Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 Monaco GP

Pelanggaran Sayap Haas Ungkap Kurang Lancarnya Komunikasi antar Divisi

Haas menjelaskan bagaimana gangguan komunikasi memicu diskualifikasi di kualifikasi F1 GP Monako terkait temuan sayap belakang ilegal.

Haas VF-24 technical detail

Nico Hulkenberg dan Kevin Magnussen didiskualifikasi pada Sabtu (25/5/2024), setelah pemeriksaan mobil pasca sesi menunjukkan bahwa sayap DRS mereka terbuka lebih dari 85 mm yang diizinkan dalam peraturan.

Berbicara tentang bagaimana Haas bisa berada dalam situasi seperti itu, prinsipal Ayao Komatsu menjelaskan problem itu dipicu kurangnya komunikasi antara departemen-departemen di timnya tentang implikasi dari desain sayap belakang baru.

Baca Juga:

Perubahan konsep berarti elemen sayap belakang menjadi lebih miring di dekat endplate, sesuatu yang perlu diperhitungkan saat menetapkan jarak maksimum untuk pembukaan DRS.

Namun, departemen desain tidak secara eksplisit memperingatkan tim lintasan tentang masalah ini. Pengujian oleh skuad di Monako pun tidak cukup menyeluruh untuk memeriksa celah di seluruh rentang.

"Jika para desainer menjelaskan dengan jelas bahwa tujuan desainnya sedikit berbeda dengan sayap yang telah Anda gunakan sebelumnya, jadi Anda harus memeriksanya dengan cara ini, itu akan sangat membantu," jelas Komatsu.

"Namun pada saat yang sama, bahkan dengan informasi lain, pemeriksaan di pinggir lintasan seharusnya memeriksa seluruh permukaan legalitas.

"Tidak ada performa yang didapat, benar-benar nol, tapi bukan itu intinya. Mobil itu harus legal. Jadi, kami hanya harus menerima ini sebagai kegagalan tim, dan kemudian belajar darinya, dan memastikan kami tidak melakukan kesalahan yang sama lagi."

Flap DRS open

Flap DRS terbuka

Foto oleh: Giorgio Piola

Komatsu percaya bahwa tidak lolosnya DRS adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa tim perlu meningkatkan prosesnya untuk mencegah terulangnya hal yang sama di masa mendatang.

"Bagi perancang yang mendesainnya, dalam benaknya sudah jelas: sayap ini legal, tetapi memiliki profil yang berbeda. Jadi dia harus berpikir, haruskah saya mengomunikasikannya untuk memastikan bahwa orang lain yang tidak mendesainnya dapat memahaminya?

"Bagi orang-orang di pinggir lintasan, jika mereka menyoroti hal itu, itu akan membantu. Namun tanpa itu pun, dengan sayap belakang yang baru, jangan berasumsi apa-apa. Anda hanya perlu memeriksa setiap permukaan yang legal: itulah yang harus kami lakukan.

"Jadi sekali lagi, sedikit berpuas diri, sedikit berasumsi, tanpa benar-benar berpikir 'Oke, ini sayap belakang yang baru, ini bisa jadi berbeda'. Kami hanya perlu meningkatkan kerja sama sebagai sebuah tim."

Dengan masalah sayap yang lebih kepada bagaimana tim mengatur bukaan DRS maksimum, maka tidak diperlukan perubahan spesifikasi untuk balapan, sehingga tim menghindari start dari pit lane.

Komatsu mengungkapkan perubahan sayap untuk balapan, "Ini adalah sayap yang sama, tapi kami bisa menyesuaikannya. Dengan celah terbuka DRS, ada mekanisme untuk menyesuaikannya agar bisa maksimal.

"Kami memiliki permintaan parc ferme untuk menyesuaikannya. Jadi itu legal, dan sudah disetujui. Jadi, kami menyesuaikannya di kedua mobil dan kami mulai dari P19 ke P20."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Marko Ungkap Biaya Kerusakan Mobil Perez di F1 GP Monako
Artikel berikutnya Perez Kian Dekat dengan Kontrak Baru Red Bull

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia