Red Bull: Kami bisa hengkang dari F1

dibagikan
komentar
Red Bull: Kami bisa hengkang dari F1
Oleh: Matt Beer
20 Apr 2017 10.38

Konsultan Motorsport Red Bull, Helmut Marko, mendesak pimpinan F1 untuk segera memberikan solusi bagi produsen mesin independen pada tahun 2021. Jika tidak, ia mengaku masa depan Red Bull di F1 bisa berakhir.

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB13
Franz Tost, Scuderia Toro Rosso Team Principal, Dr Helmut Marko, Red Bull Motorsport Consultant
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB13
Max Verstappen, Red Bull Racing RB13, Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB13
Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso STR12
Williams F1 Cosworth engine
A Cosworth engineer looking at the Virgin car

Marko memperingatkan pemilik F1 yang baru, Liberty Media, untuk memberi kepastian soal opsi mesin non-manufaktur, agar Red Bull bisa tetap berkompetisi di ajang F1. Ia memberi tenggat waktu hingga akhir tahun ini.

Produsen minuman kalengan tersebut saat ini memiliki dua tim, Red Bull Racing dan Toro Rosso, yang keduanya menjadi tim kustomer mesin Renault.

"Tahun 2021, produsen mesin independen harus sudah bisa masuk ke F1," ucap Marko. "Ini sudah sangat diperlukan. Mesin harus simpel [untuk diproduksi], lebih bising, dan berharga tidak lebih dari 10 juta.

"Cukup banyak perusahaan yang bisa menyuplai mesin [dengan kriteria tersebut].

"Jadi kami berharap kepada pemilik F1 yang baru dan FIA untuk segera mencari solusi secepatnya pada akhir musim ini.

"Jika itu tidak terjadi, maka kami bisa hengkang dari F1."

Red Bull dan sembilan tim F1 lainnya yang saat ini berkompetisi di F1, telah menandatangani kontrak perjanjian hingga 2020. Red Bull sempat mendapat status tim pabrikan pada masa paling dominan mereka bersama Renault.

Namun karena masalah penurunan performa dan buruknya reliabilitas di awal era turbo hibrida membuat hubungan kerja sama antar keduanya terus memburuk.

Renault kemudian membeli Lotus untuk menghidupkan kembali program tim pabrikan mereka sendiri. Sementara Red Bull telah melakukan negosiasi dengan beberapa pabrikan mesin seperti Mercedes, Ferrari, dan Honda pada 2015 sebelum memutuskan kembali memakai mesin Renault, meski di bawah label TAG Heuer.

Semua mesin-mesin F1 saat ini diproduksi oleh pabrikan-pabrikan mobil sejak Marussia menghentikan kontrak mereka dengan Cosworth dan beralih ke Ferrari pada akhir tahun 2013, menjelang perubahan regulasi mesin.

Artikel Formula 1 berikutnya
Dinding 'Wall of Champions' alami perubahan untuk GP Kanada

Artikel sebelumnya

Dinding 'Wall of Champions' alami perubahan untuk GP Kanada

Next article

Kolom Vandoorne: Terus berjuang meski dalam situasi yang aneh

Kolom Vandoorne: Terus berjuang meski dalam situasi yang aneh

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Red Bull Racing
Penulis Matt Beer
Tipe artikel Breaking news