Red Bull Enggan Gunakan Mesin Renault

Penasihat senior Red Bull F1, Helmut Marko, mengisyaratkan mustahil menggunakan mesin buatan Renault. Padahal, mereka akan ditinggal Honda akhir musim depan.

Red Bull Enggan Gunakan Mesin Renault

Saat ini, tim Austria tersebut mendorong Formula 1 dan FIA agar mengeluarkan aturan engine freeze. Hal ini dilakukan mereka tetap bisa menggunakan teknologi Honda tanpa perlu banyak modifikasi untuk jangka panjang.

“Ketika Anda membeli sebuah motor, Anda mendapat sebuah unit yang dijahit sesuai kebutuhan pabrikan. Agar sukses dalam jangka menengah, Anda membutuhkan motor sendiri atau mitra pengembangan motor,” ujarnya dalam wawancara dengan RTL.

Wacan pembekuan mesin dinilai akan menguntungkan bagi pabrikan power unit yang masih tertinggal. Mereka bisa mengejar dan memperbaiki kelemahan.

“Contohnya, kalau seseorang berada dua persen di belakang puncak tenaga kuda. Tapi masih ada waktu untuk itu. Di sini, kami harus membekukan mesin terlebih dahulu dan paling penting.

“Ini merupakan masalah biaya sangat besar. Jadi kami tidak bisa merawat dan menggunakan mesin sendiri,” katanya.

Baca Juga:

Salah satu otak dibalik keberhasilan Red Bull tersebut menilai pembuatan mesin butuh investasi besar. Jadi sulit memasukkannya dalam komponen pemotongan dana.

Formula 1 menetapkan adanya budget cap, sehingga tim-tim harus pandai mengatur keuangan dan memangkas semua pos pengeluaran. Tapi hingga kini, mereka belum membuat regulasi terkait mesin.

“Di F1, pembatasan anggaran telah ditetapkan untuk pengeluaran perusahaan, pembatasan gaji yang rencananya untuk pembalap, dan satu-satunya bagian di mana investasi tidak diatur adalah power unit,” Marko menekankan.

Dengan demikian, seluruh pemasok masih bisa mengembangkan mesin ke depannya walaupun bakal ada rambu-rambu tertentu.

Mulai 2021, setiap tim mesti mengurangi pengeluaran sehingga maksimal 145 juta dollar (sekitar Rp2 triliun), kemudian nilainya berkurang jadi 140 juta dollar pada 2022 dan 135 juta dollar selama 2023-2025.

dibagikan
komentar
Demi Utang, Penyelenggara GP Spanyol Berharap Ada Penonton

Artikel sebelumnya

Demi Utang, Penyelenggara GP Spanyol Berharap Ada Penonton

Artikel berikutnya

Hamilton Tak Yakin Bisa Punya Tujuh Gelar dengan McLaren

Hamilton Tak Yakin Bisa Punya Tujuh Gelar dengan McLaren
Muat komentar