Performa Impresif di Portugal Kini Jadi Standar Hamilton

Cara Lewis Hamilton memenangi Formula 1 Grand Prix Portugal kini dijadikan standar performanya untuk melawan Red Bull Racing.

Performa Impresif di Portugal Kini Jadi Standar Hamilton

Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) Lewis Hamilton merebut kemenangan ke-97 dalam karier Formula 1 setelah menjadi yang tercepat di Sirkuit Algarve, Portimao, Minggu (2/5/2021) lalu.

Di GP Portugal, pembalap Tim Mercedes-AMG Petronas F1 tersebut berhasil menundukkan rival terberatnya, Max Verstappen (Red Bull Racing), dan rekan setimnya sendiri, Valtteri Bottas. Hamilton bahkan unggul hingga 29 detik atas Verstappen yang finis di P2.

Seusai balapan, Prinsipal Tim Mercedes Toto Wolff menegaskan sudah tidak layak membicarakan performa impresif Hamilton di F1 karena gaya, teknik, dan mentalitas yang ditunjukannya di Portimao kini sudah menjadi standar bagi pembalap asal Inggris tersebut.

Setelah lomba, Hamilton mengungkapkan dirinya mampu membangkitkan sendiri mental dan fisiknya yang sempat menurun setelah melorot ke posisi ketiga – start dari grid kedua – seusai restart dengan safety car di awal lomba.

Mercedes menghadapi tantangan serius dari Red Bull pada awal F1 musim 2021. Bagi Mercedes, awal musim ini menjadi persaingan terberat mereka sejak menghadapi Scuderia Ferrari pada awal 2018 lalu.

Banyak yang menyebut Hamilton mampu membuat keajaiban mampu sangat dominan atas Red Bull di Portugal. Namun, Wolff menyebut performa tinggi yang ditunjukan Hamilton itu sebenarnya hanya standar yang dibuat sendiri oleh pembalap 36 tahun tersebut.  

Baca Juga:

“Kami memiliki mobil bagus. Di Portugal, untuk kali pertama musim ini kami benar-benar mampu bersaing merebut pole position,” ucap Wolff mengacu pole GP Portugal yang direbut Bottas.

“Mungkin, kami masih tertinggal sepersekian detik (dari Red Bull). Mobil kami bagus, namun sekali lagi, balapan kemarin kami memang sangat dekat dengan Red Bull. Hamilton sendiri mampu membalap dengan rapi dan penuh perhitungan.

“Tidak perlu lagi membicarakan performa luar biasa Hamilton di Portimao karena hal itu cukup sering dilakukannya. Balapan seperti itu kini menjadi standar baginya. Saya kira, ia sendiri yang membuat standar seperti itu.”

Hasil di Portugal menjadi kemenangan kedua Hamilton (setelah Bahrain) dari tiga lomba yang sudah digelar musim 2021 ini. Tambahan 25 poin membuatnya kini unggul delapan poin atas Verstappen di posisi kedua.

Hamilton dan Verstappen bersaing ketat sepanjang tiga balapan awal musim ini. Sejauh ini, keduanya bersaing dengan fair.

Wolff berharap kedua pembalap bisa terus bersaing seperti ini karena respek satu dengan lainnya. Baik Lewis Hamilton maupun Max Verstappen juga sadar betul besarnya kerugian dalam upaya perburuan gelar bila tidak mampu menyelesaikan sebuah balapan (DNF).

 

dibagikan
komentar
FIA Tak Ubah Penalti Raikkonen atas Pelanggaran di Imola

Artikel sebelumnya

FIA Tak Ubah Penalti Raikkonen atas Pelanggaran di Imola

Artikel berikutnya

Problem Sensor Penyebab Bottas Kehilangan Tenaga

Problem Sensor Penyebab Bottas Kehilangan Tenaga
Muat komentar