Christian Horner Lega Red Bull Tak Jalani Penalti Grid di GP Belgia

Prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, lega tidak mengambil penalti grid dalam F1 GP Belgia, meski mereka telah mengganti mesin di trek tersebut. Max Verstappen pun berhasil memenangi lomba di Spa-Francorchamps.

Christian Horner Lega Red Bull Tak Jalani Penalti Grid di GP Belgia

Red Bull terpaksa menggunakan mesin ketiga untuk RB16B yang dikemudikan Verstappen. Ini adalah konsekuensi dari kecelakaan dengan Lewis Hamilton di GP Inggris. Sedangkan, Sergio Perez kehilangan mesin kedua akibat insiden yang dipicu Valtteri Bottas dalam GP Hungaria.

Beruntung, sanksi yang diberikan fleksibel dapat dieksekusi kapan saja sesuai kesepakatan F1 dan tim. Die Roten Bullen akan mundur empat grid setelah balapan di Spa.

Horner menegaskan mereka pasti menjalani hukuman itu. Namun, perlu juga disesuaikan dengan taktik dan kalender.

“Saya senang kami tidak dapat penalti di sini. Kami akan mengambil penalti pada balapan selanjutnya musim ini,” ia menuturkan kepada Sky Sports.

“Pertanyaannya kapan, secara strategi, apakah kami akan menjalaninya. Kami akan menunggu untuk melihat seperti apa perubahan kalender. Tapi, Anda harus memilih momentum berdasarkan strategi.

“Apakah kami akan melakoni secepatnya? Atau lebih lambat? Atau memlih saat mungkin Anda mendapat sesi buruk.”

Karena cuaca sangat buruk, lomba dimulai dengan panduan Safety Car. Verstappen naik podium teratas karena terus mengikuti mobil tersebut. Sementara, George Russell dan Lewis Hamilton mengekor.

Membawa pulang separuh poin penuh, putra Jos Verstappen itu akhirnya bisa memangas jarak dengan Hamilton, dari delapan jadi tiga poin.

Sayangnya, sukses tersebut tak bisa disaksikan dengan nyaman oleh fans. Padahal, Belgia adalah negara kedua Verstappen.

Hujan lebat dan visibilitas rendah, ditambah insiden Sergio Perez, membuat lomba sempat ditunda. Pada akhirnya, Direktur Balap FIA F1, Michael Masi, memutuskan menyudahi setelah tiga lap.

Baca Juga:

“Pada akhirnya, itu semua tentang kinerja Sabtu. Tapi pertama-tama, para penggemar yang telah berdiri di sisi trek sepanjang hari. Saya menyesal bahwa kami tidak bisa memberikan kepada mereka pertunjukkan lebih baik,” tutur pria Inggris itu.

“Saya kira setiap orang mencoba yang terbaik agar bisa balapan. Max berpendapat bahwa itu mungkin dari sisi visibilitas, tapi pembalap lain yang mengemudi di belakangnya, tidak bisa melihat apa  pun. Bagaimana pun, melihat kejuaraan, sungguh hebat bahwa kami bisa mengejar hingga lima poin.”

Horner merespons pertanyaan soal kemungkinan ganti mesin keempat. “Anda selalu melihat semua peluang yang tersedia dan faktanya, Anda dapat menyalip trek ini,” katanya.

Minggu (29/8/2021), setelah melalui diskusi dengan FIA, Perez diizinkan memulai lomba tapi dari pitlane sebagai dampak insiden saat menuju grid. Akibatnya, suspensi depan rusak. Tim pun mengerahkan semua mekanik, termasuk yang biasa menukangi mobil Verstappen, untuk melakukan perbaikan secepat kilat.

“Itu pekerjaan besar karena melibatkan dua sisi suspensi dan steering column. Tapi, mekanik Max mau mengulurkan tangan, jadi itu merupakan kerja keras tim. Kerusakan lebih parah daripada yang didapat Max di Hungaria tahun lalu,” Horner mengungkapkan.

“Karena balapan belum resmi dimulai, kami kira masih bisa start dari pit lane. Kami telah melakukan itu, tapi arena tidak pernah dilepaskan. Semoga sedikit lebih kering di Zandvoort.”

The Safety Car Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

The Safety Car Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
F1 GP Belgia Tidak Ideal, Lewis Hamilton Berharap Uang Fans Dikembalikan

Artikel sebelumnya

F1 GP Belgia Tidak Ideal, Lewis Hamilton Berharap Uang Fans Dikembalikan

Artikel berikutnya

Buntut Kontroversi GP Belgia, F1 Kaji Perubahan Regulasi

Buntut Kontroversi GP Belgia, F1 Kaji Perubahan Regulasi
Muat komentar