Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Pembalap Alfa Romeo Yakin Porpoising Tak Timbulkan Bahaya

Duet pembalap Alfa Romeo tak memandang negatif fenomena porpoising yang ditemukan tim-tim Formula 1 selama tes pramusim Barcelona.

Guanyu Zhou, Alfa Romeo C42

Pembalap yang paling menderita dengan perubahan persyaratan ground effect. Ketika mengebut di lintasan lurus, mereka bakal terpental-pental. Lantai mobil terlalu rendah mengalami kerusakan.

Para mekanik mencari solusi untuk mengatasi problem tersebut. Mereka mencoba merevisi setelan sesuai koridor aturan baru.

Pilot Mercedes yang juga sebagai pemimpin Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA), George Russell, melihat potensi masalah keselamatan. Ia menyarankan agar suspensi aktif kembali digunakan.

Pandangan berbeda diutarakan Valtteri Bottas dan debutan Guanyu Zhou. Padahal, mereka yang paling pertama terpukul oleh porpoising saat tes.

“Jelas bahwa tampaknya itu menjadi sedikit tantangan untuk setiap tim. Untuk sekarang, saya kira tidak akan menimbulkan masalah keselamatan,” tutur Bottas.

“Seperti itu aero mobil bekerja dan tentu saja, faktanya bahwa kian rendah Anda berjalan dengan mobil, makin Anda punya downforce. Jika Anda menemukan jalan untuk mengemudi bagus di mobil, mampu mengemudi rendah, Anda mungkin mendapat beberapa performa.

Baca Juga:

“Namun, jelas bahwa di beberapa tempat akan merugikan dengan tunggangan sendiri, terutama dalam kecepatan tinggi dan saat melewati gundukan. Jadi itu sangat menarik, filosofi baru pada sisi aero. Saya kira itu tidak akan jadi masalah besar.”

Di antara pembalap reguler yang mengikuti tes, Bottas paling sedikit melakukan perjalanan. C42 mengalami beberapa masalah.

“Sebagai tim, kami perlu bekerja seputar itu dan kami mesti memastikan mobil cukup andal terhadap regulasi tersebut. Kasus serupa dialami semua tim,” ia melanjutkan.

“Menurut saya sekarang, itu jadi pembahasan besar. Namun, saya akan membayangkan ketika musim dimulai, tim-tim akan lebih memahaminya. Isu akan berkurang dan tidak banyak dibicarakan.”

Sementara itu, rookie F1, Zhou melihat para mekanik berhasil meningkatkan performa Alfa Romeo antara hari pertama dan kedua.

“Masalah tetap ada, sepertinya pembatasan terbesar dari mobil baru untuk setiap orang. Kami hanya harus menemukan cara agar kami mendapat downforce sebesar mungkin dan mengurangi terpental di trek lurus. Dari sisi keselamatan, seharusnya hal itu tidak jadi masalah,” katanya.

Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42

Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42

Foto oleh: Erik Junius

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Porpoising Bisa Timbulkan Dilema dalam Kualifikasi F1 2022
Artikel berikutnya Terobosan FIA, Verifikasi Mobil F1 Cukup dengan Laser

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia