Rangkaian Problem Bikin Renault Bangkit di Paruh Kedua F1 2020

Renault mengungkapkan, sejumlah kesulitan di beberapa lomba awal justru membantu mereka menemukan jawaban untuk melakukan progres bagus di paruh kedua Kejuaraan Dunia Formula 1 2020.

Rangkaian Problem Bikin Renault Bangkit di Paruh Kedua F1 2020

Tim pabrikan asal Prancis itu berhasil merebut tiga podium untuk berada di peringkat kelima klasemen akhir konstruktor F1 2020. Namun, dari 17 balapan musim lalu, tiga podium itu baru mampu direbut Renault setelah pertengahan musim.

Usai GP Tuscani, balapan kesembilan, performa Renault memang jauh membaik. Daniel Ricciardo dua kali naik podium ketiga (GP Eifel dan GP GP Emilia Romagna). Adapun Esteban Ocon mampu sekali naik podium kedua di GP Sakhir.

Sejak balapan pertama (GP Austria) hingga kedelapan (GP Italia), kedua pembalap Renault terlihat sangat kesulitan hanya untuk merebut poin. Bahkan di GP Spanyol, balapan keenam, Ricciardo (finis P11) maupun Ocon (P13) tidak mampu merebut poin.      

Usai melihat hasil-hasil buruk di paruh awal musim, Direktur Teknik Sasis Renault, Pat Fry, menyebut titik balik timnya adalah mengumpulkan dan mengolah data dari lomba-lomba tersulit mereka.

“Setelah Barcelona, mungkin lomba tersulit kami berikutnya terjadi di Turki,” tutur Fry mengacu hasil finis P10 raihan Ricciardo dan P11 oleh Ocon di Istanbul Park.

“Kami lalu menganalisis dan mencoba memahami mengapa performa Renault R.S.20 memburuk serta berusaha keras memperbaikinya.”

Baca Juga:

Fry mengakui situasi semacam itu sangat mengecewakan timnya. Hebatnya, Renault tidak butuh waktu lama untuk mengetahui penyebab memburuknya performa. Ujungnya, Fry dan timnya tahu bagian mana saya yang harus dioptimalkan untuk mendongkrak performa.  

“Di Spa (GP Belgia), kami yakin bila Renault memang sangat cocok memakai set-up gaya tekan (downforce) medium. Mengacu setelan downforce tersebut, kami melakukan sejumlah pengembangan pada beberapa komponen pendukung lainnya,” ucap Fry.

Salah satu momen kunci kebangkitan Renault adalah setelan yang ditemukan Ricciardo pada lomba kedua di Silverstone. Ricciardo akhirnya memang hanya finis P14 di GP 70th Anniversary tersebut.

Namun, saat latihan bebas pada Jumat, Ricciardo membantu tim untuk mendapatkan set-up yang membuatnya nyaman. Dari masukan Ricciardo itu juga, Renault mampu melakukan sejumlah ubahan yang hasilnya terlihat di paruh kedua musim lalu.

Pat Fry, Renault F1 Team

Pat Fry, Renault F1 Team

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Fry menyebut masukan dari Ricciaro berpengaruh sangat signifikan. Tetapi, ia juga mengaku situasi tersebut memang mampu membangun momentum bagi Renault.

Uniknya, Fry tetap tidak mau buka suara soal apa yang masukan yang diberikan Ricciardo untuk Renault. Yang pasti, jika masukan itu sangat krusial, Daniel Ricciardo berarti sudah memenuhi janjinya untuk membantu Renault sebelum pindah ke McLaren (mulai 2021).

“Tentu saja saya tidak mau mengungkapkan detail masukan Ricciardo. Yang pasti, dari situ kami bisa mengetahui bagaimana menentukan set-up agar mendapatkan mobil yang kompetitif,” ujar Pat Fry.  

“Memang masih banyak aspek yang harus kami perbaiki. Namun, masukan dari Ricciardo cukup efektif membantu kami di kualifikasi pada lomba kedua di Silverstone. Menurut kami, itulah kali pertama kami kuat di kualifikasi meskipun hasil lomba kami kurang.”

dibagikan
komentar
Ricciardo Sarankan Perez Sering Peluk Helmut Marko

Artikel sebelumnya

Ricciardo Sarankan Perez Sering Peluk Helmut Marko

Artikel berikutnya

AlphaTauri 2020 Lewati Sukses 2008 bersama Vettel

AlphaTauri 2020 Lewati Sukses 2008 bersama Vettel
Muat komentar