Problem Tyre Management Intai Ferrari di Suzuka

Sirkuit Suzuka, tuan rumah F1 GP Jepang, memiliki tantangan tersendiri terkait daya cengkeram (grip) ban.

Problem Tyre Management Intai Ferrari di Suzuka

Kegagalan memenangi F1 GP Singapura belum lagi hilang dari benak seluruh anggota Tim Scuderia Ferrari. Charles Leclerc merebut pole position tetapi hanya mampu finis P2 di sirkuit jalan raya Marina Bay, yang seharusnya dikuasai pemilik start terdepan.

Akhir pekan ini (7-9/10/2022), Ferrari bersiap menghadapi balapan kedua tur mini di Asia dengan turun di Sirkuit Suzuka. Inilah GP Jepang pertama sejak 2019 karena Suzuka absen menggelar F1 pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19.           

Di sisi lain, tim asal Maranello, Italia, itu menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi performa dalam beberapa balapan seperti di Spa-Francorchamps (Belgia) dan Zandvoort (Belanda). Tetapi untuk pengaturan suhu ban, telah menciptakan kebingungan bagi Ferrari.

Problem ban ini berpotensi muncul lagi di Jepang. Hal itu terlihat dari pemasok ban Pirelli yang mengirim tiga ban dengan jenis kompon paling keras musim ini, untuk akhir pekan di Suzuka.

Baca Juga:

“Trek ini (Suzuka) memiliki ciri khas banyak memiliki area cepat dengan perubahan arah yang terbilang banyak. Karakter tersebut membuat energi pada ban meningkat,” ucap Carlos Galbally, Penanggung Jawab Performa Ban Ferrari.

“Suzuka tipe sirkuit anomali dalam hal distribusi usaha. Trek ini yang paling seimbang dan simetris dari seluruh sirkuit dalam kalender F1 sehingga energi yang dihasilkan oleh tikungan ke kanan identik dengan yang dibuat di tikungan ke kiri.”

Melihat karakteristik Suzuka, Galbally tidak heran bila Pirelli menyediakan tiga ban dengan kompon paling keras (untuk ban-ban C1 hard, C2 medium, dan C3 soft) dibanding yang pernah mereka pasok untuk trek lain musim ini.

“Level keausan ban (tyre wear) di Suzuka sangat tinggi karena kombinasi tikungan-tikungan cepat dan karakteristik aspal, yang memiliki tingkat medium-tinggi untuk level abrasinya,” kata teknisi asal Spanyol tersebut.

“Semua faktor ini dikombinasi cuaca yang sulit diprediksi, membuat Suzuka akan menjadi tes berat bagi semua hal yang terkait dengan tyre management.” 

 

 

dibagikan
komentar
Honda Perkuat Kolaborasi dengan Red Bull Jelang F1 GP Jepang
Artikel sebelumnya

Honda Perkuat Kolaborasi dengan Red Bull Jelang F1 GP Jepang

Artikel berikutnya

Fernando Alonso: Michael Schumacher adalah Lawan Terberat

Fernando Alonso: Michael Schumacher adalah Lawan Terberat