Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Analisis
Formula 1 F1 GP Austria

Penyebab Alonso dan Alpine Lolos dari Penalti di F1 GP Austria

Fernando Alonso dan Alpine berhasil menghindari penalti setelah mengalami masalah roda di F1 GP Austria. Bagaimana mereka bisa menghindari sanksi?

Alonso, Alpine, hace otro pitstop en Austria

Setelah mobil Carlos Sainz mengalami masalah, steward memutuskan untuk sesi Visual Safety Car. Alpine memanggil Alonso untuk pit stop kedua.

Namun, baru satu lap berjalan, juara dunia Formula 1 dua kali tersebut masuk ke pit lane lagi. Langkah ini mengherankan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan banyak orang.

FIA pun melakukan investigasi, namun tidak ada penalti apa pun untuk Alonso. Pembalap Spanyol tersebut berkelit kalau dia menyadari adanya vibrasi pada mobil setelah keluar dari pit.

Prinsipal Otmar Szafnauer membantah pit stop ekstra sengaja dilakukan untuk menghindari hukuman.

“Dia merasakan getaran dan karena kami masih dalam Virtual Safety Car, kami pikir menguntungkan memasukkannya dan memeriksa. Vibrasi cukup keras untuk dirasakan dan jika kami membiarkannya di trek, dia tidak akan tampil pada level sama,” ujarnya.

“Jadi sangat penting saat itu, dengan ban medium baru, membuat mobil agar bisa bertarung di grid tengah.”

Alpine ternyata mengusung sistem baru di mana ban saat lepas, tidak benar-benar copot di mana bisa membahayakan personel di sekitar.

Hal itu yang jadi pertimbangan FIA ketika membebaskan Alpine dan Alonso dari sanksi. Mereka melihat ban tidak benar-benar lepas, atau tidak terjadi setelah pit stop, tapi setelah Tikungan 3.

“Kami punya mekanisme roda di mana ketika mereka mengetat, mereka mengetat, mereka tidak akan lepas. Ini sistem baru bagi kami, FIA sudah mengizinkannya. Tim Goss (staf FIA, mantan pekerja McLaren) sudah tahu bagaimana itu bekerja dan ketika roda terpasang, itu tidak akan copot kecuali Anda melepaskannya,” Szafnauer menerangkan.

Ketika ditanya Motorsport.com, penyebab getaran, mantan petinggi Aston Martin mengaku tidak tahu. Yang jelas, dia mendukung keputusan mengganti keempat ban bukan satu yang bermasalah.

“Saya masih belum tahu apa yang menumbulkan vibrasi. Namun, kami masuk, melihat dan memiliki set ban medium baru, yang mana baik-baik saja,” tuturnya.

Baca Juga:

“Kami ganti dengan yang baru, ketika keluar dari pit, vibrasi hilang. Saya tidak tahu apa itu.”

Alonso ternyata juga ikut menentukan untuk membuat pit stop ketiga. “Saya tidak tahu kenapa FIA mempelajarinya, mungkin karena kami masuk dua kali dalam dua lap. Namun yang dibicarakan, Fernando Alonso mengalami vibrasi dan karena Virtual Safety Car, risiko kehabisan waktu minimal,” ia mengungkapkan.

“Dia mengatakan ‘box’, karena getaran sangat kuat, dan ketika dia masuk ke pit lane. Saya kira dia bilang ‘tikungan kiri’ kepada kami. Jadi kami punya ide apa yang diperiksa. Dengan ban kendur, ya, tapi ban kami tidak mungkin lepas.”

Szafnauer membantah kalau Alonso sengaja menghindari penalti dengan komunikasi radio.

“Tidak, saya kira Fernando tidak memperhitungkan itu. Dia hanya merasa getaran, hanya mengatakan ‘box’ dan memberi kami petunjuk ke mana harus melihat,” katanya.

Fernando Alonso, Alpine A522, Sebastian Vettel, Aston Martin AMR22
George Russell, Mercedes W13, Fernando Alonso, Alpine A522
Mick Schumacher, Haas VF-22, Lando Norris, McLaren MCL36, Fernando Alonso, Alpine A522
Kevin Magnussen, Haas VF-22, Fernando Alonso, Alpine A522, Lando Norris, McLaren MCL36
Fernando Alonso, Alpine A522, Esteban Ocon, Alpine A522
Fernando Alonso, Alpine A522
Fernando Alonso, Alpine A522
Fernando Alonso, Alpine A522
Kevin Magnussen, Haas VF-22, Fernando Alonso, Alpine A522, Zhou Guanyu, Alfa Romeo C42, Lando Norris, McLaren MCL36, Mick Schumacher, Haas VF-22
Kevin Magnussen, Haas VF-22, Lando Norris, McLaren MCL36, Fernando Alonso, Alpine A522
Nicholas Latifi, Williams FW44, Fernando Alonso, Alpine A522
Nicholas Latifi, Williams FW44, Fernando Alonso, Alpine A522, Sebastian Vettel, Aston Martin AMR22
Zhou Guanyu, Alfa Romeo C42, Nicholas Latifi, Williams FW44, Fernando Alonso, Alpine A522
13

Saat ditanya apakah itu contoh lain kecerdikan Alonso, dia menjawab, “Saya tidak yakin karena ketika kami bicara setelah itu, saya tidak berpikir dia tahu aturannya.”

Mengenai penalti, “Dengan ban lepas, ya, tapi ban kami tidak lepas.”

Alpine pernah mengalami insiden di mana satu atau lebih ban lepas dan menggelinding. Szafnauer mengenang peristiwa di Silverstone di mana mereka mengalami insiden pada lap pertama, saat kelompok pembalap kembali ke pit stop tanpa roda.

“Yang saya ingin katakan adalah apa yang terjadi pada beberapa balapan lalu dan ada banyak tes di mana pembalap tiba dengan roda menggantung atau lepas dan kembali ke pit,” ujarnya.

Fernando Alonso finis di urutan ke-10, Red Bull Ring. Ia bertengger di peringkat ke-10 klasemen sementara.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mick Schumacher Buktikan Mampu Kompetitif Saat Duel
Artikel berikutnya F1 Ajak Tim Cari Solusi agar Pembalap Tak Terpapar Polusi Debu Rem

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia