Pierre Gasly Incar Kursi Red Bull Musim 2023

Pembalap AlphaTauri, Pierre Gasly, ingin kembali ke Red Bull Racing. Ia ingin membuktikan bisa melaju kencang dengan mobil terbaik.

Pierre Gasly Incar Kursi Red Bull Musim 2023

Gasly pernah mendapat kesempatan menjadi tandem Max Verstappen pada 2019 lalu, ketika Daniel Ricciardo memutuskan untuk bergabung dengan Renault.

Namun, pembalap asal Prancis itu belum matang dan kesulitan mengimbangi level Verstappen. Hal ini membuat para petinggi Red Bull memutuskan untuk mengembalikan Gasly ke Toro Rosso (sekarang AlphaTauri) di pertengahan musim.

Gasly sendiri bertukar posisi dengan pembalap berdarah Thailand-Inggris, Alex Albon, yang baru dipromosikan oleh Scuderia Toro Rosso dari Formula 2.

Apa yang ditunjukkan Albon dalam sembilan balapan terakhir cukup meyakini Red Bull Racing puas dan ia pun mendapat kesempatan untuk kembali memperkuat tim semusim penuh pada 2020.

Sedangkan Gasly tetap bersama AlphaTauri. Kendati demikian, ia justru berhasil mencetak kemenangan pertamanya di Formula 1 pada Grand Prix Italia di Monza.

Walau kini telah membela AlphaTauri selama dua musim, Gasly rupanya menyimpan keinginan untuk membela Red Bull Racing agar dapat berkompetisi dengan mobil terbaik di grid.

“Untuk saat ini, itu masih menjadi tujuan saya. Saya juga terikat kontrak dengan Red Bull dan saya ingin mengendarai mobil yang cepat, memperjuangkan posisi terdepan dan memenangi kejuaraan,” kata Gasly kepada Motorsport.com.

“Tentu saja, untuk memenangi kejuaraan dan dapat bersaing di balapan, Anda memerlukan banyak orang yang mendukung Anda.

“Semua orang harus mendorong ke arah yang sama dan bekerja dengan tujuan yang sama. Max memiliki tim yang sepenuhnya mendukung dia dan itu juga terjadi di masa lalu dengan Michael Schumacher.

“Bersama AlphaTauri, kami mampi mencapai hasil yang memuaskan dengan bekerja ke arah yang sama, karena semua orang memiliki tujuan yang sama.

“Saya pikir sangat memungkinkan melakukan itu bersama Red Bull, ini menjadi prioritas saya.

“Kami akan melihat apa yang terjadi di masa depan dan kami harus memahami apakah kami ingin tetap bersama atau kami mengevaluasi kesempatan lainnya.

“Untuk saat ini, bagaimanapun, prioritas saya adalah Red Bull.”

Baca Juga:

Pierre Gasly menegaskan prestasi yang bisa dicapai di Formula 1 tergantung pada paket mobil yang digunakan seorang pembalap.

Bersama AlphaTauri, pemuda 25 tahun itu menyadari tak bisa meraih kemenangan atau podium dalam kondisi normal, finis di lima besar juga sudah menjadi pencapaian yang sangat bagus.

“Itu sangat, sangat sulit. Dalam kategori yang lebih rendah, saya terbiasa menang dan ketika Anda melakukan pekerjaan dengan baik, Anda dihargai dengan kemenangan, trofi, dan selebrasi,” ujarnya.

“Di Formula 1, ketika Anda masih melakukan pekerjaan dengan baik dan finis ketujuh, karena mobil hanya memungkinkan Anda mendapatkan hasil itu, Anda harus puas dengan pencapaian itu.

“Awalnya sangat sulit bagi saya untuk menerima kenyataan ini, tetapi kemudian saya belajar membedakan hasil akhir dari pekerjaan yang dilakukan di dalam mobil.

“Tetap saja, itu adalah sesuatu yang sulit untuk diterima. Jika saya berada di mobil tim papan atas, saya bisa membuat banyak kesalahan, berbelok, melebar atau bahkan start terakhir, tapi selalu memiliki kesempatan untuk membidik podium.

“Di papan tengah, Anda berjuang keras tetapi kemudian menyelesaikan balapan 40 detik di belakang pemenang dan tidak pernah mendapatkan trofi. Bahkan, jika Anda menawarkan kinerja yang fantastis, itu tidak memberi Anda kepuasan yang sama.”

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Staf Lembur, Charles Leclerc Janji Bayar Mereka dengan Prestasi
Artikel sebelumnya

Staf Lembur, Charles Leclerc Janji Bayar Mereka dengan Prestasi

Artikel berikutnya

Duo McLaren Beda Pandangan soal Sirkuit Jeddah

Duo McLaren Beda Pandangan soal Sirkuit Jeddah
Muat komentar