Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Penonton F1 di Televisi dan Platform Media Sosial-Digital Naik

Formula 1 belum lama ini merilis angka-angka penonton sepanjang Kejuaraan Dunia F1 2021.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, and Esteban Ocon, Alpine A521, battle for the lead at the restart

Terdapat peningkatan cukup signifikan dari penggemar F1 yang menyaksikan lewat televisi serta melalui platform media sosial dan digital pada musim 2021 lalu.

Munculnya sesi balapan baru Sprint Race di tiga Grand Prix serta duel sangat sengit antara Max Verstappen (Red Bull Racing) – yang akhirnya menjadi juara dunia – melawan Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) menjadi dua faktor yang sangat memengaruhi naiknya jumlah penonton tidak langsung pada F1 2021.

Balapan terakhir yang menjadi penentu gelar F1 2021, GP Abu Dhabi, ditonton dari 108,7 juta pemirsa atau naik 29% dari balapan yang sama pada 2020. Angka itu menjadi yang tertinggi sepanjang F1 musim 2021.

Secara kumulatif, pemirsa F1 di televisi sepanjang 2021 adalah 1,55 miliar, naik 4% daripada musim 2020. Pada 2021, F1 juga menarik banyak pemirsa di Bahrain (84,5 juta), dan efek dari Sprint Race masing-masing di Silverstone (79,5 juta), Monza (80,4 juta), dan Sao Paulo (82,1 juta).

Ada peningkatan signifikan dalam semusim dari audiens kumulatif di sejumlah negara, termasuk sejumlah pasar terbesar F1.

Belanda yang tertinggi dengan peningkatan +81% (dibanding 2020). Peningkatan signifikan juga terjadi di Amerika Serikat/AS (+58%), Prancis (+48%), Italia (+40%), dan Inggris Raya (+39%).

Lewis Hamilton, Mercedes W12 dan Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B berduel wheel-to-wheel pada balapan GP Inggris 2021 yang berujung kecelakaan hebat yang dialami Verstappen. Insiden itu makin memanaskan tensi persaingan perebutan gelar juara dunia di F1 2021 lalu.

Lewis Hamilton, Mercedes W12 dan Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B berduel wheel-to-wheel pada balapan GP Inggris 2021 yang berujung kecelakaan hebat yang dialami Verstappen. Insiden itu makin memanaskan tensi persaingan perebutan gelar juara dunia di F1 2021 lalu.

Foto oleh: Sutton Images

Untuk kategori “penonton unik” – jumlah individu yang menyaksikan F1 dari televisi paling tidak sekali dalam semusim – juga naik menjadi 445 juta (+3% dibanding 2020).

Kenaikan tertinggi terjadi di Cina (70,8 juta pada 2021 atau +13% dibanding 2020). Angka signifikan juga terjadi di Spanyol (+272%), Rusia (+129%), dan AS (+53%).

Secara global, rata-rata penonton per Grand Prix pada 2021 adalah 70,3 juta. Jika melihat kesepakatan penyiaran dipertahankan antara 2020 dan 2021 angkanya adalah 60,3 juta, berarti ada kenaikan +13%. Ini peningkatan tertinggi di F1 sejak 2013.

Perbandingan penyiaran tidak bisa dilakukan di Brasil dan Jerman karena adanya kesepakatan baru pada 2021. Meskipun jumlah penonton di kedua pasar itu rendah pada 2021, tetap ada hasil positif dari pasar lain karena audiens televisi berbayar terus naik.

Di Brasil, jam tayang F1 jauh lebih lama daripada tahun 2020. Di Jerman, jumlah kumulatif penonton stasiun televisi Sky yang notabene berbayar, naik +55%.

George Russell, Williams FW43B, Nikita Mazepin, Haas VF-21, Mick Schumacher, Haas VF-21, dan pembalap lain masih di lintasan saat kamera di helikopter Eurocopter AS 350 B3 Squirrel merekam aksi mereka di Grand Prix Amerika Serikat 2021.

