Pemenang Sprint Race Otomatis Jadi Pole Sitter F1

Managing director Formula 1, Ross Brawn, mengonfirmasi adanya perubahan aturan terkait sprint race. Sesi itu akan jadi ajang kualifikasi untuk balapan.

Pemenang Sprint Race Otomatis Jadi Pole Sitter F1

Ketika ide sprint race mencuat ke permukaan, timbul pro kontra serta kebingungan. Banyak yang mempertanyakan apa keuntungan menang sesi khusus yang dilaksanakan Sabtu, sementara masih ada kualifikasi.

Tak sedikit yang meminta agar program itu ditiadakan mengingat ada risiko kerusakan mobil ketika crash saat melaju kencang. Kalau kerusakan parah, tentu saja sulit memperbaiki dalam waktu kurang dari 24 jam. Sementara, pemenang hanya mendapat tambahan sedikit poin.

Berbagai pandangan tersebut didengar oleh F1 dan Federasi Otomotif Internasional (FIA). Mereka membahas solusi yang menarik bagi pembalap dan penggemar. Tercetus kesepakatan bahwa pemenang sprint race otomatis jadi peraih pole position.

Ini berbeda dengan format sebelumnya di mana siapa pun yang tercepat pada kualifikasi Jumat, maka akan start pertama dalam sprint race, sekaligus jadi pole sitter untuk lomba Minggu.

“Saya mungkin harus mengoreksi pernyataan saya sebelumnya. Awalnya, kami pikir mungkin kualifikasi masih bisa Jumat. Tapi, setelah berdiskusi dengan FIA, mereka menilai pole position adalah pembalap yang terdepan di grid untuk grand prix.

Baca Juga:

“Jadi, pembalap yang finis pertama dalam sprint race adalah seseorang yang ada di grid depan dan berhak atas pole position untuk grand prix, Minggu. Itu yang akan kami hitung secara statistik terhadap jumlah pole karena itu adalah kualifikasi sprint.

“Alasan FIA ingin dijalankan seperti itu, agar kami dapat memastikan bahwa balapan adalah balapan, grand prix adalah grand prix. Kami tidak mengkanibalisasi grand prix,” Brawn menjelaskan kepada Motorsport.com.

Ia juga mengungkapkan bahwa prosedur sebelum dan sesudah sprint race berbeda dari grand prix. Salah satu contohnya, tidak ada seremoni di podium.

“Kami mencoba memberi sedikit kesegaran. Jadi akan ada periode sedikit lebih pendek di grid. Tidak ada parade pembalap, tapi masih dimungkinkan wawancara dengan pembalap.

“Kami mendapat beberapa gagasan menarik yang akan dicoba setelah balapan, pendek, tajam. Tidak ada podium karena sifatnya seperti kualifikasi. Kami ingin menjaga podium untuk ajang besar di akhir pekan," tuturnya.

Ross Brawn, Managing Director of Motorsports

Ross Brawn, Managing Director of Motorsports

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Brawn memastikan sekali lagi bahwa lomba utama tidak akan dikorbankan ketika sprint race digelar. Sesi khusus itu bakal mulai dites dalam GP Inggris, 18 Juli mendatang.

“Kami akan memiliki kompetisi nyata pada Jumat, dan kompetisi baru pada Sabtu dan semua itu seharusnya meningkatkan grand prix Minggu. Jadi saya tidak percaya kalau kami memakan grand prix. Ini semua tambaha dan akan berkontribusi kepada sepanjang akhir pekan,” tuturnya.

“Saya kira untuk menghadapi kritik secara langsung, beberapa orang menyukai pendekatan tradisional dan berpikir kami mengacaukan dengan sesuatu yang tidak perlu dipusingkan, dan saya mengerti itu.

“Seperti Anda tahu, saya berada di olahraga ini selama waktu lama. Saya kira cara kami mengeksplorasi peluang ini tidak akan merusak F1 sama sekali. Itu akan jelas setelah event kedua atau ketiga. Seberapa tingkat keberhasilannya dan seberapa baik para penggemar terlibat dengan itu.

“Kami mendapat gambaran baru, kami bakal melakukan banyak hal pekan depat atau dalam 10 hari. Jadi kami mesti menjelaskan kepada penggemar, ini semua tentang itu sehingga ketika mereka menyalakan televisi di tahap apa pun, saat akhir pekan di Silverstone, mereka tahu apa yang terjadi.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Jadwal F1 GP Austria 2021 Pekan Ini

Artikel sebelumnya

Jadwal F1 GP Austria 2021 Pekan Ini

Artikel berikutnya

Tim F1 Batasi Komunikasi Radio Sejak Disiarkan di Televisi

Tim F1 Batasi Komunikasi Radio Sejak Disiarkan di Televisi
Muat komentar