Podcast: Hasil F1 GP Turki Akan Sulit Ditebak

Formula 1 Grand Prix Turki, akhir pekan ini, diprediksi masih akan menyisakan persaingan sengit di antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen. Namun, pembalap lain bisa mengejutkan.

Podcast: Hasil F1 GP Turki Akan Sulit Ditebak

Menghadapi balapan di Sirkuit Istanbul Park, 7-10 Oktober ini, Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) hanya unggul dua poin atas Max Verstappen (Red Bull Racing) yang berada di posisi kedua klasemen pembalap Kejuaraan Dunia Formula 1 2021.

Hamilton sendiri dalam kondisi jauh berbeda menghadapi GP Turki. Jika tahun lalu ia mampu memastikan gelar juara dunia di Istanbul – yang berarti unggul sangat jauh atas rivalnya – dan terkesan tidak terlalu tertekan, musim ini jauh sebaliknya.

Bila beberapa tahun terakhir Hamilton terlihat tidak memiliki pengganggu dalam merebut gelar, tahun ini Verstappen mampu membuat pembalap sekaliber Hamilton yang juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) kesulitan.

Jika akhir pekan dan balapan nanti berlangsung dalam kondisi sirkuit normal, kemungkinan hujan hanya 30-40 persen saat lomba, persaingan perebutan pemenang masih akan diramaikan oleh duel Lewis Hamilton dan Max Verstappen.

Namun begitu, jika kondisi hujan seperti gelaran GP Turki tahun lalu, maka sulit untuk memprediksi siapa yang akan naik podium utama. Sejumlah pembalap belakangan menunjukkan potensinya untuk menang.

Para pembalap seperti duo McLaren, Daniel Ricciardo dan Lando Norris, pasangan Scuderia Ferrari Mission Winnow, Charles Leclerc dan Carlos Sainz, Pierre Gasly (Scuderia AlphaTauri Honda) hingga rekan setim Hamilton dan Verstappen sendiri, Valtteri Bottas dan Sergio Perez, memiliki peluang yang sama untuk menang bila hujan turun.

Melihat statistik performa di Turki, Lewis Hamilton mungkin sedikit lebih baik daripada Max Verstappen. Pembalap Inggris itu sudah dua kali menang di Istanbul Park, bersama McLaren-Mercedes pada 2010 serta untuk Mercedes tahun lalu, ketika balapan berlangsung di trek basah (foto utama).

Baca Juga:

GP Turki tahun ini bakal menjadi gelaran kesembilan. Setelah digelar perdana pada 2005 dan berlanjut hingga 2011, Istanbul Park tak lagi masuk kalender F1 antara 2019 sampai 2019.

Barulah pada tahun lalu mereka dipercaya kembali menggelar F1 setelah menjadi balapan pengganti akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, GP Turki pun berstatus menggantikan balapan lain. Setelah awalnya menggantikan GP Kanada, Istanbul Park kemudian dipercaya menutup posisi GP Singapura.

Verstappen yang melakukan debut F1 pada 2015, praktis baru tahun lalu merasakan turun di GP Turki. Verstappen yang start dari grid kedua akhirnya harus puas finis di posisi keenam.

Dari sisi mesin, Mercedes masih yang terkuat di Istanbul Park dengan empat kemenangan: dua bersama McLaren, satu untuk Brawn dan satu saat menjadi tim pabrikan. Ferrari berada posisi kedua dengan tiga kemenangan lewat Felipe Massa pada 2006, 2007, 2008.

Ferrari yang tahun lalu mampu naik podium ketiga lewat Sebastian Vettel  (kini Aston Martin), akhir pekan nanti juga patut diwaspadai di GP Turki nanti menyusul performa menanjak dari Sainz dan Leclerc.  

Red Bull sejauh ini baru sekali menang di Istanbul Park lewat Sebastian Vettel pada 2011. Saat itu, mereka memakai mesin Renault.

Kendati begitu, tahun ini Red Bull sudah berubah total. Mesin dari Honda juga lebih bertenaga dan mampu menyaingi Mercedes di berbagai sirkuit. Yang pasti, dari tujuh balapan yang tersisa, banyak pihak yakin tidak tim ada yang bakal dominan.

Pembahasan lengkap mengenai preview Formula 1 Grand Prix Turki pada akhir pekan ini bisa disimak lewat player yang ada di bawah naskah ini. Selain itu, podcast 'Motorsport.com Indonesia' juga bisa diakses lewat Spotify dan Apple Podcast.

 

 

     

dibagikan
komentar
10 Kemenangan Perdana Formula 1 yang Gagal Diraih

Artikel sebelumnya

10 Kemenangan Perdana Formula 1 yang Gagal Diraih

Artikel berikutnya

Dua Awak Mobil Medis Formula 1 Positif Covid-19

Dua Awak Mobil Medis Formula 1 Positif Covid-19
Muat komentar