Formula 1 2017

Pekerjaan saya di F1: Pengemudi Safety Car FIA

Banyak orang bekerja di Formula 1 tapi jarang atau bahkan tidak pernah tersorot kamera TV. Motorsport.com akan memperkenalkan beberapa dari mereka. Berikut adalah kisah Bernd Maylander, pengemudi Safety Car FIA.

Bernd Maylander, FIA Safety Car Driver
Bernd Maylander, Pengemudi Safety Car FIA

Foto oleh: Sutton Images

Pekerjaan saya adalah...

Mengemudikan mobil Safety Car sepanjang pekan balap Formula 1. Jadi tidak hanya F1. Bisa dibilang saya juga berada di balik kemudi ketika ada balapan pendukung.

Jadi mobil Safety Car memang ditujukan untuk alasan keamanan. Kalian akan melihatnya ketika ada sesuatu yang terjadi di lintasan. Seperti ketika kondisi cuaca buruk, ketika terjadi kecelakaan, atau ada serpihan-serpihan yang bersebaran di lintasan.

Setiap pagi, kami juga melakukan pengecekan pada sistem GPS dan sistem panel lampu. Dan saya juga hadir di setiap pertemuan pembalap. Jadi jika ada pertanyaan soal Safety Car, saya akan selalu ada di sana.

Safety car leads out the field
Safety Car memimpin rombongan mobil F1 di GP Brasil

Foto oleh: Sutton Images

Saya mulai bekerja untuk FIA pada tahun 1999, ketika Charlie Whiting dan Herbie Blash mencari pengemudi Safety Car untuk balapan Formula 3000. Karena pengemudi yang ditunjuk saat itu, Oliver Gavin, ikut serta pada balapan tersebut. Saat itu saya sedang berlaga di Porsche Supercup, dan mereka seperti berkata: 'Mungkin kita bisa meminta Bernd, karena ia tahu mobil dan sejarah Mercedes. Ia pernah membalap untuk Mercedes di DTM, dan FIA GT Championship. Toh... di Porsche Supercup ia hadir di semua ronde Eropa.' Jadi saat itu ini sudah seperti pekerjaan tambahan saja, dan saya berkata: 'Ya tentu saya bisa melakukan ini. Saya tahu Mercedes, saya tahu mobilnya. Saya tahu prosedur Safety Car.' Dan itulah pertama kali saya bekerja untuk FIA.

Pada akhir 1999, Oliver hjirah ke American Le Mans Series, jadi ia pindah ke Amerika Serikat. Dan Charlie bertanya: 'Bernd, apakah kamu ingin mengemudikan Safety Car di Formula 1?' Dan saya menjawab: 'Ya Charlie, tentu saja. Akan menjadi sebuah kehormatan saya bisa bekerja untuk FIA.' Jadi saya punya dua pekerjaan: Saya membalap di Porsche Supercup 2000 – dan beberapa balapan lainnya untuk Porsche, dan saya juga mengemudikan Safety Car untuk keseluruhan musim F1. Lalu pada 2001, saya kembali membalap untuk Mercedes di DTM. Harus saya akui itu kombinasi yang bagus. Begitu juga dengan sekarang, karena saya memiliki banyak pekerjaan di AMG dan AMG Driving Academy.

The podium: race winner Bernd Mayländer with Peter Dumbreck and Bernd Schneider
Bernd Mayländer memenangi balapan DTM di Hockenheim, 2001

Foto oleh: Markus Arias-Roehner

Saya masih sering menghadiri balapan Mercedes di DTM, jadi bagus karena masih tetap saling terhubung dengan mereka. Saya masih menjadi bagian dari keluarga Mercedes, tapi sepanjang pekan balapan F1, saya 100 persen untuk FIA. Balapan terbaik adalah balapan yang bersih dari kecelakaan, dan ketika pemenangnya adalah yang tercepat dan terbaik. Jadi saya tidak hanya melihat Mercedes saja, tapi juga semuanya.

Rutinitas pekan balapan...

