Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Presiden FIA Ingatkan Bahaya di Balik Valuasi Berlebihan Formula 1

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, memperingatkan potensi risiko untuk Formula 1 di tengah valuasi berlebihan senilai 20 miliar dolar (sekira Rp300,6 triliun), yang disematkan untuk olahraga ini.

Mohammed Ben Sulayem, President FIA

Laporan dari Bloomberg pekan lalu menyebutkan bahwa dana kekayaan Arab Saudi tertarik untuk mengakuisis F1 dari pemiliknya saat ini, Liberty Media, dengan harga 20 miliar dolar AS. Namun, proposal tersebut ditolak.

Meski sumber-sumber menyatakan bahwa laporan tersebut tidak sepenuhnya akurat karena diskusi pembelian tidak pernah dilakukan secara serius dengan Liberty, tapi valuasi sangat tinggi F1 membuat banyak orang terheran-heran.

Pada 2017, Liberty Media mengakuisisi F1 seharga $4,4 miliar. Tawaran lebih besar lima kali lipat menunjukkan bahwa mereka telah mendapatkan pengembalian yang luar biasa atas investasinya.

Namun bagi FIA, yang telah menyewakan hak komersial F1 hingga 31 Desember 2110, penjualan dengan harga fantastis dapat memicu beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan.

Salah satu contohnya, setiap pemilik baru yang telah menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli F1 akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Hal ini dapat menyebabkan promotor menghadapi tekanan kenaikan biaya penyelenggaraan yang sangat besar. Efek lanjutannya adalah lonjakan harga tiket yang pastinya membuat penggemar balap jet darat malas menonton di sirkuit.

Senin kemarin, Ben Sulayem menyuarakan keprihatinannya tentang implikasi dari pembelian dengan dana besar tersebut di akunt Twitter-nya.

Baca Juga:

"Sebagai pengawas motorsport, FIA, yang merupakan organisasi nirlaba, sangat berhati-hati dengan dugaan penggelembungan harga sebesar 20 miliar dolar AS terhadap F1,” katanya.

"Setiap calon pembeli disarankan untuk menggunakan akal sehat, mempertimbangkan kebaikan yang lebih besar dari olahraga ini dan datang dengan rencana yang jelas dan berkelanjutan - bukan hanya uang yang banyak.

"Adalah tugas kami untuk mempertimbangkan apa dampak masa depan bagi promotor dalam hal peningkatan biaya penyelenggaraan dan biaya komersial lainnya, serta dampak buruk apa pun yang dapat terjadi pada penggemar."

Berbicara kepada Motorsport.com selama reli Monte Carlo tentang laporan awal ketertarikan dari Arab Saudi, Ben Sulayem merasa bahwa penilaian sebesar 20 miliar dolar AS untuk F1 tidak akurat.

"Apakah itu sesuai dengan nilai uangnya?" tanyanya. "Saya pikir, sejujurnya, itu terlalu tinggi. Itu terlalu dibesar-besarkan. Berbicara dengan akal sehat, apakah nilainya sebesar itu?

“(Jika ya) lalu apa yang harus kami lakukan? Kami harus menagih untuk mendapatkan kembali uang itu. Berapa banyak yang akan kami kenakan kepada promotor lokal?

"Saya hanya melihat alasan di baliknya, logikanya. Karena Anda harus memiliki rencana."

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT, berbincang dengan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem.

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT, berbincang dengan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem.

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Ben Sulayem percaya bahwa sangat penting bahwa kepemilikan F1 hanya diberikan kepada organisasi yang memiliki proposal konkret tentang bagaimana meningkatkan olahraga, daripada hanya dijual kepada penawar tertinggi.

"Hingga saat ini, itu hanya rumor. Namun, saya yakin FIA juga harus menjadi bagian dari pembicaraan, atau memberikan saran, karena FIA yang memiliki kejuaraan ini,” ia menjelaskan.

"Kami menyewanya, itu benar. Tapi saya hanya ingin memastikan bahwa kami memiliki kejelasan sehingga kami bisa melangkah maju."

Ben Sulayem menambahkan bahwa pembicaraan mengenai valuasi sebesar 20 miliar dolar untuk F1 sangat kontras dengan cara penyewaan hak komersial sebagai bagian dari kesepakatan 100 tahun yang terkenal dengan nilai lebih dari 300 juta dolar pada awal abad ini oleh mantan presiden FIA, Max Mosley.

"Ya Tuhan, jika saya menerima 20 miliar dplar untuk itu, saya rasa FIA telah melakukan kesepakatan mentah," katanya.

"Jika saya boleh jujur, Anda tidak dapat meyakinkan saya bahwa 300 juta dolar untuk 100 tahun, dan penilaian 20 miliar dolar (adalah benar). Angka-angka ini, tidak masuk akal ketika Anda mencernanya."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Leclerc dan Norris Bisa Torehkan Rekor Negatif di F1 2023
Artikel berikutnya Albon Lega Williams Beri Stabilitas Jangka Panjang

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia