Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Dukung Vettel, Perez Sebut Sejumlah Trek Baru Tak Berkarakter

Pembalap Oracle Red Bull Racing tersebut menilai F1 akan mendapat masalah serius jika melupakan sirkuit-sirkuit bersejarah.

Sebastian Vettel, Aston Martin and Sergio Perez, Red Bull Racing in the paddock

Belum lama ini, Sebastian Vettel (Aston Martin Aramco Cognizant F1 Team) dengan lantang menyebut bila otoritas Formula 1 sebaiknya tidak meninggalkan begitu saja sejumlah sirkuit bersejarah.

Juara dunia empat kali beruntun (2010-2013) asal Jerman tersebut tidak menentang munculnya sejumlah sirkuit baru.

Namun, Vettel juga mengingatkan pentingnya F1 mempertahankan nilai-nilai tradisional sejumlah sirkuit agar tetap dekat pada sejarah balap jet darat tersebut.

Belakangan, ide dan masukan dari Vettel itu mendapat dukungan dari Sergio Perez. Pembalap asal Meksiko itu  menyebut F1 akan benar-benar kehilangan sejumlah sirkuit bersejarah jika kontrak mereka tidak segera diperpanjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, F1 memang memiliki sejumlah sirkuit baru. Setelah Jeddah Corniche di Arab Saudi, kini publik menunggu bakal seperti apa balapan jet darat itu di Miami dan Las Vegas, Amerika Serikat.

Grand Prix Miami akan menjadi putaran kelima F1 2022 dan bakal berlangsung di Miami International Autodrome, Miami Gardens, Florida, pada 6-8 Mei mendatang. Adapun GP Las Vegas baru akan masuk kalender F1 pada 2023 sebagai salah satu balapan malam.

Munculnya sejumlah trek baru di F1 juga tidak lepas untuk mengisi kekosongan balapan akibat sejumlah negara terimbas pandemi Covid-19. Namun, ternyata tidak semua sirkuit tersebut bisa memuaskan para pembaap dan penonton.

Lihat saja komentar Sergio Perez yang menilai sejumlah sirkuit yang belum lama dipakainya untuk membalap, tidak memiliki karakter atau ciri khas, serta desain layout-nya yang terlalu standar.

Baca Juga:

Bahkan, tidak menutup kemungkinan bila pemenang dua Grand Prix dan 16 podium dalam 216 balapan F1 sejak 2011 tersebut, tidak mau turun pada balapan-balapan di AS yang tahun depan bakal ada tiga (Miami, Las Vegas, dan Austin).

“Pertama, memang bagus Formula 1 bisa berkembang sangat pesat di Amerika. Ini kesempatan bagi F1 dan saya kira semua bisa mendapatkan keuntungan,” ujar mantan pembalap Sauber, McLaren, Force India, dan Racing Point tersebut.

“Tetapi pada saat yang sama, akan sangat baik jika semua pihak mampu menjaga sejarah olahraga ini. Salah satunya dengan mempertahankan sirkuit-sirkuit bersejarah.

“Selain itu, semua pihak harus memastikan trek-trek baru F1 itu harus memiliki karakter kuat. Itu tidak saya temui di sejumlah sirkuit baru yang belum lama ini saya coba.”

Penegasan sikap Sergio Perez ini seperti alarm menyusul sejumlah kesulitan yang ditemui pengelola sirkuit-sirkuit baru tersebut untuk memperbarui kontrak. Sebut saja Monte Carlo di Monako dan Spa-Francorchamps di Belgia.

Dua sirkuit bersejarah di F1 itu akan habis kontrak pada akhir 2022 ini. Para pembalap seperti Sergio Perez maupun Sebastian Vettel jelas tidak ingin trek-trek seperti Monte Carlo dan Spa hilang dari kalender F1 seperti salah satu sirkuit legendaris di Eriopa, Le Castellet.

Selama ini, tidak diperpanjangnya sejumlah sirkuit oleh otoritas F1 karena mereka dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar balap modern. Padahal, mereka juga kekurangan anggaran untuk melakukan perbaikan akibat keuntungan yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hakkinen Prediksi Hamilton Mulai Pertimbangkan Pindah Tim
Artikel berikutnya Alfa Romeo Tuai Dampak Positif Kehadiran Valtteri Bottas

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia