Plus-Minus Strategi Ban di F1 GP Portugal

Sirkuit Alvarge, tuan rumah lomba Formula 1 Grand Prix Portugal, Minggu (2/5/2021) malam WIB, memiliki aspal sangat licin. Seperti apa strategi ban nanti?

Plus-Minus Strategi Ban di F1 GP Portugal

Salah satu faktor terbesar pada lomba ketiga Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 nanti adalah licinnya aspal Autodromo Internacional do Algarve, Portimao, tuan rumah GP Portugal. Ini membuat tim-tim memutar otak untuk menjadi yang tercepat saat balapan nanti.

Mercedes-AMG Petronas misalnya, yang menempatkan Valtteri Bottas dan juara dunia Lewis Hamilton di grid start pertama dan kedua, mampu mencetak waktu lap bagus dengan ban Pirelli medium-hard dibanding yang berkompon lunak (soft).

Secara teori, hal itu sangat sulit dan bahkan tidak mungkin dilakukan. Biasanya, selisih waktu lap antara satu kompon ke kompon berikutnya (yang lebih keras) bisa mencapai 0,5 detik.

Itulah mengapa GP Portugal akan sangat menantang. Kondisi aspal yang “tidak biasa” untuk ban membuat tim-tim sangat sulit menentukan komposisi ban untuk menyesuaikan dengan strategi yang akan mereka terapkan.

Pirelli menjelaskan, taktik dua pitstop tidak disarankan dilakukan di Algarve. Pertama, di sesi latihan bebas terbukti ban sulit menjadi aus. Kedua, waktu pembalap akan terbuang signifikan jika banyak masuk dan keluar pit lane.

Baca Juga:

Pada saat bersamaan, ban yang tidak mudah aus membuat pilihan strategi menjadi lebih variatif. Mereka bisa sedikit mudah mengatur waktu kapan mengganti ban.

Sepuluh pembalap yang akan start GP Portugal di posisi depan bakal menggunakan ban berbeda. Ban medium-hard akan dipakai Bottas dan Hamilton, duet Red Bull Racing Max Verstappen dan Sergio Perez, serta Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) di grid kedelapan.

Sementara, ban lunak akan dipakai saat start masing-masing oleh Carlos Sainz (Ferrari/grid 5), Esteban Ocon (Alpine/6), Lando Norris (McLaren/7), Pierre Gasly (AlphaTauri/9), dan Sebastian Vettel (Aston Martin/10).

“Mereka yang menggunakan ban medium-hard akan memiliki pilihan strategi lebih banyak. Pembalap yang start dengan ban soft akan mulai kesulitan setelah 10 atau 15 lap awal, saat ban biasanya mulai aus,” tutur Mario Isola, Kepala Divisi Racing dan Formula 1 Pirelli.

“Untuk daya tahan, ketiga jenis kompon ban bisa digunakan secara bergantian,” kata Isola menjelaskan.

Masukan dari Pirelli selaku pemasok tunggal ban ini tidak serta merta bisa diterapkan oleh setiap tim. Karena penggunaan ban sejak latihan bebas, Mercedes tidak lagi memiliki ban berkompon keras baru. Sementara, Red Bull Racing tidak lagi memiliki ban lunak yang baru.   

 

 

 

dibagikan
komentar
Perez Bertekad Tekan Mercedes sejak Lap Pertama

Artikel sebelumnya

Perez Bertekad Tekan Mercedes sejak Lap Pertama

Artikel berikutnya

FIA Akan Tinjau Ulang Penalti Raikkonen

FIA Akan Tinjau Ulang Penalti Raikkonen
Muat komentar