Pandemi Belum Reda, FIA Ragu F1 2021 Berjalan Mulus

Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt, memperingatkan masih adanya ancaman Covid-19 terhadap penyelenggaraan kejuaraan dunia Formula 1 musim 2021.

Pandemi Belum Reda, FIA Ragu F1 2021 Berjalan Mulus

F1 menghadapi tantangan, yang belum pernah terjadi sebelumnya, sepanjang 2020. Jumlah seri terpaksa dipangkas menjadi 17 putaran di Eropa dan Timur Tengah, dengan kepadatan jadwal dari Juli hingga Desember.

Bulan lalu, Dewan Olahraga Motor Dunia (WMSC) menyetujui 23 seri dalam kalender Formula 1 untuk 2021.

Chase Carey, bakal digantikan Stefano Domenicali sebagai CEO F1 yang baru tahun ini, mengatakan pihaknya telah merencanakan event di mana fans dapat menonton langsung jalannya balapan di sirkuit.

Pun demikian, Presiden FIA, Jean Todt, menilai bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona belum berakhir. Hal tersebut tentu akan berdampak pada perubahan jadwal.

“Sayangnya, ini belum berakhir. Ini tidak seperti musim yang berakhir. Kami mulai dari selembar kertas putih. Lockdown masih akan terjadi, kurungan, virus ada di sana,” tuturnya.

“Sudah ada kemajuan. Kami mengharapkan vaksin, jadi ini akan baik untuk penduduk, bagus untuk planet yang bisa menikmatinya.

“Tapi saya yakin dalam beberapa hari ke depan, kami akan mendengar cukup banyak potensi perubahan pada kalender yang berbeda, tidak hanya Formula 1, juga dengan kalender lain.

“Jika saya harus berkomitmen kembali ke keadaan normal, bahkan jika saya merasa itu akan menjadi kehidupan yang berbeda di balik krisis Covid-19, saya kira setengah tahun depan, menurut saya, tidak akan seperti yang kita harapkan dalam musim normal.”

 

Todt kemudian memuji upaya F1 dalam menyusun kalender darurat untuk 2020, yang mencakup dua balapan masing-masing di Red Bull Ring dan Silverstone, serta kembali ke Istanbul Park dan Imola, termasuk debut Mugello dan Portimao sebagai tuan rumah.

“Saya merasa musim 2020 adalah musim yang hebat dan dengan banyak kreativitas,” kata Todt.

“Siapa yang bisa menebak satu tahun lalu, ketika kami bertemu di Paris bahwa kami akan memiliki tiga grand prix di Italia, (balapan) beruntun di sirkuit yang sama di Austria dan Silverstone, serta di Bahrain dan Turki. Jadi, itu benar-benar penghargaan untuk Formula 1.

“Saya juga ingin menyoroti peran Chase Carey dan kepemimpinannya di Formula  yang bekerja sama dengan FIA, saat Anda melihat apa yang telah dicapai untuk membatasi korban Covid-19 dalam balapan.”

Senin (4/1/2021), Motorsport.com memperoleh informasi soal kemungkinan besar ditundanya pelaksanaan Grand Prix Australia.

Presiden FIA, Jean Todt, dalam event seremoni FIA Prize Giving 2020

Presiden FIA, Jean Todt, dalam event seremoni FIA Prize Giving 2020

Foto oleh: FIA

dibagikan
komentar
Haas Berharap Mick Schumacher Bisa seperti Leclerc

Artikel sebelumnya

Haas Berharap Mick Schumacher Bisa seperti Leclerc

Artikel berikutnya

Februari, Aston Martin Luncurkan Mobil dan Livery

Februari, Aston Martin Luncurkan Mobil dan Livery
Muat komentar