George Russell, Williams FW43B, Nikita Mazepin, Haas VF-21, Mick Schumacher, Haas VF-21, dan pembalap lain masih di lintasan saat kamera di helikopter Eurocopter AS 350 B3 Squirrel merekam aksi mereka di Grand Prix Amerika Serikat 2021.

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Di platform media sosial dan digital, F1 menjadi olahraga dengan pertumbuhan follower tertinggi di muka bumi ini pada 2021. Dengan total follower mencapai 49,1 juta, F1 menjadi olahraga dengan rataan engagement (interaksi atas isi konten) tertinggi di antara olahraga besar lain pada tahun lalu.

Pada 2021 follower (di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Tiktok, Snapchat, Twitch, dan sejumlah platform dari Cina) naik 40% menjadi 49,1 juta. Penonton video naik 50% menjadi 7 miliar, dan total engagement naik 74% menjadi 1,5 miliar.

Sebagai tambahan, total penikmat video di F1.com, F1 app, dan media sosial naik 44% dibanding 2020 menjadi 7,04 miliar. User unik juga naik 63% menjadi 113 juta dan page view juga naik +23% menjadi 1,6 miliar.

Di Cina, F1 mengalami pertumbuhan digital yang sangat kuat dengan follower dari beberapa platform Cina (Weibo, WeChat, Toutiao, dan Douyin) naik 39% menjadi 2,7 miliar.

Hasil-hasil itu menunjukan F1 berhasil mengungguli olahraga top lain di persaingan platform digital. Pangsa digital dari total menit yang dikonsumsi (di seluruh siaran dan digital) telah tumbuh dari 10% pada tahun 2020 menjadi 16% pada tahun 2021.

Sementara itu, untuk total jumlah penonton langsung di sirkuit pada F1 2021 mencapai 2,69 juta – setelah semua balapan tertutup pada 2020 – meskipun masih banyak lomba membatasi jumlah penonton karena masih pandemi Covid-19.

Walaupun angka pada 2021 itu masih lebih rendah dibanding era pra-pandemi yang mencapai 4,16 juta, angka pada tahun lalu menunjukan tingginya minat akan balapan F1. Otoritas F1 sendiri yakin angka tersebut akan kembali ke normal usai pandemi berakhir.

Tiga Grand Prix dengan jumlah penonton lebih dari 300 ribu orang adalah AS (400 ribu), Meksiko (371 ribu), dan Inggris (356 ribu).

Di ketiga negara itu, jumlah penonton langsung lebih banyak daripada 2019, tahun terakhir kapasitas sirkuit boleh diisi penuh. Saat itu, GP AS disaksikan 268 ribu orang, Meksiko 348 ribu, dan Inggris 351 ribu.

Total, pada F1 2021 terdapat 11 balapan yang mampu menyedot penonton lebih dari 100 ribu orang, yakni Belgia (213 ribu), Belanda (195 ribu), Turki (190 ribu), Brasil (181 ribu), Abu Dhabi (153 ribu), Arab Saudi (143 ribu), Austria (132 ribu), dan Hungaria (130 ribu).

Baca Juga:

“F1 2021 menjadi musim yang sangat spesial. Duel perebutan gelar sangat sengit sampai balapan terakhir dengan antusiasme tinggi sepanjang kejuaraan,” kata Stefano Domenicali, Presiden dan CEO Formula 1.

“Kami mulai menyambut penonton langsung di sirkuit. Meskipun masih dibatasi, angka 2,6 juta di grandstand di seluruh dunia adalah jumlah yang fantastis. Kami juga memiliki angka-angka sangat bagus dari sisi penyiaran sejumlah platform digital.

“Kami sudah tidak sabar menanti musim dengan jumlah balapan terbanyak sepanjang sejarah F1, 23, pada tahun ini dengan desain mobil, regulasi, dan tantangan baru untuk semua tim dan pembalap. Saya tahu penggemar sudah tidak sabar lagi menanti.”  

 

  

  

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Otmar Szafnauer Prinsipal Tim Alpine, Bruno Famin Urus Mesin
Artikel berikutnya Ferrari Akan Demonstrasikan F1-75 di Trek Hari Ini

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia