Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Australia

Pembalap F1 Keberatan dengan Penertiban Baju Dalam

Para pembalap Formula 1 keberatan dengan rencana Federasi Otomotif Internasional (FIA) menertibkan baju dalam mereka. Pierre Gasly bahkan melontarkan kalimat pedas.

Pierre Gasly, Scuderia AlphaTauri

Jumat (8/4/2022) malam, di sela F1 GP Australia, FIA melaksanakan pertemuan hingga lebih dari dua jam dengan para pembalap.

Mereka membahas perlunya menegakkan Lampiran L dari Kode Olahraga Internasional FIA tentang kewajiban pilot memakai sarung tangan, baju dalam panjang, balaclava, kaos kaki dan sepatu yang dihomologasi sesuai standar.

Gagasan ini timbul setelah melihat adanya pembalap yang tidak mengenakan baju dalam dengan bahan tahan api. Mereka menandang hal ini berbahaya jika terjadi kebakaran seperti saat insiden Romain Grosjain di Sirkuit Sakhir 2020.

Alih-alih memahami keuntungan keselamatan, beberapa mempertanyakan alasan FIA terobsesi dengan detail-detail kecil, seperti perhiasan dan baju dalam.

Baca Juga:

Gasly sinis dengan keinginan FIA mengatur kebijakan hingga detail terkecil. “Saya tak mau mengomentari itu. Jika mereka ingin memeriksa bagian pantat saya, silakan saja, saya rasa tak ada yang perlu disembunyikan,” ujar bintang AlphaTauri.

“Alat vital saya, semuanya. Jika itu membuat mereka gembira, silakan saja.”

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, menyoroti durasi diskusi yang cukup lama dan pelanggaran protokol kesehatan era Covid-19.

“Ini adalah pengarahan untuk pembalap yang terlama sepanjang hidup saya. Saya telah balapan sekian lama dan mereka tidak pernah melakukan briefing panjang,” ucapnya.

“Dalam briefing itu, juga tidak ada yang memakai masker. Beberapa pembalap mengenakan masker tapi sebagian besar staf FIA tidak, yang mana membuat saya tidak nyaman.

“Kemudian, saya tidak mengerti hal-hal kecil yang mereka bahas, seperti baju dalam. Apakah kita perlu membicarakan hal-hal seperti itu? Tapi, kami bergerak maju.”

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG

Photo by: Steve Etherington / Motorsport Images

Daniel Ricciardo memahami perlunya memastikan keselamatan. Ia tidak keberatan dengan larangan penggunaan perhiasan. Hanya saja, untuk baju dalam, mestinya melibatkan pemasok.

“Jika seseorang mengatakan, ‘jangan mengemudi dengan cincin’, saya tidak akan mengemudi dengan cincin. Tidak masalah bagi saya dan lagipula saya bukan orang yang percaya takhayul. Hal seperti gelang keberuntungan atau sesuatu seperti itu bukan untuk saya,” tutur pembalap McLaren.

“Jika Anda tidak ingin memakainya, maka saya tidak masalah dengan itu. Saya baik-baik saja.

“Namun, ini pertama kali, saya dengar tentang baju dalam tahan api. Tentu saja, kami memakai legging, jika bisa disebut begitu, tapi tak ada underwear tahan api. Jadi itu seperti sebuah kejutan, saya tidak pernah mendengar itu.

“Kalau itu membantu kami lebih aman dalam situasi itu kemudian tentu saja saya akan berinvestasi pada beberapa. Namun, saya kira mereka tidak akan membuatnya.

“Atau setidaknya, orang-orang di mana kami mendapat perlengkapan balapan, saya kira kami tidak akan mendapat beberapa baju khusus. Saya kira itu akan dijahit khusus tentu saja!”

Fernando Alonso mengaku tak terlalu peduli dengan hal-hal kecil. “Saya tidak terlalu tertarik pada masalah ini. Anda tahu, saya kira kami perlu fleksibel dalam sesuatu seperti ini. Tapi, itu bagian dari pertunjukan, saya kira,” ia menandaskan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Nasib Sial Hantui Fernando Alonso di Australia
Artikel berikutnya Diagnosa Awal Red Bull soal Problem RB18 Max Verstappen

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia