Penerjemah F1 Jadi Penyebab Penyebaran Covid-19

Bos Formula 1, Ross Brawn, mengungkapkan bahwa seorang penerjemah memicu merebaknya wabah virus corona di paddock balap mobil jet darat.

Penerjemah F1 Jadi Penyebab Penyebaran Covid-19

F1 dan Federasi Otomotif Internasional (FIA) memberlakukan protokol kesehatan ketat untuk musim 2020, termasuk tes Covid-19 secara ekstensif pada akhir pekan balapan, yang melibatkan personel tetap tim serta staf lokal.

Lebih dari 78 tes dilakukan FIA dalam 17 event, dan hasilnya hanya 78 positif terpapar virus corona, walau jumlahnya tidak termasuk tes wajib antara balapan yang berlangsung jauh dari venue.

Sergio Perez, Lance Stroll serta Lewis Hamilton merupakan tiga pembalap yang harus absen lantaran hasil tesnya positif Covid-19.

Brawn menyoroti, persentase pembalap yang terinfeksi virus corona relatif tinggi. Ia pun mengungkapkan bagaimana seorang penerjemah menyebabkan penyebaran Covid-19 di paddock F1.

Kendati tidak merinci event apa yang dimaksud, dapat dipahami bahwa klaster buruk terjadi saat Grand Prix Rusia di Sochi pada September lalu.

“Itu sedikit lebih dari satu dalam 1.000,” kata Brawn kepada F1 Podcast. “Dan menarik untuk melihat kasus-kasus itu, karena kami memiliki tiga pembalap, yang agak tidak proporsional dari 20 pembalap. Dan itu adalah sesuatu yang harus Anda pikirkan.

 

“Saya kira klaster wabah terburuk yang kami miliki adalah ketika seorang penerjemah menyebarkan (Covid-19) kepada kami di salah satu negara, karena dia bekerja dengan sekelompok orang, menerjemahkan untuk mereka.

“Kemudian tentu saja dia bertemu dengan mereka, dan kami tiba-tiba memiliki klaster kecil yang ganas, tetapi kami dapat segera mengatasinya.

“Jadi, sangat sedikit wabah merebak, saya harus katakan, di antara tim. Jumlah (klaster) dalam tim mekanik, engineer dan lain-lain sangat rendah. Latihan yang menarik untuk mempelajari data, dan saya tahu beberapa orang yang paling rajin di F1 terinfeksi (virus corona). Saya tidak tahu dari mana asalnya.”

Baca Juga:

Walau terjadi penyebaran Covid-19 di tengah pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat, Brawn melontarkan pujian soal kemampuan F1 mengatasi pandemi.

“Saya kira itu adalah contoh brilian bagaimana F1 di masa krisis bisa bersatu sebagai keluarga yang utuh. Kami menghabiskan sebagian besar hidup kami, atau setidaknya saya lakukan ketika saya berkompetisi, untuk mencoba menghancurkan satu sama lain,” ucapnya.

“Kemudian kami dihadapkan pada situasi seperti ini, dan F1 hadir bersama-sama serta unggul. Saya sangat bangga dengan apa yang semua orang dapat lakukan tahun ini, karena tampaknya itu tugas yang hampir mustahil. Ketika saya melihat bagaimana keadaannya ketika kami memulai petualangan ini, saya sangat bangga.”

Brawn juga mengakui, bahwa ketika kalender balap 2020 direvisi sembari menetapkan protokol kesehatan, rupanya ada banyak hal yang tidak diketahui oleh F1.

“Menurut saya, hal yang tidak seorang pun dari kami benar-benar mengerti adalah apa yang akan terjadi jika kami mulai berjangkit, bagaimana cara menanganinya, bisakah kami mengendalikannya, bisakah kami membatasinya?,” tuturnya.

“Dan tidak ada dari kami yang cukup tahu tentang dinamika penyakit ini, serta bagaimana penyebarannya. Dasar-dasar penyakit ini diketahui, tetapi seluk-beluknya tidak diketahui. Maksud saya, berapa lama Anda harus bersama orang yang terinfeksi, dan apa yang perlu Anda lakukan di sekitar mereka sehingga Anda sendiri terinfeksi?

“Jadi, semua hal itu tidak pasti, kami tidak tahu bagaimana itu akan berkembang. Dan saya pikir ketika kami mendapat kasus positif pertama kami, itulah masa kecemasan dalam mengetahui apakah mereka dapat dibatasi dalam sistem dan apakah protokol kami akan cukup untuk menahan wabah, yang terbukti menjadi kasusnya.

“Saya kira semua orang cukup rajin di F1. Saya pikir kami harus berjaga-jaga saat kami melangkah maju, karena mudah untuk berpuas diri, dan mudah untuk melepaskan pertahanan Anda.”

Meski F1 telah dapat mengatasi Covid-19 jauh lebih baik sekarang, Brawn mengonfirmasi, bahwa protokol kesehatan akan diterapkan lagi pada 2021.

“Kami tidak akan melanjutkan tahun depan dengan sakelar berubah. Kami harus melanjutkan, dan belajar dari apa yang telah kami pelajari tahun ini, karena vaksinasi tidak berjalan efektif sampai suatu saat sepanjang tahun, dalam hal jumlah,” ujarnya.

“Jadi, kami perlu melanjutkan tes. Sistem tes bisa berubah, metodologi dapat berubah. Namun, kami akan mengalami satu tahun lagi di mana kami harus menerapkan protokol.”

Denah area

Denah area "biosfer" pada gelaran F1 GP Abu Dhabi 2020

Foto oleh: FIA

dibagikan
komentar
Grosjean Jalani Operasi Tangan Kiri
Artikel sebelumnya

Grosjean Jalani Operasi Tangan Kiri

Artikel berikutnya

Bottas Berencana Turun dalam Reli Arctic Lapland

Bottas Berencana Turun dalam Reli Arctic Lapland
Muat komentar