Lance Stroll Ternyata Tersiksa Selama Dua Tahun di Williams

Dua musim awal Lance Stroll berkiprah di Formula 1 ternyata tidak menyenangkan. Penderitaan pembalap muda tersebut diungkap oleh sang ayah, Lawrence.

Lance Stroll Ternyata Tersiksa Selama Dua Tahun di Williams

Stroll melompat ke F1 pada 2017 atau beberapa bulan setelah ia menjuarai Formula 3. Ketika itu, pembalap Kanada tersebut mendapatkan kursi Williams.

Langkah yang dianggap tidak biasa, karena tak tampil di F2, ditambah dengan latar belakang sebagai anak konglomerat, membuat banyak orang yang sinis kepadanya. Selain meragukan kapasitasnya, tak sedikit yang menuding Stroll membayar untuk duduk di kursi tersebut.

Bahkan, juara dunia F1 1997, Jacques Villeneuve, menyebutnya sebagai rookie F1 terburuk. Bahkan podium perdana dari GP Azerbaijan, yang diraih pada musim debut, tak cukup untuk menyurutkan komentar negatif.

Stroll bertengger di peringkat ke-12 pada tahun 2017 dan anjlok enam tingkat di musim berikutnya.

“Kami mulai dengan Williams, Anda tahu, itu adalah dua tahun penuh penderitaan,” ujar Lawrence Stroll kepada podcast Beyond the Grid.

“Terutama ketika Anda terbiasa menang, dan setelah berlatih dua sampai tiga jam sehari, memperhatikan makanan yang Anda konsumsi dan tahu bahwa hasil terbaik yang bakal Anda dapatkan adalah P18 dalam akhir pekan bagus.

Baca Juga:

“Semua itu sungguh menantang jadi memberikannya sebuah mobil tahun lalu, sangat penting. Sangat fundamental untuk semua kerja keras yang dia lakukan.”

Merasa potensi putranya disia-siakan, Lawrence pun mengakuisisi tim balap Force India milik Vijay Mallya, dan mengemas jadi Racing Point.

Ketika memperkuat skuad milik ayahnya, pemuda 22 tahun itu tak lantas meroket. Namun, terlihat perkembangan setelah dibantu rekannya, Sergio Perez. Bahkan pada musim 2020, ia dua kali finis podium serta menjadi polesitter di Turki.

Lawrence pun membeli saham Aston Martin, selain untuk kepentingan bisnisnya, tapi juga mengakomodasi nafsu balapan putranya. Tahun ini, Racing Point berubah lagi jadi Aston Martin dan menggandeng juara dunia F1 empat kali, Sebastian Vettel, sebagai pendamping dan mentor Stroll junior.

Pria 62 tahun tersebut tetap yakin bahwa Lance pantas mendapat dukungan untuk tampil di F1.

“Menurut saya, Lance menunjukkan kapasitasnya di semua kategori junior, di mana mobil sangat identik. Tidak ada lagi yang bisa Anda kerjakan, dia memenangi banyak kompetisi go-kart pada tahun-tahun awal, memenangi Formula 4, Formula 3,” katanya.

“Saya kira itu kemenangan terbanyak, pole terbanyak, dan melawan banyak pembalap yang sekarang berada di sini. Berdasarkan sejarah, dia mampu melakukan itu. Tahun lalu, dia punya mobil yang memadai…kami juga banyak mendapat sial tahun lalu.

“Lance melaju dan berada di posisi keempat klasemen, tapi kemudian ban meletus. Itu seharusnya podium lagi, tapi malah ada beberapa orang yang mendorongnya ke luar trek. Padahal, itu adalah tahun pertama di mana kami punya mobil yang bisa melakukan apa pun.

“Semua tahu bahwa Anda hanya sebagus mobil. Anda dapat menempatkan juara dunia mana pun di mobil urutan 18 di grid dan dia akan ada di posisi ke-18 atau 17, tidak mungkin jadi yang pertama.”

Lawrence Stroll, Owner, Aston Martin F1

Lawrence Stroll, Owner, Aston Martin F1

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Menjelang Balapan F1, Sirkuit Austin Berbenah
Artikel sebelumnya

Menjelang Balapan F1, Sirkuit Austin Berbenah

Artikel berikutnya

Carlos Sainz Tegaskan Selalu Dukung Keputusan Ferrari

Carlos Sainz Tegaskan Selalu Dukung Keputusan Ferrari
Muat komentar