Preview F1 2017: Era baru, akhir dominasi Mercedes?

dibagikan
komentar
Preview F1 2017: Era baru, akhir dominasi Mercedes?
23 Mar 2017 04.36

Musim Formula 1 2017 sudah di depan mata - apakah regulasi baru dapat menyajikan pertarungan seru di depan dan mematahkan dominasi Mercedes? Panel internasional kami memberikan prediksinya.

Panel

 Charles Bradley (CB) - Editor-in-chief

 Jonathan Noble (JN) - Editor F1

 Adam Cooper (AC) - Reporter F1

 Pablo Elizalde (PE) - Editor Berita

 Roberto Chinchero (RC) - Reporter F1, Italia

 Guillaume Navarro (GN) - Editor-in-chief, Perancis

 Erwin Jaeggi (EJ) - Editor F1, Belanda

 Oleg Karpov (OK) - Editor F1, Rusia

 Jamie Klein (JK) - Editor Inggris Raya

 Val Khorounzhiy (VK) - Editor Berita

Aditya Gagat (AG) - Editor F1, Indonesia

Ibrahim Haddad (IH) - Editor F1, Indonesia

Bagaimana persaingan antar tim-tim papan atas?

CB: Saya berharap akan ada pertarungan antar tiga tim: Mercedes, Ferrari, dan Red Bull. Tetapi apakah catatan waktu saat tes memang bisa dipercaya? Yang saya khawatirkan dari Ferrari – meski mereka terlihat kencang saat ini – adalah minimnya pengembangan mobil. Red Bull juga memiliki defisit dalam hal tenaga mesin. Saya tidak yakin ada tim lain yang bisa mengalahkan Mercedes sepanjang musim; Mereka memiliki segalanya.

AC:  Ferrari tentunya telah meraih kemajuan besar, dan saya percaya SF70H akan bisa memenangi balapan karena usaha mereka sendiri (bukan faktor keberuntungan). Tapi saat musim sudah berjalan, Mercedes (dengan sedikit sentuhan magis dari Hamilton) akan keluar sebagai tim yang teratas. Sepanjang musim dingin, Red Bull sempat diusung sebagai tim yang difavoritkan untuk merebut gelar juara dunia, tapi melihat hasil testing perkiraan tersebut sepertinya belum bisa dibuktikan. Namun sepanjang musim tahun ini, saya bisa melihat RB13 akan mendapatkan paket update yang lebih baik.

PE: Ferrari memang terlihat langsung tampil bagus dengan mobil baru mereka, dan meski saya berharap prediksi saya salah, saya kira Mercedes akan tetap memiliki keunggulan. Performa mereka saat mengembangkan mobil akan menempatkan Mercedes di atas Ferrari sepanjang tahun ini.

Peluang Hamilton merebut gelar juara dunia keempat kini semakin besar karena Rosberg sudah tidak lagi di Mercedes. Red Bull dan Renault masih membutuhkan waktu sebelum mereka bisa bersaing dengan tim-tim rival dan memperebutkan kemenangan di awal musim.

GN: Meski Mercedes telah menunjukan kekuatan mereka dalam hal laju dan reliabilitas, tim-tim rival seperti Red Bull dan Ferrari akan bisa menyaingi mereka di persaingan konstruktor. Bottas harus bisa memanfaatkan peluang juara balapan ketika Hamilton gagal, sementara duo Red Bull juga akan terus membanyangi mereka dengan strategi yang agresif.

Ferrari harus lebih berani dalam aspek manajemen tim, karena Mercedes dan Red Bull bisa tampil lebih efisien. Tapi Ferrari mungkin akan terbantu dengan tingkat degradasi ban Pirelli yang lebih rendah untuk tahun ini.

EJ: Ferrari terlihat sangat kuat saat testing. Tapi tahun lalu mereka juga memperlihatkan hal yang sama, dan musim itu menjadi musim tanpa kemenangan untuk Scuderia. Mercedes masih memiliki keunggulan, tetapi mereka harus bekerja lebih keras untuk membendung serangan dari Ferrari dan Red Bull.

OK: Red Bull sepertinya tidak akan terlalu kuat di awal musim. Tetapi mereka selalu berkembang begitu musim berjalan. Jadi akan menjadi hal yang bodoh jika kita meremehkan mereka. Meski demikian, Mercedes dan Ferrari sepertinya memang menjadi dua tim yang paling siap menghadapi musim ini.

Menyebut nama Mercedes sebagai tim yang difavoritkan menjadi juara sepertinya menjadi jawaban yan membosankan; Untuk saat ini saya kira Ferrari bisa memberikan mereka sebuah persaingan yang ketat. Dan mempunyai Kimi Raikkonen sebagai penantang gelar juara dunia adalah sesuatu yang bisa memberikan keuntungan untuk F1.

AG: Kini sudah hampir 10 tahun semenjak Ferrari merebut titel konstruktor terakhir mereka, dan saya pikir tahun ini menjadi kesempatan terbaik Scuderia untuk bisa mematahkan dominasi Mercedes. Tapi Mercedes adalah Mercedes, kita tidak pernah tahu apakah mereka sengaja memelankan laju mobil saat testing.

Peluang Red Bull untuk memperebutkan gelar juara dunia tahun ini akan bergantung pada unit mesin Renault mereka. Tapi setidaknya Red Bull memiliki keunggulan dalam hal pengembangan mobil, dan paruh akhir musim bisa menyajikan kisah yang berbeda.

Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Sebastian Vettel, Ferrari SF70H

Foto oleh: XPB Images

Apa yang bisa McLaren selamatkan di musim ini, setelah drama masalah mesin pada tes pramusim?

JN: McLaren sepertinya akan kembali menjalani musim yang sulit, karena Honda tidak memiliki solusi cepat dalam mengatasi masalah reliabilitas dan performa mesin mereka. Hubungan kemitraan antara kedua pihak sudah semakin tegang, dan hanya langkah radikal – seperti membangun ulang operasi Honda F1, atau berpisah – yang bisa menyelamatkan McLaren.

AC: Kita memberikan kesempatan kepada McLaren untuk menunjukan peningkatan mereka sepanjang musim dingin. Tapi tentunya itu tidak terjadi. Kabar yang menyebutkan kembalinya kemitraan mereka dengan Mercedes menandakan hubungan McLaren dengan Honda sudah lebih buruk dari yang kita pikir. McLaren diragukan bisa bersaing di papan tengah yang kini semakin kompetitif, dan juga pentingnya faktor performa mesin di F1 2017,

PE: Tim-tim yang menjalani tes pramusim tanpa masalah belum tentu bisa bersaing di papan atas F1, apalagi jika tim tersebut berada di posisi yang sama seperti yang ditempati McLaren-Honda. Kita sering mendengar keluhan Ferrari dan Mercedes yang masih menginginkan tambahan waktu trek untuk mobil mereka. Jadi bisa kita bayangkan betapa frustrasinya para personel tim di Woking (markas McLaren).

Peraturan soal pengembangan mesin kini sudah lebih fleksibel. Tapi pertama-tama, Honda harus bisa memecahkan masalah yang mereka alami saat ini, dan membuat kemajuan yang memungkinkan McLaren bisa berada di posisi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Saya pikir McLaren tidak membutuhkan banyak balapan untuk bisa memperkirakan musim seperti apa yang akan mereka lalui tahun ini. Dan jika masa depan mereka semakin suram, maka "keputusan besar" yang digaungkan oleh Alonso bisa menjadi kenyataan.

RC: Tes Barcelona mengonfirmasi tantangan yang akan dihadapi McLaren dan Honda di 2017. Hilangnya aturan token mesin secara teori akan membantu Honda dalam usaha mereka mencari solusi masalah. Tapi dengan besarnya skala tugas yang akan mereka hadapi, saya rasa peningkatan dari 2016 menjadi sesuatu yang tidak realistis.

VK: McLaren mungkin bisa mengulangi apa yang mereka capai pada akhir musim 2016, tapi itu sebenarnya sudah tidak bisa diterima mengingat kemitraan mereka dengan Honda suda memasuki musim ketiga. Memberikan jam terbang dan pengalaman berharga untuk Stoffel Vandoorne di musim ini mungkin menjadi satu-satunya poin positif yang akan mereka capai tahun ini.

Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32

Foto oleh: XPB Images

Tim mana yang akan memimpin persaingan papan tengah?

JN: Di belakang tiga tim teratas, Williams akan memimpin rombongan tim papan tengah. Namun tim yang akan menempati posisi di belakang Williams akan berfluktuasi sepanjang musim. Haas mungkin bisa tampil kuat di awal musim, tapi Toro Rosso, Force India, dan Renault bisa membuat banyak kemajuan.

AC: Persaingan akan ketat dan perubahan posisi bisa terjadi sepanjang tahun, tapi Williams sepertinya yang paling siap untuk memimpin, dan Force India menempel di belakang mereka. Saya memperkirakan Renault bisa meraih kemajuan sepanjang tahun, sementara Toro Rosso memiliki potensi untuk meningkatkan performa mereka dari yang kita lihat saat testing. Seperti tahun lalu, Haas bisa mendapatkan pekan di mana semuanya bekerja dengan baik.

AG: Di atas kertas, Williams memiliki keunggulan di depan Force India. Tetapi sorotan akan tertuju pada konsistensi pembalap muda mereka, Lance Stroll, di musim ini. Sebagai tim pabrikan, Renault juga memiliki peluang untuk tampil bagus begitu musim berjalan, dan bergabungnya pembalap bertalenta seperti Nico Hulkenberg, akan membantu kans skuat Perancis tersebut.

OK: Williams terlihat cukup kencang saat testing, dan dengan bergabungnya Paddy Lowe, mereka bisa tampil lebih kuat tahun ini. Jadi peringkat keempat sudah berada di depan mata mereka, sementara tim lain akan memperebutkan peringkat kelima. Toro Rosso menjadi tim favorit saya; mereka kini memiliki mesin yang cukup bagus, dan dibantu dengan dua pembalap berpengalaman, mereka bisa meraih musim terbaik mereka tahun ini.

Felipe Massa, Williams FW40
Felipe Massa, Williams FW40

Foto oleh: LAT Images

Apakah peraturan baru dapat membuat balapan semakin seru?

CB: Dengan tingkat downforce yang semakin tinggi, saya punya "feeling" keputusan tersebut justru membuat manuver overtake semakin sulit, dan F1 akan semakin bergantung pada DRS. Mudah-mudahan Max Verstappen bisa mematahkan keraguan saya!

JN: Ya. Kita mungkin tidak akan melihat lebih banyak overtake dibandingkan tahun-tahun lalu. Tapi musim ini akan memberikan banyak tantangan dan peluang pembalap melakukan kesalahan akan semakin besar. Jadi balapan mungkin akan terlihat berbeda, tetapi tetap sama menariknya.

RC: Saya pikir menilai menarik atau tidaknya sebuah balapan dari jumlah overtake adalah sesuatu yang salah - beberapa pertandingan bola bisa berlangsung seru dengan hanya satu atau dua gol. Peraturan baru memang akan mengurangi jumlah overtake, tetapi dengan degradasi ban yang lebih rendah, mereka bisa melakukan stint yang lebih panjang. Untuk orang yang lebih percaya dengan nilai-nilai tradisional di sebuah balapan, musim 2017 akan menjadi peningkatan.

OK: Tidak. Balapan seru hanya bisa terjadi jika jarak antara mobil bisa dekat. Meski peraturan baru membuat mobil melaju lebih kencang, tiga tim terdepan kelihatannya semakin menjauh dari tim-tim lain di belakang. Tapi saya juga tidak yakin "balapan seru" menjadi tolak ukur menarik atau tidaknya F1, karena kalau itu benar, maka semua orang lebih memilih menonton GP2. Memang menjadi faktor yang penting, tetapi bukan yang utama.

IH:  Jumlah overtake yang banyak tidak selalu berarti balapan menjadi menarik. Sejak kemunculannya, DRS kerap menjadi bahan kritikan karena membuat manuver overtake terlihat terlalu mudah - tanpa upaya. Tapi kabar yang menyebutkan bahwa pembalap kesulitan menempel mobil F1 2017 lainnya memang menjadi kabar yang mengkhawatirkan.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB13 leads Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08
Max Verstappen, Red Bull Racing RB13 leads Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08

Foto oleh: XPB Images

Transfer pembalap yang kemungkinan akan terjadi?