Biasanya saya mulai pada hari Kamis. Ada satu balapan, GP Australia, ketika saya harus mulai pada hari Rabu, karena ada banyak sekali balapan pendukung yang digelar. Tapi biasanya kami melakukan sesi tes lintasan pada hari Kamis mulai pukul 2 hingga 3 siang. Di balapan sore atau malam hari seperti Singapura, Bahrain, dan Abu Dhabi, kita punya jadwal yang berbeda, tapi sesi tes lintasan selalu jatuh pada hari Kamis, dan itulah hari pertama saya di sirkuit.

Pada hari Jumat, pagi harinya, saya sudah duduk di balik kemudi. Itu sebelum GP3 memulai sesi latihan mereka. Saya hanya melakukan dua atau tiga lap. Di penghujung hari, kita ada pertemuan pembalap. Terkadang saya juga berada di dalam mobil untuk kualifikasi, jika kualifikasi digelar pada hari Jumat dan ada kondisi cuaca yang khusus, seperti saat GP3 di Spa.

Bernd Maylander, FIA Safety Car Driver
Bernd Maylander, Pengemudi Safety Car FIA

Foto oleh: Sutton Images

Pada hari Sabtu pagi, kami ada tes Safety Car kecil. Jadi kita akan ada latihan untuk persiapan situasi Safety Car, terutama untuk para marshal di sekitar lintasan. Sehingga mereka berada di tempat dan mengibaskan bendera yang benar. Sore harinya, setelah kualifikasi F1, kita akan menyaksikan balapan pertama, F2... selalu F2. Sebelum Feature Race F2, Safety Car turun untuk melakukan dua putaran, melihat apakah para marshal sudah berada di posisi mereka masing-masing. Buat saya, itu menjadi latihan yang bagus, kurang lebih untuk mengetahui kondisi lintasan. Karena dari hari Kamis hingga Minggu, kondisi lintasan bisa terus berubah. Setelah F2 kita memiliki balapan GP3, dan terkadang dilanjutkan dengan balapan Porsche.

Pada hari Minggu, kita ada balapan F1, dan sebelum itu semua balapan pendukung juga sudah digelar. Kurang lebih itu program rutin saya. Jadi hari saya di sirkuit cukup panjang. Setiap pagi saya sudah tiba sekitar pukul 7.30 hingga 7.45 dan saya kembali ke hotel antara pukul 6 hingga 7. Tentu pada hari Kamis, saya bisa meninggalkan sirkuit lebih awal. Tapi mulai hari Jumat hingga Minggu, saya harus tiba lebih pagi dan hanya bisa pulang setelah balapan terakhir.

Hal terpenting dalam pekerjaan saya...

Selalu fokus, terutama ketika berada di dalam Safety Car. Saya harus benar-benar fokus akan apa yang sedang terjadi, memahami situasi, dan mendapatkan informasi yang benar di waktu yang tepat. Itu yang terpenting bagi kami di Safety car. Mencari tahu jenis kecelakaan apa yang terjadi, dan apakah ada serpihan di lintasan. Karena terkadang ada serpihan atau bahkan ada mobil yang menghalangi lintasan. Kami selalu berusaha untuk tidak menghentikan balapan, jadi kami selalu mencoba agar balapan bisa terus berlanjut, meski dalam periode Safety Car.

Setelah 18 tahun pengalaman, tentu itu semua sudah menjadi rutinitas dalam pekerjaan, itu sangat membantu. Tapi segala situasi adalah sebuah situasi yang baru. Jadi meski tampak balapan akan berlangsung seperti biasa, akan ada satu momen yang berbeda. Anda harus selalu terjaga dan fokus.

The Safety Car does some wet lads to check conditions
Safety Car memeriksa kondisi lintasan yang basah, GP Italia

Foto oleh: Charles Coates / LAT Images

Tiga alat yang tidak boleh ketinggalan...

