Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Persaingan Ferrari vs McLaren Jadi Cerita Bagus untuk Formula 1

Pembalap McLaren Daniel Ricciardo merasa bahwa persaingan timnya dengan Ferrari bisa menjadi bahan cerita yang bagus bagi Formula 1.

Daniel Ricciardo, McLaren MCL35M, Charles Leclerc, Ferrari SF21

Musim 2021 disebut-sebut menjadi momentum kebangkitan Ferrari di Formula 1. Mereka menikmati tahun yang lebih kompetitif jika dibandingkan dengan F1 musim 2020. Terbukti, Tim Kuda Jingkrak berhasil merebut peringkat ketiga konstruktor dari McLaren.

Persaingan ketat antara McLaren dan Ferrari terjadi hampir sepanjang musim, sampai pada akhirnya Scuderia mulai mendominasi di sepertiga akhir tahun 2021 untuk mengamankan posisi ketiga.

Ini memperlihatkan bab baru dalam salah satu persaingan paling tradisional di F1 selama beberapa dekade. Sebelum Mercedes dan Red Bull Racing mencuat, duel antara McLaren dan Ferrari memang hanya untuk gelar dan bukan peringkat ketiga seperti dua tahun terakhir. 

Pertarungan perebutan gelar McLaren-Ferrari yang terkenal di antaranya James Hunt dan Niki Lauda pada 1970-an, Ayrton Senna-Alain Prost pada awal 1990-an, duel Michael Schumacher-Mika Hakkinen pada akhir 1990-an sampai awal 2000-an, dan Lewis Hamilton versus Felipe Massa pada 2008.

Daniel Ricciardo, yang pada musim perdananya bersama McLaren (2021) butuh beradaptasi cukup lama, menikmati pertempuran timnya dengan skuad asal Maranello, Italia, tersebut. Ia pun berpikir itu adalah "cerita keren" untuk F1.

Baca Juga:

"Sudah bisa menghadapi Ferrari seperti ini saja sudah jadi cerita yang keren. Kedua tim ini mengalami beberapa tahun yang rendah di saat mereka adalah tim terbesar yang pernah ada," kata Ricciardo.

"Sekarang mereka kembali dan mereka bertarung habis-habisan. Kalau saja kami memperebutkan peringkat pertama, itu akan benar-benar jadi cerita yang saya yakin banyak penggemar inginkan." 

Terlepas dari posisi, Ricciardo menghargai Ferrari, yang membuat McLaren memiliki tujuan jelas serta konkret untuk dikejar sepanjang tahun 2021.

Karena Mercedes dan Red Bull, keduanya terbukti sudah berada di luar jangkauan kedua raksasa tersebut.

"Selalu lebih baik ketika Anda memiliki hal yang bisa diperjuangkan," ucap pembalap Australia itu.

“Jika kita berada dalam pertempuran yang sepi untuk posisi ketiga dan Red Bull serta Mercedes terlalu jauh di depan, Ferrari terlalu jauh di belakang, saya pikir itu akan kurang menarik.

"Saya suka memiliki target dan sesuatu untuk dikejar, jadi itu bagus. Dan yang pasti kami telah memfokuskan beberapa hal pada mereka dan mencoba untuk mengalahkan mereka, tetapi mungkin masalah kami lebih banyak.

"Bagi saya pribadi sebagai pengemudi, tidak peduli apa warna mobilnya, jika Anda pikir Anda bisa mengalahkan mereka maka Anda akan mencoba mengalahkan mereka.

“Itu tidak benar-benar mengubah tindakan di belakang kemudi, tapi saya pikir bagi tim untuk memiliki target itu dan pertempuran itu, itu menciptakan sedikit lebih banyak momen. Saya tidak ingin mengatakan motivasi, tapi ya, ada target, jadi setiap akhir pekan Anda memiliki sesuatu yang benar-benar harus dikerjakan dan itu tidak membuat salah satu dari kita berpuas diri."

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, Lando Norris, McLaren MCL35M, Charles Leclerc, Ferrari SF21

Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, Lando Norris, McLaren MCL35M, Charles Leclerc, Ferrari SF21

Photo by: Simon Galloway / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Carlos Sainz Percaya Diri Mampu Bersaing Gelar pada F1 2022
Artikel berikutnya Alasan Sergio Perez Cocok di Red Bull Racing

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia