Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Performa Mercedes Bisa Tentukan Keputusan Lewis Hamilton

Juara dunia Formula 1 dua kali Mika Hakkinen yakin Mercedes harus memiliki mobil yang kompetitif pada 2022 untuk mempertahankan Lewis Hamilton.

Lewis Hamilton, Mercedes, 2nd position, on the podium

Mika Hakkinen menyebut berlanjut atau tidaknya Lewis Hamilton berkarier di Formula 1 terganting pada seberapa kompetitif mobil yang dibuat Mercedes-AMG Petronas F1 Team untuk musim balap 2022, W13.

Hamilton masih tetap bungkam setelah hasil kontroversial pada balapan terakhir penentu gelar F1 2021, GP Abu Dhabi, 12 Desember lalu. Spekulasi pun menyebut bila juara dunia F1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) itu akan mundur pada 2022, saat F1 menerapkan regulasi teknis baru untuk mobil.

Hakkinen yang mundur dari F1 pada akhir musim 2001, saat dirinya masih terbilang kompetitif, menyebut Hamilton sepertinya tengah menimbang berbagai opsi selama libur musim dingin ini.

Mika Hakkinen dan Mick Schumacher, Haas F1, berbincang di sela-sela F1 GP Arab Saudi 2021.

Mika Hakkinen dan Mick Schumacher, Haas F1, berbincang di sela-sela F1 GP Arab Saudi 2021.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

“Perjalanan Hamilton di Formula 1 sudah sangat panjang dan banyak elemen yang akan masuk pikirannya yang akan memengaruhi apakah ia akan lanjut atau tidak,” ucap kampiun F1 1998 dan 1999 itu seperti dikutip Press Association.

“Hamilton memiliki kepercayaan diri. Ia sudah berulang kali menang, kerap naik podium tertinggi, dan setiap orang yang melihatnya akan bilang, ‘Wow, Anda sangat hebat’.

“Ia pasti berpikir, situasi ini harus berlanjut. Jadi, ini akan menjadi tahun yang menarik baginya (bila memutuskan bertahan di F1).”

Dengan regulasi teknik yang baru, tidak ada tim yang akan langsung mampu dominan. Termasuk Mercedes yang mampu merebut total 15 dari kemungkinan 16 gelar F1 (pembalap dan konstruktor) dalam delapan musim terakhir sejak mesin turbo hybrid diberlakukan (2014).

Dengan kondisi tersebut, Hamilton bisa saja terpuruk di barisan belakang pembalap pada F1 2022 nanti. Jika ini benar-benar terjadi pada tahun pertama regulasi baru, Hakkinen menilai Hamilton akan sulit menerimanya.

Baca Juga:

“Regulasi baru F1 ini benar-benar mengubah situasi secara dramatis,” ujar pemenang 20 Grand Prix dari 161 start F1 antara 1991 sampai 2001 tersebut.

“F1 2022 nanti akan diikuti mesin (baca: mobil) yang benar-benar baru. Kesempatan para desainer untuk membuat rancangan yang optimal, mungkin tidak banyak. Jika itu terjadi pada Hamilton, akan sulit baginya untuk menerima.

“Jika Anda sudah terbiasa di puncak gunung dan tiba-tiba diminta untuk kembali mendakinya dari bawah karena tidak memiliki mobil terbaik, ini akan menjadi emosi yang sulit dikontrol oleh Hamilton.”

Mantan pembalap asal Finlandia yang hanya memperkuat tim Lotus dan McLaren di F1 itu menambahkan, dirinya sangat berharap Lewis Hamilton masih akan turun di F1 2022 nanti.

“Banyak pertanyaan di sekitar Hamilton. Kita semua tidak tahu apakah ia akan bertahan. Namun saya ingin ia tetap di F1,” kata Hakkinen yang akan turun bersama kompatriotnya, Valtteri Bottas, di kategori Nations Cup pada Race of Champions di Swedia, akhir pekan ini.

 

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Red Bull Umumkan Tanggal Rilis Mobil 2022, Begini Cara Menyaksikannya
Artikel berikutnya F1 Tawarkan Solusi Pangkas Sprint Race Jadi Tiga

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia