Perjalanan karier balap Leclerc menuju Maranello

dibagikan
komentar
13 Okt 2018 07.27

Tim Formula 1 Ferrari mengangkat Charles Leclerc ke skuat utama untuk musim 2019. Mari kita lihat perjalanan karier balapnya sejauh ini.

Slider
List

Keluarga pembalap

Keluarga pembalap
1/11

Foto oleh: Charles Leclerc

Lahir pada 16 Oktober 1997, Charles Leclerc tumbuh dalam keluarga bersama dua saudaranya, Lorenzo dan Arthur. Darah membalap mengalir dari sang ayah, Herve yang sukses di ajang gokart, kemudian di Formula 3 pada era 80 dan 90-an, dan juga sering tampil di kompetisi bergengsi seperti Macau Grand Prix. Herve pernah mengetes mobil Formula 1, tapi karena keterbatasan dana, ia tidak pernah berlaga di kasta tertinggi motorsport tersebut. Herve meninggal dunia karena penyakit paru-paru pada 2017. Hanya berselang empat hari kemudian, putranya menjuarai Feature Race Formula 2 di Baku.

Hidup sederhana di Monako

Hidup sederhana di Monako
2/11

Meski lahir dan besar di Monako, orang tua Charles ternyata hidup sederhana. Adalah sang kakek yang terkadang membayar biaya penginapan putra dan cucunya, tapi ia menolak mengeluarkan dana lebih besar untuk karier balap Charles. Untungnya Charles mampu menunjukkan bakatnya dan sering diikutkan ke berbagai program latihan.

Berteman dengan Bianchi

Berteman dengan Bianchi
3/11

Foto oleh: CIK/KSP

Di masa mudanya, Charles sangat dekat dengan Jules Bianchi, yang berumur tujuh tahun lebih senior. Ayah Jules, Phillipe, juga merupakan teman dekat Herve Leclerc. Berkat trek gokart yang dimiliki Phillippe di Brignoles, keahlian Charles muda makin terasah. Sebelum ulang tahunnya yang kelima, Charles sudah menyabet kemenangan di gokart.

Bertarung melawan Verstappen

Bertarung melawan Verstappen
4/11

Foto oleh: CIK/KSP

Pada 2010, karier gokart Leclerc naik ke level internasional, dan setahun berikutnya ia merengkuh titel di kelas KF3. Leclerc kemudian bergabung dengan tim ART Grand Prix dan memenangi sejumlah balapan. Tapi kali ini ia mendapat perlawanan dari pembalap bernama Max Verstappen. Setelah kembali bersaing sengit, Verstappen dan Leclerc masing-masing merebut peringkat pertama dan kedua di kejuaraan dunia kelas KZ 2013. Umur keduanya tidak terpaut jauh karena Verstappen hanya 16 hari lebih muda dibanding Leclerc.

Awal karier single-seater

Awal karier single-seater
5/11

Foto oleh: Renault Sport

Leclerc memulai debut single-seater pada 2014 dengan berlaga di ajang Formula Renault 2.0. Bianchi memantau kawan dekatnya tersebut sebagai salah satu mekanik. Berkompetisi semusim penuh di Formula Renault Alps, Leclerc mencetak tujuh podium dan dua kemenangan yang ia raih Monza. Ia menempati peringkat kedua di bawah pembalap Belanda, Nyck De Vries. Leclerc juga turun di beberapa balapan Formula Renault Eurocup, dan membawa pulang hasil tiga podium.

Dikalahkan duo Belanda, gabung tim Belanda

Dikalahkan duo Belanda, gabung tim Belanda
6/11

Foto oleh: Alexander Trienitz

Setelah harus mengakui keunggulan dua pembalap asal Belanda di dua kompetisi terakhir yang ia ikuti secara penuh, Leclerc terjun ke Formula 3 Eropa bersama skuat Belanda Van Amersfoort Racing pada 2015. Ia menorehkan empat kemenangan untuk menduduki peringkat keempat di klasemen akhir. Di Macau Grand Prix, Leclerc kembali menunjukkan kualitasnya dengan raihan runner-up.

Dua gelar beruntun: GP3 dan Formula 2

Dua gelar beruntun: GP3 dan Formula 2
7/11

Foto oleh: GP3 Series Media Service

Setahun kemudian, Leclerc mulai terlibat di sirkus balap F1. Dimulai dengan kompetisi GP3 Series. DI sana, ia kembali bertemu dengan rival, De Vries, dan juga mendapat perlawanan sengit dari rekan setim ART Grand Prix, Alexander Albon. Tapi Leclerc berhasil keluar sebagai juara umum. Melanjutkan momentum di Formula 2, Leclerc tampil dominan dan memenangi lima dari 11 balapan pertama. Meski tersingkir tiga kali, Leclerc tidak tersaingi dan dengan mudah merebut gelar keduanya dalam dua tahun. Sebelum Leclerc, tidak ada pembalap yang bisa meraih gelar GP3 dan GP2/Formula 2 secara beruntun. Ia juga menjadi rookie pertama yang berhasil jadi juara umum sejak Nico Hulkenberg pada musim GP2 2009.

Debut F1

Debut F1
8/11

Foto oleh: Sutton Images

Leclerc tergabung dalam program binaan Ferrari pada 2016. Dengan prestasi yang gemilang, maka hanya persoalan waktu kapan Leclerc bisa membalap di Formula 1. Memanfaatkan kesepakatan teknis Sauber dengan Ferrari, Leclerc tampil di F1 untuk yang kali pertama di tahun ini.

Poin F1 pertama di Baku

Poin F1 pertama di Baku
9/11

Foto oleh: Sutton Images

Sempat kesulitan di awal musim, Leclerc finis keenam untuk mencetak 8 poin perdananya.

Mimpi jadi kenyataan

Mimpi jadi kenyataan
10/11

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Setelah 14 balapan terlewati musim ini, Leclerc sudah memperoleh 13 poin. Ia dianggap telah memenuhi ekspektasi para petinggi Ferrari yang akhirnya mengambil keputusan untuk mempromosikannya sekaligus menggantikan Kimi Raikkonen untuk musim 2019. "Mimpi jadi kenyataan," ucap Leclerc.

Tak kenal rasa takut

Tak kenal rasa takut
11/11

Foto oleh: Sutton Images

Meski ia telah kehilangan sosok ayah, dan Bianchi yang mengalami kecelakaan fatal di Suzuka, Leclerc mengaku tidak pernah takut di balik kemudi mobil. "Itu [ketakutan] tidak ada di kamus saya. Bahkan setelah kematian Bianchi, saya tidak pernah ragu dengan masa depan saya. Saya sadar bahaya itu masih ada, tapi setiap kali saya berada di kokpit, saya hanya merasakan andrenalin. Saya tidak pernah menyetir semeter pun dengan rasa khawatir."

Artikel Formula 1 berikutnya
FIA resmikan kalender F1 2019 dan aturan baru

Artikel sebelumnya

FIA resmikan kalender F1 2019 dan aturan baru

Next article

Massa: Mesin F1 sekarang lebih agresif dan bertenaga dibanding V8

Massa: Mesin F1 sekarang lebih agresif dan bertenaga dibanding V8
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Charles Leclerc
Tim Ferrari Shop Now
Tipe artikel Special feature