Rahasia Beberapa Pembalap F1 yang Jarang Terungkap

Sejumlah pembalap Formula 1 musim ini memiliki beberapa hal menarik yang mungkin tidak diketahui publik.

Rahasia Beberapa Pembalap F1 yang Jarang Terungkap

Pada Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 ini, perhatian publik banyak tersita tidak hanya pada persaingan antara juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) Lewis Hamilton dengan Max Verstappen.

Perseteruan sengit pun terjadi tim yang menaungi mereka, Mercedes-AMG Petronas F1 – kampiun konstruktor  F1 sejak 2014 – yang dibela Hamilton melawan Red Bull Racing, jawara konstruktor empat kali beruntun (2010-2013) di kubu Verstappen.

Tidak ada yang menyangsikan kemampuan kedua pembalap. Max Verstappen menjadi rival berat Mercedes dalam dua tahun terakhir namun baru musim ini ia bisa sangat dekat dengan Hamilton.

Setelah kehilangan posisi puncak klasemen setelah F1 GP Monaco, seri kelima pada 23 Mei lalu, Hamilton berhasil merebutnya kembali dari tangan Verstappen dengan unggul hanya delapan poin setelah GP Hungaria, seri ke-11 atau tepat sebelum paruh musim, 1 Agustus lalu.

Namun, ada sisi lain dari Hamilton dan Verstappen, terutama di luar lintasan, yang mungkin belum diketahui publik.

 

Kegemaran Lewis Hamilton akan kecepatan sudah terlihat saat masih kanak-kanak. Pada usia 6 tahun, sang ayah, Anthony, membelikannya mobil-mobilan dengan pengendali jarak jauh (remote-controlled/RC).

Hanya dalam setahun, pembalap asal Inggris yang kini berusia 36 tahun itu mampu menempati posisi runner-up kejuaraan nasional melawan orang-orang dewasa.

Hamilton juga menjadi pendatang baru terbaik petrol class secara mencengangkan karena ia peserta termuda di kelas yang seharusnya hanya bisa diikuti peserta berusia minimal 15 tahun.

Max Verstappen, Red Bull Racing, mengangkat trofi F1 GP Austria 2021 di podium utama.

Max Verstappen, Red Bull Racing, mengangkat trofi F1 GP Austria 2021 di podium utama.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Verstappen yang berasal dari Belanda, sudah lama dikenal sebagai penggemar berat PSV Eindhoven (juga fans FC Barcelona), juara Liga Champions 1988 dan salah satu klub raksasa di Eredivisie.

Menariknya, Verstappen masih mau mendukung AFC Ajax, rival abadi PSV, di Liga Champions 2018/2019. Saat itu, Ajax memang tersingkir di semifinal (dari Tottenham Hotspur).

Namun, dalam perjalanan menuju empat besar tersebut Ajax masing-masing menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di 16 besar serta Juventus FC di perempat final.

Rookie F1 2021 yang memperkuat Tim Haas, Nikita Mazepin, juga memiliki rahasia menarik. Ia menjadi satu-satunya pembalap di grid F1 musim ini yang tidak pernah menjadi juara baik dari go-kart maupun seri-seri balap mobil single seater sebelum F1.

Torehan terbaik pembalap yang juga putra miliuner Rusia, Dmitry Mazepin (pemilik Uralchem Group), tersebut adalah runner-up GP3 Series 2018, di bawah mendiang Anthoine Hubert.

Publik selama ini mengenal Esteban Ocon sebagai pembalap asal Prancis. Namun, andalan Alpine F1 itu ternyata memiliki darah Spanyol dan Aljazair. Ayah pemenang GP Hungaria lalu tersebut asli berasal dari Malaga, Spanyol.

Helm milik Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing, yang akan dipakai di F1 GP Emilia Romagna, seri kedua musim ini yang digelar April 2021 lalu.

Helm milik Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing, yang akan dipakai di F1 GP Emilia Romagna, seri kedua musim ini yang digelar April 2021 lalu.

Foto oleh: Antonio Giovinazzi

Tidak banyak yang tahu bila pembalap Tim Alfa Romeo Racing, Antonio Giovinazzi, sangat menyukai lebah. Helm-helm yang selama ini dipakainya selalu memiliki desain gambar lebah.

“Tidak hanya terlihat elegan dan indah, meskipun kecil, lebah sangat berbahaya. Ini membuktikan bila penampilan bisa menipu,” ucap pembalap Italia itu mengungkapkan alasannya menyukai lebah.

Pierre Gasly juga memiliki pengalaman menarik pada awal kariernya sebagai pembalap. Dalam usia 13 tahun, andalan Tim AlphaTauri-Honda tersebut harus meninggalkan rumahnya di Rouen, Prancis, untuk mengejar mimpinya.

Daniel Ricciardo, McLaren

Daniel Ricciardo, McLaren

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Daniel Ricciardo (McLaren) juga memiliki alasan memilih 3 sebagai nomor mobilnya, setelah mulai F1 2014 para pembalap dibebaskan mengambil nomor antara 0 sampai 99 (kecuali 1, yang hanya bisa dipilih asng juara bertahan) untuk dipakai secara permanen.

Saat masih kanak-kanak, pemenang tujuh Grand Prix asal Australia itu adalah penggemar berat Dale Earnhardt dan 3 adalah nomor yang biasa dipakai pembalap NASCAR yang wafat pada Februari 2001 lalu itu.

Daniel Ricciardo memilih nomor tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tujuh kali kampiun NASCAR Winston Cup Series – 1980, 1986, 1987, 1990, 1991, 1993, 1994 – yang kini dikenal dengan nama NASCAR Cup Series tersebut.

Nicholas Latifi, Williams

Nicholas Latifi, Williams

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Pembalap Tim Williams Racing, Nicholas Latifi, memulai balapan go-kart pada usia 13 tahun, relatif terlambat untuk memulai karier balap secara profesional. Latifi sendiri baru debut di F1 pada 2020.

Namun begitu, Latifi baru berhasil merebut poin pertamanya di F1 dengan finis di P7 pada GP Hungaria 2021 lalu. Pembalap asal Kanada tersebut melakukannya pada Grand Prix ke-28 terhitung sejak tahun lalu.

Baca Juga:

 

    

dibagikan
komentar
F1 GP Jepang Dibatalkan, Honda Kecewa

Artikel sebelumnya

F1 GP Jepang Dibatalkan, Honda Kecewa

Artikel berikutnya

Fernando Alonso Ramaikan Le Mans 24 Hours 2021 dengan Mobil F1

Fernando Alonso Ramaikan Le Mans 24 Hours 2021 dengan Mobil F1
Muat komentar