Petronas perpanjang kontrak dengan Mercedes

Perusahaan minyak dan gas Malaysia, Petronas, menandatangani kontrak jangka panjang dengan tim pabrikan Formula 1 asal Jerman, Mercedes.

Penandatanganan kontrak ini sekaligus mengakhiri spekulasi reporter televisi Channel 4, Eddie Jordan, yang mengklaim bahwa tim balap Mercedes bisa hengkang dari F1 ketika dua sponsor utama mereka, Petronas dan UBS, berakhir usai 2018.

Meski Mercedes telah membantah secara publik, perjanjian terbaru dengan Petronas ini setidaknya bisa memastikan keikutsertaan skuat Brackley tersebut di ajang 'jet darat' hingga tiga tahun ke depan.

CEO Petronas, Datuk Wan Zulkiflee Wan Ariffin, mengatakan bahwa komitmen mereka dengan Mercedes tidak terpengaruhi oleh berakhirnya gelaran GP Malaysia.

"Keterlibatan kami di olahraga balap sudah dimulai sejak 1995, beberapa tahun sebelum balapan perdana [F1] Sepang pada 1999," ujarnya. "Dan kami berniat melanjutkannya.

"Kemitraan ini telah memberikan kami hasil yang sangat positif sejak beberapa tahun terakhir, dan saya senang bisa mengumumkan perpanjang kontrak sponsor ini dengan tim [Mercedes]."

Bos tim Mercedes, Toto Wolff  sebelumnya mengaku kecewa dengan pernyataan Jordan yang ia anggap telah mempengaruhi pikiran para pegawainya.

"Saya sudah berkata kepada dia bahwa siap saling melempar candaan dengan Eddie," ujar Wolff. "Tapi saya berhenti tertawa ketika ia bercanda soal masa depan 1500 pegawai kami.

"Dan dalam sesi wawancara saya sudah bilang kepada dia bahwa ini adalah topik yang serius buat saya. Kami tidak meninggalkan F1, tidak ada sponsor kami yang meninggalkan F1, kami cukup senang dengan posisi kami saat ini.

"Ia harusnya berhenti mengeluarkan rumor-rumor, berita palsu seperti ini."

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Mercedes
Tipe artikel Breaking news