Pergantian Mesin Dapat Jadi Penentu dalam Persaingan Gelar F1 2021

Dengan kesuksesannya mengklaim posisi kedua GP Rusia, Max Verstappen telah memberi tekanan besar kepada Lewis Hamilton dengan perubahan mesin. Menurut eks bos Mercedes, Norbert Haug, itu akan menjadi salah satu faktor penentu.

Pergantian Mesin Dapat Jadi Penentu dalam Persaingan Gelar F1 2021

Pilot Red Bull Racing, Max Verstappen, mengambil sumber tenaga baru dalam race Grand Prix (GP) Rusia di Sirkuit Sochi Autodrom, akhir September lalu dan karena itu ia mendapatkan penalti grid.

Verstappen telah mendapatkan sanksi penurunan posisi start, setelah insiden dengan Lewis Hamilton di Monza. Jadi Red Bull pun memanfaatkannya untuk memperbarui mesin pembalapnya, yang akhirnya harus memulai dari grid belakang.

Dalam beberapa hari terakhir, rumor telah merebak bahwa Hamilton juga membutuhkan sumber tenaga baru untuk menghadapi sisa musim ini. Artinya, ia juga harus menerima penalti grid. Namun sejauh ini Mercedes memberi konfirmasi.

Yang pasti, Hamilton bakal menghadapi tantangan yang cukup besar jika benar-benar harus mengambil penalti grid akibat menggunakan mesin baru pada mobil Mercedes W12 miliknya.

Baca Juga:

“Tentu saja tidak akan mudah bila perubahan mesin diperlukan. Sirkuit yang ideal untuk melakukan itu tak ada. Verstappen melakukannya dengan sangat baik, start dari posisi terakhir dan masih bisa finis kedua,” ujar Norbert Haug kepada Sky F1 Jerman.

“Dengan itu dia melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk meminimalkan kerugian (dalam persaingan gelar). Anda hanya bisa memimpikan hasil seperti diraihnya. Mengganti mesin tidak berarti Anda bisa finis kedua jika harus start dari belakang.

“Saya tidak tahu apakah (Mercedes dan Hamilton) perlu (mengganti mesin), saya tidak punya informasi rinci tentang hal itu. Mungkin hanya rumor dan tidak dibutuhkan sama sekali,” mantan Wakil Presiden Mercedes Motorsport menambahkan.

Ditanya apakah perubahan mesin pada akhirnya berpotensi turut menentukan hasil kejuaraan, Haug tak menampik kemungkinan tersebut. Pasalnya, dengan situasi F1 saat ini segala aspek bisa berpengaruh.

“Itu tentu saja sangat mungkin. Saya pikir banyak rintangan masih bisa muncul. Jelas, sekarang bahkan pilot paling berpengalaman bisa menjadi sangat gugup saat balapan,” Haug menuturkan.

“Di bawah tekanan, Anda sangat mungkin membuat kesalahan, tak peduli meski Anda seorang pembalap profesional sekalipun. Kita sudah melihatnya sekarang. Kita telah melihat insiden yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya di Formula 1.”

Red Bull Racing RB16B dengan livery putih untuk F1 GP Turki 2021

Red Bull Racing RB16B dengan livery putih untuk F1 GP Turki 2021

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Norbert Haug mengingat kembali insiden yang terjadi di Sirkuit Monza, bulan lalu. Di sana Hamilton dan Verstappen bertabrakan di chicane pertama setelah episode panas antara tim mereka. Keduanya DNF dan gagal mencetak poin.

“Jika Anda berpikir kembali soal Monza, di mana salah satunya membuat pit stop yang buruk dan jatuh kembali, yang lainnya memiliki pit yang sedikit lebih baik, namun tidak cukup bagus,” ucap Haug.

“Faktanya bahwa mereka kemudian saling memburu di dalam trek Anda hanya bisa membayangkannya dalam sebuah skenario film, tidak ada yang percaya itu terjadi. Namun itulah yang perlu dilakukan dalam pertarungan gelar musim ini.

“Kenyataannya adalah itu bisa membuat banyak kejutan dan tentu saja juga menjadikan kejuaraan jauh lebih menarik daripada yang pernah Anda pikirkan sebelumnya,” kata pria 68 tahun asal Jerman lagi.   

 

dibagikan
komentar
Helmut Marko: Tiga Balapan Setelah F1 GP Turki Milik Red Bull Racing
Artikel sebelumnya

Helmut Marko: Tiga Balapan Setelah F1 GP Turki Milik Red Bull Racing

Artikel berikutnya

Christian Horner Penasaran Lihat Kinerja George Russell Musim Depan

Christian Horner Penasaran Lihat Kinerja George Russell Musim Depan
Muat komentar