Penalti akibat ganti girboks jadikan akhir pekan Grosjean “aneh”

dibagikan
komentar
Penalti akibat ganti girboks jadikan akhir pekan Grosjean “aneh”
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Ibrahim Haddad
17 Sep 2016 22.38

Romain Grosjean kembali mengalami frustrasi pada GP Singapura karena sudah di konfirmasi akan mendapat penalti turun lima posisi grid karena mengganti girboks di mobilnya.

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-16 leas team mate Esteban Gutierrez, Haas F1 Team VF-16
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-16
Romain Grosjean, Haas F1 Team
Romain Grosjean, Haas F1 Team
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-16
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-16

Romain Grosjean kembali mengalami frustrasi pada GP Singapura karena sudah di konfirmasi akan mendapat penalti turun lima posisi grid karena mengganti girboks di mobilnya.

Pembalap asal Prancis mengalami momen frustrasi saat berada di dalam mobil Haas, mengalami dua kecelaakan yang terpisah, dan mengakui bahwa ia tidak memiliki penjelasan terkait apa yang salah dari mobilnya.

Kemudian setelah melintir kemudian menabrak pagar pembatas di akhir sesi Q2 dan mengakhiri sesi di posisi grid ke-15, Grosjean sekarang akan turun ke posisi ke-20 setelah timnya menemukan dampak dari kecelakaan tersebut telah merusak girboksnya.

Ketika ditanya apa yang terjadi, Grosjean mengatakan tidak ada penjelasan untuk masalah yang dia alamani saat berada di atas trek.

"Saya tidak tahu," katanya. "Sejak kami memulai sesi di sini mobil terasa aneh. Saya telah mencoba banyak setelan berbeda. Kami kehilangan sesi FP1 tapi itu adalah hal yang lain, dan kemudian aku tidak tahu tentang hal ini. Tentu ini sangat aneh.

"Hal ini tidak normal untuk mengalami kecelakaan dua kali ke pagar pembatas dalam dua hari berturut-turut. Tidak memahami apa yang sedang terjadi. Sesuatu hal yang tidak berjalan baik."

Grosjean mengatakan bahwa perilaku mobilnya benar-benar tak terduga, dan membuat dia tidak bisa untuk sepenuhnya yakin saat di dalam trek.

"Percaya diri adalah omong kosong. Dekat dengan nol," katanya. "Ketika Anda melintir sekali pada kecepatan tinggi dan kedua kalinya Anda melintir saat pengereman, sulit untuk mendapatkan keyakinan apapun.

"Kami melihat data untuk melihat apa yang bisa di lakukan. Kami juga memeriksa apa mobil ini masih dalam kondisi baik setelah kecelakaan dan apakah mengalami kerusakan, dan kemudian dalam balapan mudah-mudahan beberapa lap awal berjalan baik dan kami dapat memperbaiki mulai dari sana . Tapi yang jelas saya tidak akan agresif di lap awal. "

Meskipun Haas telah membawa beberapa pembaruan ke mobil, baik pembalap dan tim percaya bahwa perubahan tidak memberikan jawaban.

Sebaliknya, prinsipal tim Gunther Steiner berpikir bahwa jawabannya berasal dari tertinggalnya sisi setelan yang tepat setelah kehilangan waktu sepanjang sesi FP1 karena masalah mesin.

Steiner mengatakan: "Analisis saya sampai sekarang, tidak memiliki data yang lengkap, kami mulai dengan masalah dengan sistem saluran udara masuk dan kita tidak melakukan satupun putraran.

"Di FP2 kami keluar pada sesi ini dan mungkin mencoba untuk meraih kemajuan yang terlalu banyak dalam waktu singkat, dan tidak sampai di sana. Ini adalah salah satu masalah yang bersumber di sini menurut saya."

Apa yang telah Mercedes perlihatkan pada tahun lalu jika bermain dengan setelan mobil di Singapura bisa sulit lagi untuk mengaturnya, Steiner menambahkan: "tentu saja. Dan jika mereka tersesat dan tidak bisa mendapatkannya lagi, kita seharusnya bagaimana..?

"Saya pikir ini adalah salah satu hal dari trek yang sangat istimewa. Hal ini juga berada di kepala saya, frustrasi demi frustrasi dan tiba-tiba Anda tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Tapi dia akan kembali tampil lebih baik."

Artikel Formula 1 berikutnya
Ferrari pertimbangkan untuk ganti mesin Vettel

Artikel sebelumnya

Ferrari pertimbangkan untuk ganti mesin Vettel

Next article

GP Singapura: posisi grid start dalam gambar

GP Singapura: posisi grid start dalam gambar
Load comments