CB: Alonso akan hengkang dari McLaren, yang berarti tekanan akan berada di pundak Bottas untuk tampil baik di Mercedes. Jika Bottas mampu bertahan di Mercedes, maka Alonso harus kembali ke Renault! Magnussen juga harus tampil baik di Haas, sementara Kvyat harus tetap fokus di Toro Rosso. Musim ini kemungkinan menjadi musim terakhir utnuk Massa dan Raikkonen – mudah-mudahan Gasly dan Giovinazzi bisa bergabung di 2018.

RC: Ferrari harus mengganti salah satu pembalapnya, mengingat kontrak Vettel dan Raikkonen akan berakhir pada akhir 2017. Sergio Marchionne menempatkan Daniel Ricciardo sebagai prioritasnya, jadi saya tidak akan terkejut jika pembalap Australia itu bergabung dengan skuat Maranello.

GN: Saya tidak sabar untuk melihat apakah Carlos Sainz bisa menjadi pembalap utama di tim papan atas selain Red Bull. Karena saya ragu skuat Milton Keynes itu bisa memiliki kursi lowong untuk F1 2018, jadi Sainz harus mencari opsi lain. Saya juga tidak akan terkejut jika Ferrari, Renault, dan McLaren tertarik menggunakan jasa pembalap Spanyol itu.

JK: Posisi Raikkonen di Ferrari akan menjadi incaran pembalap seperti Sainz, Perez, dan Grosjean. Massa yang diragukan tampil di F1 musim depan juga bisa menjadi opsi untuk ketiga pembalap tersebut. Atau juga kursi lowong di Mclaren yang kemungkinan akan ditinggalkan oleh Alonso?

AG: Bos tim Mercedes, Toto Wolff, pernah mengatakan bahwa Bottas bisa mengisi peran Rosberg. Jika pembalap Finlandia itu bisa membuktikan pernyataan Wolff, maka saya rasa Mercedes tidak akan terburu-buru mencari rekan satu tim Hamilton untuk F1 2018.

Jika McLaren gagal memberikan mobil kompetitif di musim ini, maka hampir dipastikan Alonso akan hengkang dari skuat Woking. Bergabung kembali ke Renault (untuk yang ketiga kalinya!) bisa menjadi salah satu pilihan Alonso. Jika opsi F1 tidak tersedia untuk Alonso, saya tidak akan terkejut jika dia memutuskan untuk membalap di Le Mans!

Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso
Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso

Foto oleh: XPB Images

Prediksi klasemen pembalap:

Pos.DriverCBJNACPERCGNEJOKJKVKAGIHTotal
1  Hamilton 10 10 10 10 10 10 10 10 9 9 10  9 117
2  Vettel 9 8 9 9 8 8 9 7 10 8 9  10 104
3  Bottas 8 6 8 8 9 7 6 6 6 10 8  7 89
4  Ricciardo 6 7 6 6 7 9 7 8 8 6 6  6 82
5  Verstappen 7 9 5 7 6 6 8 5 5 7 5  5 75
6  Raikkonen 5 5 7 5 5 5 5 9 7 5 7  8 73
7  Massa 4 4 4 1 4 1 4 2 4 3 4  3 38
8  Perez 2 1 3 2 3 4 2 4 3 2 3  4 33
9  Hulkenberg 3 3 2 3     1     4 2  2 20

10

 Sainz 1   1 4 2 2 3     1 1  1 16
11  Ocon         3     2       6
12  Alonso               3 1       4
13  Grosjean   2                     2
14  Kvyat               1         1

Prediksi klasemen konstruktor:

PosTeamCBJNACPERCGNEJOKJKVKAGIHTotal
1  Mercedes 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5  4 57
2  Ferrari 4 3 4 4 3 3 3 5 5 4 4  5 47
3  Red Bull 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3  3 40
4  Williams 2 2 2 1 2   2 2 1 1 2  1 18
5  Force India     1   1 2     2   1  2 9
6  Toro Rosso       2   1 1 1         5
7  Renault 1 1               2     4
Artikel Formula 1 berikutnya
 Jadwal resmi kalender Formula 1 2017

Artikel sebelumnya

Jadwal resmi kalender Formula 1 2017

Next article

Wehrlein diperbolehkan membalap di GP Australia

Wehrlein diperbolehkan membalap di GP Australia
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Special feature