Perasaan campur aduk Kubica usai tes F1

Perasaan campur aduk meliputi Robert Kubica usai menjalani tes F1 pertamanya sejak dipaksa pensiun dari ajang 'jet darat' pada tahun 2011.

Perasaan campur aduk Kubica usai tes F1
Robert Kubica, Renault F1 Team
Robert Kubica, Renault F1 Team
Robert Kubica, Renault F1 Team
Robert Kubica, Renault F1 Team
Robert Kubica, Renault F1 Team
Robert Kubica, Renault F1 Team leads Vitaly Petrov, Renault F1 Team
Robert Kubica, Lotus Renault GP, R31
Podium: race winner Robert Kubica celebrates

Pada hari Selasa, pembalap asal Polandia itu mengemudikan mobil Lotus E20 yang ditenagai dan dibaluti livery Renault di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Menjalani beberapa sesi testing dengan tingkat bahan bakar yang beragam, Kubica menuntaskan total 115 putaran.

Pencapaian tersebut terbilang cukup impresif karena Kubica tidak pernah mengemudikan mobil F1 sejak ia mengalami cedera serius akibat kecelakaan reli di Andorra pada tahun 2011.

Pembalap berusia 32 tahun itu mengakui bahwa dirinya sedikit emosional setelah menjalani satu hari penuh di dalam kokpit mobil F1.

"Bagi saya, ini merupakan hari yang sangat penting dan emosional," ucap Kubica. "Sudah lama saya tidak berada di dalam paddock [mobil F1], dan saya telah melalui masa-masa yang sulit. Saya terus bekerja keras, meski beberapa tahun lalu, saya tidak mengira kesempatan seperti ini bisa datang.

"Perasaan saya campur aduk. Di satu sisi saya merasa bangga dengan pencapaian hari ini, tapi hal tersebut juga mengingatkan saya pada kesempatan-kesempatan yang terlewatkan.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi setelah mempersiapkan diri selama satu tahun untuk hari ini, saya yakin akan satu hal, saya telah melaju dengan pace yang baik dan konsisten meski dalam kondisi sulit.

"Tidak mudah memang setelah enam tahun [absen dari F1]. Tapi kini saya tahu bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang baik, dan saya bisa merasa puas.

"Saya mengapresiasi kesempatan ini. Renault memberikan tes F1 perdana saya pada tahun 2005, jadi saya ingin berterima kasih karena mereka bisa kembali melakukan hal yang sama."

dibagikan
komentar
Analisis teknis: Memecahkan misteri kebangkitan Ferrari di F1 2017

Artikel sebelumnya

Analisis teknis: Memecahkan misteri kebangkitan Ferrari di F1 2017

Artikel berikutnya

Jordan: "Mercedes bisa hengkang dari F1 usai musim 2018"

Jordan: "Mercedes bisa hengkang dari F1 usai musim 2018"
Muat komentar