Persiapan de Vries untuk F1 GP Singapura Terhambat Brexit

Persiapan Nyck de Vries untuk F1 GP Singapura terganjal oleh Brexit. Ia tidak bisa terbang ke Inggris untuk berlatih dengan simulator di markas Williams, Oxfordshire.

Persiapan de Vries untuk F1 GP Singapura Terhambat Brexit

Juara Formula E 2020-2021 itu tidak asing dengan mobil Formula 1. Hanya saja beberapa kali, ia mengemudi dalam kapasitasnya sebagai rookie yang turun di FP1.

Dalam Grand Prix Italia, de Vries malah bisa berdebut untuk Williams dalam balapan karena Alex Albon mengalami radang usus buntu. Tim tersebut tidak menaruh ekspektasi tinggi.

Ternyata, pembalap Belanda memulai balapan dari urutan kedelapan dan finis P9. Dua poin perdana dipersembahkan untuk Williams.

Karena Albon menjalani operasi dan butuh pemulihan, kehadirannya di GP Singapura, akhir pekan ini, belum bisa dipastikan. Oleh karena itu, de Vries harus siap jika sewaktu-waktu diminta mengemudi FW44.

Ia harus mempelajari sirkuit Marina Bay lewat simulator Williams. Namun, keinginan itu terhambat oleh keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa sejak 2020.

Setelah Brexit, penduduk Uni Eropa tidak sebebas sebelumnya masuk ke Inggris. Mereka mesti membawa paspor.

Sebenarnya, ada kelonggaran untuk warga Belanda khusus untuk mereka yang tinggal di Inggris sebelum 31 Desember 2020. Mereka boleh terbang ke negara itu tanpa paspor hingga 2025.

Baca Juga:

Hanya saja, de Vries tidak masuk dalam kriteria ini. Pembalap cadangan Mercedes tersebut mencoba pergi ke London dari Budapest, tapi upayanya gagal karena tak ada paspor.

Ia pun terpaksa kembali ke rumah dan hanya mempelajari karakter lintasan GP Singapura seadanya. Ini tentu tidak maksimal jika dibandingkan menggunakan fasilitas simulator Williams.

De Vries belum menandatangani komitmen dengan tim baru setelah Mercedes keluar dari Formula E. Setelah kejutan di Monza, pembalap 27 tahun itu disebut pantas berada di grid F1 secara reguler.

Juara dunia Formula 2 2019 itu dikaitkan dengan Williams yang kesulitan mendulang poin karena line-up kurang mumpuni.

Desakan mendepak Nicholas Latifi untuk F1 2023 pun menguat. Pembalap Kanada itu mengecewakan karena baru memberikan tujuh poin dalam tiga musim.

Beberapa waktu lalu, tim mengumumkan bahwa kedua belah pihak setuju berpisah akhir musim nanti. Spekulasi mencuat bahwa de Vries akan didudukkan dalam kokpit musim depan. Namun, tidak menutup kemungkinan pembalap lain yang akan berada di sana.

Nyck de Vries, Williams FW44, Zhou Guanyu, Alfa Romeo C42, Carlos Sainz, Ferrari F1-75

Nyck de Vries, Williams FW44, Zhou Guanyu, Alfa Romeo C42, Carlos Sainz, Ferrari F1-75

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Aksi Nyck de Vries atau Alex Albon bisa disaksikan dalam F1 GP Singapura yang berlangsung akhir pekan ini. Bagi para penggemar bisa membeli tiket dengan diskon 10 persen dengan memasukkan kode SINGAPORE10 melalui Motorsport Ticket.

Tiket F1 seri berikutnya atau balapan lain dapat diperoleh dengan mudah, tinggal klik di sini.

dibagikan
komentar
Ross Brawn Nilai Mick Schumacher Pantas Terus Balapan F1
Artikel sebelumnya

Ross Brawn Nilai Mick Schumacher Pantas Terus Balapan F1

Artikel berikutnya

Alfa Romeo Hanya Mau Bermitra dengan Pengguna PU Ferrari

Alfa Romeo Hanya Mau Bermitra dengan Pengguna PU Ferrari