Risiko Besar Menanti Alfa Romeo jika Promosikan Theo Pourchaire

Prinsipal Tim Alfa Romeo Racing Frederic Vasseur mengatakan skuadnya akan dihadapkan dengan risiko besar jika mempromosikan Theo Pourchaire untuk Formula 1 2022.

Risiko Besar Menanti Alfa Romeo jika Promosikan Theo Pourchaire

Alfa Romeo awal pekan ini mengumumkan bahwa mereka merekrut Guanyu Zhou untuk mengarungi Formula 1 2022. Pembalap asal Cina tersebut akan menjadi rekan setim Valtteri Bottas.

Perekrutan Guanyu Zhou pun memupus harapan pembalap junior Sauber, Theo Pourchaire, untuk naik kelas ke Formula 1 musim depan. Saat ini, pembalap asal Prancis tersebut juga tampil di Formula 2 bersama ART Grand Prix.

Berbicara kepada awak media pada Jumat (19/11/2021) kemarin, Prinsipal Tim Alfa Romeo Racing Frederic Vasseur mengonfirmasi bahwa Pourchaire akan tetap balapan Formula 2 musim depan.

"Kami berada dalam diskusi yang besar pada beberapa pekan terakhir," ujar Vasseur. "Dia (Pourchaire) melakukan pekerjaannya dengan baik di F2 musim ini. Tapi, kita juga harus ingat bahwa 18 bulan lalu, dia masih di Formula 4.

"Langkah dari Formula 4 ke Formula 3 itu besar. Pun begitu, dia tetap tampil mengesankan di Formula 3, begitu juga di Formula 2. Dia tahun ini menang di Monako.

"Tapi sayangnya mobil (F1) itu kompleks, dan kami hanya memiliki waktu enam hari sebelum musim bergulir. Itu berarti, menurut saya, terlalu riskan jika dia mengambil langkah itu (promosi ke F1) sekarang. Tantangannya terlalu besar.

"Akan lebih baik jika dia tetap fokus dulu di F2 tahun depan. Kemudian kami akan bicarakan isu ini di masa depan."

Baca Juga:

Mulai musim 2022, tim-tim Formula 1 setidaknya harus menurunkan pembalap mudanya di dua sesi latihan bebas. Ini pun membuka jalan bagi Pourchaire untuk mendapatkan jam terbang dengan jet darat musim depan.

Pembalap 18 tahun tersebut sudah menikmati momen mengemudi mobil Formula 1 pada sesi tes pribadi Alfa Romeo di bulan Agustus lalu. Tapi, tahun depan ia tetap diinstruksikan untuk fokus ke F2.

"Dia yang pasti akan turun di beberapa FP1 bersama kami. Kami juga akan menggelar sesi tes bersamanya," Vasseur menambahkan.

"Kami akan mempersiapkan dirinya untuk masa depan. Tapi kembali lagi, di saat Anda balapan di Formula 2, hal terpenting adalah bersaing memperebutkan gelar juara, dan bukan fokus ke sesi tes.

"Saya akan memintanya untuk fokus ke sana tahun depan, memintanya untuk bisa menjadi juara Formula 2."

Théo Pourchaire, Alfa Romeo

Théo Pourchaire, Alfa Romeo

Photo by: Alfa Romeo

Di sisi lain, Guanyu Zhou saat ini menjadi salah satu kandidat juara Formula 2 2021. Ia bertengger di peringkat kedua klasemen pembalap sementara dengan koleksi 142 poin.

Ia sebelumnya menjalani program pembalap muda bersama Alpine, dan sudah turun di sesi tes yang digelar oleh pabrikan asal Prancis tersebut.

Ditanya mengenai kualitas Zhou, Vasseur mengungkapkan bahwa performa pembalap 22 tahun tersebut musim ini sudah cukup membuat Alfa Romeo terpikat.

"Dia bersaing di papan atas. Dia sudah menang di Bahrain dan Silverstone. Di Formula 2, dua lintasan itu merupakan lintasan yang amat sangat menuntut kemampuan pembalap, Bahrain kemampuan menjaga kondisi ban, sementara Silverstone dengan tikungan berkecepatan tingginya.

"Dia mencatatkan beberapa pole position dan selalu tampil konsisten. Saya yakin dia akan memperlihatkan performa terbaiknya tahun depan."

dibagikan
komentar

Video terkait

Defisit Red Bull dari Mercedes di FP3 Tidak Normal
Artikel sebelumnya

Defisit Red Bull dari Mercedes di FP3 Tidak Normal

Artikel berikutnya

Hasil Kualifikasi F1 GP Qatar: Hamilton Pole, Red Bull Kesulitan

Hasil Kualifikasi F1 GP Qatar: Hamilton Pole, Red Bull Kesulitan
Muat komentar