Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Italia

Penjelasan Red Bull Pilih Ambil Penalti Grid F1 GP Italia

Max Verstappen dan Sergio Perez dapat penalti grid untuk Grand Prix Italia karena melakukan upgrade mesin. Technical Director Red Bull Racing Pierre Wache menjelaskan mengapa tim mengambil opsi itu.

Sergio Perez, Red Bull Racing, Max Verstappen, Red Bull Racing, in Parc Ferme after Qualifying

Pierre Wache memberikan rincian lebih lanjut tentang mengapa Red Bull memutuskan menerima penalti grid untuk kedua pembalapnya dalam putaran ke-16 Formula 1 2022, GP Italia.

Menurutnya, tim telah merencanakan sepanjang tahun ini bahwa Sergio Perez akan mendapatkan mesin baru di Monza. Namun, Wache mengakui bahwa pilihan untuk Max Verstappen dibuat baru-baru ini.

Verstappen juga telah mengganti mesin mobilnya dua pekan lalu di Sirkuit Spa-Francorchamps (GP Belgia). Juara dunia bertahan F1 tersebut harus start di P14, tetapi mampu meraih kemenangan meyakinkan.

Guna memastikan bahwa penalti grid tak diperlukan pada akhir musim, Red Bull telah memutuskan untuk menambahkan mesin kelima ke pool mereka.

Baca Juga:

“Penalti grid Sergio (Perez) memang sudah direncanakan. Sedangkan untuk Max (Verstappen, kami pikir ini akan menjadi kesempatan bagus untuk mengganti mesin pembakarannya (ICE) dengan pandangan ke masa depan,” ujar Wache dilansir Formula Passion.

“Lagi pula, relatih mudah untuk menyalip di sini (Monza). Kami yakin kami bisa memiliki balapan yang bagus di sini, meskipun mendapatkan penalti.”  

Untuk Verstappen, pemimpin F1 2022 ini menerima penalti penurunan lima grid, sedangkan Perez 10 grid. Super Max menyelesaikan kualifikasi di posisi kedua, artinya ia akan start balapan dari urutan ketujuh.

Sementara Perez menempati P4, dengan demikian bakal memulai race di posisi ke-13, karena pembalap Mercedes Lewis Hamilton (P5) dan pilot Scuderia Ferrari Carlos Sainz (P3) juga diganjar penalti grid. Keduanya harus start lebih jauh dari baris belakang.

Pierre Wache, Technical Director, Red Bull Racing, dan Sergio Perez, Red Bull Racing

Pierre Wache, Technical Director, Red Bull Racing, dan Sergio Perez, Red Bull Racing

Foto oleh: LAT Images

Bagi Checo, sapaan Perez, itu jelas akan menjadi tantangan lebih besar dalam upayanya bisa kembali ke barisan depan. Pembalap asal Meksiko tersebut tampil kurang maksimal dalam beberapa bulan terakhir.

Ia mencapai puncak performanya di Grand Prix Monako, ketika berhasil mengklaim kemenangan. Namun, sejak itu, segalanya tidak sesuai harapan, dalam lima race terakhir, Checo hanya satu kali mampu podium.

“Dibandingkan dengan awal tahun, Perez kurang percaya diri dengan keseimbangan mobil. Ini membuat kesulitan baginya dan kecepatannya relatih memburuk daripada Max,” Wache mengungkapkan.

Menurut Sergio Perez, RB18 telah kian berkembang sesuai dengan keinginan Verstappen dalam beberapa bulan terakhir. Red Bull tidak sepenuhnya setuju, tetapi mengakui pilotnya itu mengalami periode lebih sulit dibandingkan pada tahap awal musim F1 2022.  

Sergio Perez, Red Bull Racing RB18, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Sergio Perez, Red Bull Racing RB18, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hasil Kualifikasi F1 GP Italia: Charles Leclerc Sabet Pole di Monza
Artikel berikutnya F1 GP Italia: 9 Pembalap Dikenai Penalti Grid

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia