Esteban Ocon Dijadikan Contoh Mercedes Risiko Tak Ganti Ban

Mercedes melihat perjuangan Esteban Ocon dalam mengelola ban membuat mereka merasa keputusan melakukan pit stop pada GP Turki untuk Lewis Hamilton sudah tepat.

Esteban Ocon Dijadikan Contoh Mercedes Risiko Tak Ganti Ban

Hamilton jadi pembalap kedua yang mempertahankan ban intermediate selama 50 lap atau lebih, setelah pembalap Alpine F1, Ocon, yang memutuskan untuk tidak melakukan pit stop.

Pembalap asal Inggris awalnya merasa ban yang digunakannya mampu bertahan dan membuatnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Namun, Mercedes meminta peraih tujuh gelar Formula 1 itu untuk mengganti ban di lap ke-50 untuk menghindari risiko.

Tetapi, ban intermediate baru sangat sulit untuk mencapai suhu yang diinginkan, sehingga Lewis Hamilton tak dapat mendorong mobilnya lebih keras.

Hasilnya, Hamilton harus puas finis di posisi kelima, dan mengungkapkan kekesalannya kepada tim atas keputusan melakukan pit stop melalui radio komunikasi.

Bagaimanapun, Direktur Teknis Trackside Mercedes, Andrew Shovlin, mengatakan melakukan pit stop terhadap Lewis Hamilton jadi keputusan tepat. Ia melihat Esteban Ocon sebagai contoh nyata betapa besarnya risiko jika tak mengganti ban.

“Jika kalian melihat Esteban, dia dilewati oleh Lance (Stroll) dalam lima atau enam lap terakhir, dan dia finis 17 detik di belakang pembalap Aston Martin itu,” kata Shovlin.

“Hal tersebut menunjukkan betapa cepatnya Anda bisa kehilangan posisi. Itulah yang ada di pikiran kami, bukan hanya merasa kami bisa mempertahankan kecepatan.

“Esteban juga kehilangan waktu dua detik dalam perjalannya mencapai garis finis, dan di situlah kesalahannya.

“Kami akan melihat dan memeriksanya, tetapi kami cukup yakin akan kehilangan dua tempat jika mengambil risiko lebih besar.”

Esteban Ocon, Alpine A521

Esteban Ocon, Alpine A521

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Esteban Ocon mengaku sangat kesulitan mengendalikan mobil dengan kondisi ban yang sudah habis, khususnya di bagian kanan. Itu terlihat dengan kompon yang sudah habis, hingga terlihat bagian dasar konstruksi ban.

Pembalap asal Prancis itu juga mengatakan jika balapan berjalan satu lap lagi maka bannya bisa pecah.

Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, mengakui kecepatan Lewis Hamilton dengan ban intermediate yang aus sebanding dengan mereka yang bannya lebih segar.

Tapi, ketika memasuki fase graining, hilangnya waktu memaksa Mercedes untuk melakukan tindakan.

“Saya pikir, dalam 10 atau 11 lap terakhir, atau 12 lap menuju akhir, kami merasa waktu lap Lewis sangat kuat,” ujar pria asal Austria itu.

“Dia ada di belakang (Sergio) Perez dengan waktu, 34,6 detik, 34,7 detik. Kemudian, tiba-tiba catatan waktu mulai menurun.

“Ketika Perez membawa ban intermediate mencapai suhu terbaik dan melewati fase graining, kami kehilangan 1,5 atau 2 detik per lap. Jelas kami akan kehilangan posisi itu, mungkin disalip Charles Leclerc dan juga Pierre Gasly.”

Baca Juga:

dibagikan
komentar
FIA Segera Uji Penghapusan Best Lap di Zona Yellow Flag Ganda
Artikel sebelumnya

FIA Segera Uji Penghapusan Best Lap di Zona Yellow Flag Ganda

Artikel berikutnya

Pirelli Ragukan Perhitungan Lewis Hamilton Tolak Pit Stop di Turki

Pirelli Ragukan Perhitungan Lewis Hamilton Tolak Pit Stop di Turki
Muat komentar