Red Bull Ganti Survival Cell Mobil Albon

Red Bull terpaksa mengganti sasis RB16 milik Alexander Albon yang dipakai untuk latihan bebas ketiga (FP3) dan kualifikasi GP Bahrain pada Sabtu (28/11/2020).

Red Bull Ganti Survival Cell Mobil Albon

Alex Albon mengalami kecelakaan hebat saat menekan gas di tikungan 15 (T15) Sirkuit Internasional Bahrain (Sakhir) pada FP2, Jumat (27/11/2020) kemarin. Benturan keras dengan dinding pembatas membuat sasis Red Bull RB16 mengalami kerusakan parah.

Setelah sesi FP2, para teknisi Red Bull berusaha keras memperbaiki mobil Albon. Hasilnya, para teknisi Red Bull terpaksa mengganti survival cell mobil Albon pada Jumat malam untuk persiapan menghadapi FP3 dan kualifikasi pada Sabtu.

Survival cell atau monokok adalah bagian tengah (utama) dari rangka mobil F1. Tempat pembalap duduk dan mengendalikan mobil itu menjadi komponen wajib mobil F1 sejak 1981.

Baca Juga:

Seiring perkembangan teknologi, bentuk, kekuatan, dan desain survival cell kini semakin baik. Dibuat dari serat karbon komposit setebal 6 mm dilapisi kevlar, survival cell mampu menyerap kerasnya benturan akibat tabrakan.

Survival cell memang didesain untuk tidak bisa rusak. Banyak pembalap F1 selamat setelah kecelakaan mengerikan berkat perlindungan survival cell.

Robert Kubica lolos dari maut berkat survival cell saat turun di GP Kanada 2007. Survival cell yang dipasang pada BMW Sauber F1.07 menyelamatkan Kubica dari benturan sebesar 75 G setelah menghantam dinding pembatas dengan kecepatan 300,13 km/jam.

Kecelakaan itu diawali senggolan antara Kubica dengan Toyota TF07 milik Jarno Trulli menjelang hairpin (tikungan tusuk konde) lap 27 di Sirkuit Gilles Villeneuve.

Mobil Alex Albon, Red Bull Racing RB16, diangkut truk seusai mengalami kecelakaan hebat pada FP2 F1 GP Bahrain, Jumat (27/11/2020) malam.

Mobil Alex Albon, Red Bull Racing RB16, diangkut truk seusai mengalami kecelakaan hebat pada FP2 F1 GP Bahrain, Jumat (27/11/2020) malam.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Di FP2 GP Bahrain, kemarin, mobil Albon juga rusak sangat parah. Namun, pergantian survival cell tampaknya tidak terlalu memengaruhi performa pembalap berdarah Thailand itu.

Albon mampu finis di posisi keempat setelah mencatat waktu lap 1 menit 29,018 detik. Albon menjadi pembalap terakhir yang terpaut kurang dari 1 detik (tepatnya +0,663 detik) dari pembalap tercepat yang tak lain rekan setimnya sendiri, Max Verstappen.

Alex Albon kini sedang bertarung untuk mempertahankan posisinya di Red Bull tahun depan. Kamis (26/11/2020) lalu, sebelum sesi latihan bebas berlangsung, Albon menyebut tiga balapan terakhir – dua di Bahrain dan satu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – akan menentukan masa depannya di Red Bull.

Alex Albon kini berada di peringkat kesembilan dengan 70 poin. Albon sekali naik podium musim ini saat finis ketiga di Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello, saat berlangsungnya F1 GP Tuscan, Italia, 13 September lalu.

dibagikan
komentar
Hasil FP3 F1 GP Bahrain: Verstappen Runtuhkan Dominasi Duo Mercedes

Artikel sebelumnya

Hasil FP3 F1 GP Bahrain: Verstappen Runtuhkan Dominasi Duo Mercedes

Artikel berikutnya

Bos Mercedes Justru Dukung Ban Baru Pirelli

Bos Mercedes Justru Dukung Ban Baru Pirelli
Muat komentar