Radio penting buat saya. Di Safety Car saya selalu terhubung dengan Charlie dan juga Laurent [Mekies, wakil direktur balap F1]. Mereka memberikan saya instruksi dan semua informasi terkait apa yang terjadi. Mereka juga yang memutuskan kapan saya harus terjun ke lintasan dan kapan saya harus kembali ke pitlane. Saya juga memberitahukan mereka semua informasi yang saya dapatkan di lintasan, dari sudut pandang saya. Apa yang saya rasakan atau yang co-driver saya rasakan juga cukup penting, tapi keputusan tetap berada dalam tangan pengendali balapan, direktur balapan. Karena mereka yang bisa melihat semuanya.

Alat lainnya adalah TV. Karena dari situ saya bisa melihat apa yang terjadi di lintasan, jika ada kecelakaan. Dan kurang lebih itulah cara saya mengikuti balapan. Kami juga memiliki peta GPS sirkuit itu sendiri, yang terhubung dengan sistem pengukur benturan G-force. Jadi jika ada pembalap yang mengalami benturan keras di sirkuit, kami bisa melihatnya. Tapi kami tetap harus menunggu panggilan radio dari direktur balap. Kami masih harus menunggu lampu hijau untuk bisa turun ke lintasan.

Ketika tidak berada di sirkuit...

Sebagian besar waktu, saya berada di kantor saya, karena saya seorang pekerja lepas. Saya punya pekerjaan lain yang sedang saya kerjakan saat ini. Jadi saya biasanya mempersiapkan rencana untuk pekan-pekan berikutnya, seperti memesan tiket pesawat, hotel, dan sebagainya. Saya juga senang menghabiskan waktu bersama keluarga, istri saya, dan juga anjing peliharaan saya! Olahraga juga selalu menjadi bagian dari hidup saya. Sisanya, saya bertemu dengan teman-teman saya, mengadakan acara barbeku. Jadi hal-hal yang biasa dilakukan di kehidupan pribadi kita.

Tanpa saya...

Sebenarnya dalam 18 tahun ini, sudah terjadi empat kali saya tidak bisa hadir di sirkuit, karena saya mengalami kecelakaan atau berada di rumah sakit. Maka ada prosedur cadangan. Jika terjadi sesuatu [pada saya], maka kami akan mengambil salah satu pembalap cadangan F1, atau kami bisa juga mengambil pengemudi Medical Car karena ia tahu prosedur dan mobil Safety Car. Itu akan lebih mudah karena Medical Car hanya perlu melakukan satu lap selepas start, dan saya yakin semua pembalap cadangan F1 tahu cara mengemudikan sebuah mobil. Jadi kami memiliki prosedur yang memastikan akan selalu ada pengemudi di dalam Safety Car.

Jika saya melakukan pekerjaan ini untuk 18 tahun yang akan datang? Saya masih tetap menikmatinya. Saya akan menantikan perubahan apa saja yang akan terjadi. Tapi saya juga bisa berkata tidak. Jadi tidak untuk 18 tahun ke depan, tapi mungkin untuk beberapa tahun lagi. Banyak rekan saya yang sudah berusia 60 tahun tapi masih kencang sekali!

Andrew Denford, F1 in Schools, Bernd Maylander, FIA Safety Car Driver and F1 in Schools group photo
Bernd Maylander (kanan) berfoto bersama grup F1 in Schools

Foto oleh: Sutton Images

Formula 1 adalah...

Buat saya Formula 1 adalah kejuaraan balap tertinggi dan terbaik, dengan mobil-mobil paling kencang dan dengan teknologi paling canggih. Untuk sekarang, saya senang bagaimana Formula 1 terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada musim ini. Dan kita membutuhkan pembalap muda seperti Max Verstappen dan juga dukungan dari Belanda. Karakter, itulah yang kita butuhkan. Saya pikir kita berada di jalur yang tepat untuk membangun karakter tersebut. Saya senang bisa menjadi bagian dari Formula 1, dan Formula 1 telah menjadi bagian dari hidup saya. Setiap tahun, mayoritas waktu kami berkeliling dunia bersama-sama, dan ini seperti sudah menjadi keluarga sendiri.

1/10

Safety Car di pitlane GP Brasil

3/10

Medical Car dan Safety Car

Foto oleh: Sutton Images
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Bernd Maylander
Tipe artikel Special feature
Tag berita f1, fia
Topik Formula 1 2017