengan Formula 1.

“Posisi kami dalam situasi ini tetap sama. Tidak ada yang baru. Selalu ada negosiasi kontrak yang tidak berakhir.

“Tapi jika Formula 1 mendatangi kami dengan kontrak detail, kami perlu melakukan studi kelayakan karena balapan 24 Hours, salah satu ajang olahraga terpenting di Jerman, akan dilangsungkan beberapa hari setelah F1.

“Tapi kami kira dapat menangani proyek seperti itu dan kami membuktikan tahun depan. Tidak ada diskusi tentang F1 untuk diselenggarakan pada tanggal berbeda.”

Baca Juga:

Festival ‘Rock am Ring’ yang rencananya digelar di trek selama beberapa hari sudah dibatalkan. Jadi F1 bisa saja dilangsungkan di sana. Masih ada dua bulan untuk mempersiapkan lomba.

Menurut Gorner, manajemen F1 harus bertindak cepat mengenai GP Kanada. Mungkin diundur ke tanggal lain atau dibatalkan sepenuhnya dan diganti ke negara lain.

“Nurburgring menunjukkan bahwa bisa menyelenggarakan even dalam waktu singkat. Ini juga menarik bagi Formula 1,” ucapnya.

Permintaan bantuan dana 6 juta dollar (sekitar Rp87,6 miliar) diajukan F1 kepada pemerintah Kanada karena tidak ada pemasukan akibat lomba dilangsungkan tanpa penonton. Ini bisa jadi alasan untuk membatalkan ajang tersebut.

Turki punya keuntungan besar dalam hal logistik. Apabila dilangsungkan 1 pekan setelah GP Azerbaijan, maka biaya pengangkutan lebih murah.

Hingga ada konfirmasi resmi, maka kabar ini baru sebatas isu.

 

dibagikan
komentar
Leclerc: Sulit Dipercaya Ferrari Bersaing dengan Tim Top
Artikel sebelumnya

Leclerc: Sulit Dipercaya Ferrari Bersaing dengan Tim Top

Artikel berikutnya

Hasil FP3 F1 GP Emilia Romagna: Verstappen Putus Dominasi Mercedes

Hasil FP3 F1 GP Emilia Romagna: Verstappen Putus Dominasi Mercedes
Muat komentar