Red Bull Racing Cari Teknisi Andal Penanggung Jawab Mesin

Red Bull Racing akan mencari teknisi mesin baru dengan reputasi yang sama seperti desainer sasis mereka, Adrian Newey.

Red Bull Racing Cari Teknisi Andal Penanggung Jawab Mesin

Red Bull Racing akan memulai langkah baru dalam sejarah tim pada F1 2022. Honda sebagai pemasok power unit akan meninggalkan F1 dan Red Bull pada akhir musim ini.

Dengan begitu, mulai musim depan, skuad asal Milton Keynes, Inggris, tersebut harus mengembangkan mesin sendiri. Honda sendiri berjanji akan memberikan semua data soal mesin kepada Red Bull untuk dikembangkan.

Karena itulah mulai saat ini Prinsipal Tim Red Bull Racing Christian Horner dengan sumber daya yang ada harus mencari figur yang tepat untuk mengisi posisi sebagai kepala penanggung jawab pengembangan mesin.

Baca Juga:

“Orang yang kami pilih nanti harus mampu bekerja sama dalam tim, orang yang mencintai olahraga ini. Itulah alasan fundamental kami untuk orang yang akan membawahi fasilitas pengembangan mesin Red Bull di Milton Keynes,” ucap Horner kepada Motorsport.com.

Red Bull memang baru membangun fasilitas baru untuk membangun dan mengembangkan mesin di Milton Keynes yang akan dinamai Red Bull Powertrains Division. Karena itu, mereka akan berhati-hati dan tidak main-main dalam memilih penanggung jawab.

Sejak 2006, Red Bull memiliki penanggung jawab teknologi dalam diri Adrian Newey. Teknisi yang sebelumnya bekerja untuk McLaren itu dikenal sebagai perancang sasis-sasis Red Bull, termasuk ketika merebut gelar ganda empat kali beruntun pada F1 2010, 2011, 2012, dan 2013.

“Kami ingin memastikan transisi mulus antara power unit dan sasis. Kami ingin mengaplikasi filosofi yang sama seperti yang kami lakukan pada sasis, menarik teknisi terhebat,” ucap Horner.

Red Bull Racing RB16B

Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Giorgio Piola

Untuk jangka pendek, staf divisi mesin ini akan diambil dari Honda. Tetapi untuk jangka panjang, Red Bull harus mencari lagi para teknisi hebat demi pengembangan mesin untuk musim balap 2025.

Horner pun menyebut ide menyatukan semua divisi, terutama sasis dan mesin, dalam satu tempat akan sangat bagus sekaligus memudahkan pekerjaan. Pembekuan mesin (engine freeze) tahun ini juga bermanfaat bagi Red Bull karena digunakan untuk masa transisi.

“Kami harus merancang struktur untuk mesin baru agar siap ketika waktunya tiba, kemungkinan besar pada 2025,” ujar Christian Horner.

“Kami sudah mengambil alih sejumlah teknisi hebat dari Honda. Tapi, kami akan melakukan segalanya sekuat mungkin untuk bisa menarik orang-orang yang tepat untuk posisi-posisi tertentu. Intinya, harus ada sinergi dan efisiensi antara tim mesin dengan sasis.”  

 

dibagikan
komentar
Hamilton Sedang Menuai Hukuman dari Kesalahannya

Artikel sebelumnya

Hamilton Sedang Menuai Hukuman dari Kesalahannya

Artikel berikutnya

GP Miami Bisa ‘Korbankan’ Satu Lomba di Eropa

GP Miami Bisa ‘Korbankan’ Satu Lomba di Eropa
Muat komentar