Loncat ke konten utama

Pemasukan Formula 1 di Kuartal Pertama Turun hingga 20 Persen

Pemasukan Formula 1 turun secara signifikan pada kuartal pertama 2025 dibanding periode sama tahun lalu. Ada penjelasan masuk akal dari fenomena ini.

Erstes Quartal: Formel-1-Umsatz mit mehr als 20 Prozent im Minus

Stefano Domenicali freut sich über ein erfolgreiches erstes Quartal im Jahr 2025

Foto oleh: LAT Images

Pendapatan F1 turun dari 553 juta dolar AS (sekira Rp9,1 triliun) menjadi 403 juta dolar pada periode komparatif, OIBDA (hasil operasi sebelum penyusutan dan amortisasi) dari 108 juta dolar menjadi 85 juta dolar, dan intinya bahkan mengalami kerugian 28 juta dolar AS.

Usut punya usut, penurunan itu bukan disebabkan kelemahan Formula 1 dari sisi komersial, melainkan kalender balapan. Pada 2024, tiga Grand Prix yang menguntungkan dengan biaya acara yang tinggi - Bahrain, Arab Saudi, dan Australia - diadakan pada kuartal pertama. Tahun ini, hanya ada dua balapan akhir pekan - Australia dan Cina. Sebuah efek yang seharusnya akan menyeimbangkan angka-angka untuk kuartal kedua paling lambat.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengomentari angka-angka terbaru ini. "Situasinya akan makin jelas saat kita memasuki kuartal berikutnya. Karena pada saat itu, Anda akan melihat pertumbuhan organik yang kita lihat di mana-mana. Dan hal itu akan menjadi sangat jelas," ujarnya.

Terlepas dari angka-angka yang menyesatkan untuk kuartal pertama, Formula 1 terus berkembang pesat. Tiga kemitraan global baru telah disepakati dengan Barilla (makanan), LEGO (mainan), dan PwC (auditor). Kontrak dengan Grand Prix Miami diperpanjang hingga 2041. Sebanyak 530.000 tiket terjual untuk pameran resmi Formula 1 di beberapa lokasi.

"Kami telah menyetujui dasar untuk masuknya Cadillac ke Kejuaraan Dunia 2026. Kami juga telah mencapai Perjanjian Concorde baru dengan tim-tim untuk periode 2026 hingga 2030 dan kami membuat kemajuan yang baik dalam hal tata kelola," jelas Domenicali.

Baca Juga:
 

Jangkauan internasional Formula 1 terus berkembang. Di Amerika Serikat, jumlah penonton di televisi (ESPN) meningkat 45 persen, sorotan di saluran resmi Formula 1 di YouTube naik 31 persen, dan jumlah penggemar secara keseluruhan telah berkembang menjadi 826 juta orang. Pada 2024 saja, 90 juta penggemar baru Formula 1 telah ditambahkan.

Saham Formula 1 FWONK (NASDAQ ) saat ini diperdagangkan pada kisaran 95 dolar AS (sekira Rp1,6 juta) dan dengan demikian telah pulih dengan baik dari harga terendah sementara yang disebabkan oleh tarif Trump (77 dolar pada 11 April). Dibandingkan dengan harga pada awal Januari (92 dolar AS), saham ini bahkan naik sedikit. Ini berarti bahwa nilai Formula 1 telah meningkat hampir empat kali lipat dalam waktu lima tahun.

Dalam konteks ini, menarik untuk dicatat bahwa jangkauan Motorsport-Total.com dan Formel1.de, dua platform Formula 1 terkemuka di internet berbahasa Jerman, juga berkembang secara positif pada kuartal pertama tahun 2025. Motorsport-Total.com meningkat 10,7 persen di antara para pengguna, sementara Formel1.de naik 12,1 persen. Hal ini terlepas dari fakta bahwa ada satu akhir pekan balapan yang lebih sedikit di kuartal pertama dibandingkan dengan tahun 2024.

Pada tahun 2024, Formula 1 menghasilkan total omset sebesar 3,4 miliar dolar dan dengan demikian naik enam persen dibandingkan dengan tahun 2023. 1,3 miliar didistribusikan ke sepuluh tim. Hasil akhir untuk tahun 2024 adalah OIBDA sebesar 791 juta dolar dan keuntungan 492 juta dolar.

Artikel sebelumnya Vowles Yakin Turbulensi Alpine Berdampak Positif pada Colapinto
Artikel berikutnya Jadwal F1 GP Emilia-Romagna: Kans Verstappen Kembali ke Kemenangan

Top Comments