Polisi Luncurkan Investigasi Perusakan Makam Bruce McLaren

Makam keluarga Bruce McLaren di Pemakaman Waikumete, Auckland, dirusak dengan cat emas dan mobil-mobilan.

Bruce McLaren, Cooper T73 Climax

Makam pendiri McLaren, Bruce McLaren, istrinya Patricia, dan kedua orang tuanya, Ruth dan Les, di Pemakaman Waikumete, Auckland, jadi korban aksi vandalisme. Nisan mereka disemprot dengan cat emas dan mobil-mobilan ditempelkan di sana.

"Dengan rasa cemas kami perlu menginformasikan kepada para pengikut kami bahwa makam Bruce, Patty, Ruth dan Pop di Pemakaman Waikumete di Auckland baru-baru ini telah dirusak," demikian pernyataan pihak yayasan. 

"Makam-makam itu telah disemprot dengan cat emas dan mobil-mobilan ditancapkan di atasnya. Kami tidak habis pikir mengapa ada orang yang melakukan hal ini.

"Tawaran yang sangat baik telah diberikan oleh The Grave Guardians, sebuah organisasi sukarela yang merestorasi nisan-nisan untuk memperbaiki kerusakan, dan kami sangat berterima kasih. Sementara pekerjaan ini dilakukan, batu-batu tersebut dibungkus dan tidak dapat dilihat."

Polisi Selandia Baru telah melaporkan bahwa penyelidikan dilakukan sejak  5 November, dan mereka meminta informasi dari masyarakat. Pihak pemakaman telah mengonfirmasi bahwa kamera keamanan masih aktif pada saat kejadian, namun karena luasnya area, kamera tersebut mungkin tidak dapat membantu pihak berwenang. 

Hal ini terjadi setelah kerusakan pada makam terlihat pada September, dengan tutup pelindung, yang diterapkan saat pekerjaan perbaikan dilakukan, dilepas pada satu kesempatan. 

Para sukarelawan dari The Grave Guardians berbaik hati untuk membantu pemulihan makam-makam tersebut. 

 

Hal ini dilakukan menjelang akhir pekan Grand Prix Brasil di Interlagos, di mana pembalap McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri terus berjuang untuk memperebutkan gelar juara dunia. Sementara McLaren merayakan titel konstruktor di Grand Prix Singapura 2025. 

"Senang sekali bisa berkumpul dan merayakan kesuksesan yang telah kami raih sebagai sebuah tim," kata CEO McLaren Racing, Zak Brown, saat itu. "Kami juga dapat menggunakan momen ini untuk merefleksikan era pepaya McLaren, yang dimulai pada 2018 tetapi benar-benar menjadi kekuatan penuh pada 2023.

"Mampu mencapai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Formula 1 adalah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh semua orang. Sejak awal era ini, kami telah merayakan 18 pole position, 19 kemenangan, 67 podium, dan sembilan kali finis 1-2, serta meraih gelar juara konstruktor secara beruntun.

"Keberhasilan ini berkat budaya dan persatuan yang mendorong tim ini, serta dukungan berharga dari para penggemar dan mitra kami yang luar biasa. Saya tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan ini bersama-sama."

Artikel sebelumnya Red Bull bersama Ford Umumkan Tanggal Rilis Mobil F1 2026
Artikel berikutnya Kenapa Antonelli Lebih Sukses di Sirkuit yang Asing

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Edisi

Indonesia Indonesia
Filter