Red Bull Sempat Khawatir Schumacher Gagalkan Peluang Verstappen

Momen saat Mick Schumacher melaju di depan Max Verstappen rupanya membuat Team Principal Red Bull Racing, Christian Horner, dilanda kekhawatiran besar.

Red Bull Sempat Khawatir Schumacher Gagalkan Peluang Verstappen

Verstappen berada dalam tekanan jelang lap-lap akhir F1 GP Amerika Serikat akhir pekan lalu. Sang rival utama, Lewis Hamilton, tengah kuat mengejarnya, sampai kemudian pembalap Belanda itu menjumpai Schumacher.

Alih-alih segera menyingkir, rookie Haas tersebut malah tetap berada di racing line pada beberapa tikungan. Schumacher akhirnya memberi jalan bagi Verstappen di tikungan terakhir.

Horner mengatakan, saat-saat itu membuatnya khawatir bahwa Verstappen akan kalah dari Hamilton dan membuat pembalap Mercedes sini berada dalam jangkauan DRS untuk menyalip.

“Sangat sulit untuk mempertimbangkan strategi Anda sebagai backmarker (pembalap di barisan belakang),” ucap Horner.

“Kami kehilangan banyak waktu di belakang Yuki (Tsunoda) dan kemudian Mick Schumacher pada beberapa lap terakhir. Saya pikir itu akan membuat kami kehilangan kemenangan, karena dia menahan Max di seluruh sektor terakhir.

“Untungnya kami mengambil DRS pada lurusan start/finis yang setidaknya memberi Max sedikit ruang ke Tikungan 1. Namun, itu tentu saja menambah tekanan di pit wall.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, 1st position, takes victory to the delight of his team on the pit wall

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, 1st position, takes victory to the delight of his team on the pit wall

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Momen mengkhawatirkan dengan Schumacher terjadi setelah Red Bull melakukan strategi agresif saat memakaikan ban baru, ketika Verstappen pit stop di belakang Hamilton pada bagian awal balapan.

Horner mengungkapkan, keputusan Red Bull untuk melakukan undercut awal didorong karena kekhawatiran bahwa Verstappen bakal merusak ban belakangnya saat terjebak di belakang Hamilton.

“Saya pikir kami lebih cepat dengan medium dan Max bisa melihat Lewis banyak sliding,” kata Horner.

“Kami berada dalam bahaya overheating dan sedikit terjebak. Jadi, kami memutuskan untuk bertaruh dan mencari udara segar. Itu kemudian akan menempatkan kami di bawah tekanan di akhir balapan.

“Tidak terelakkan Mercedes akan melakukan long run. Tapi kami mampu menekan mereka untuk mengganti lebih awal pada stint pertama dengan memasukkan Checo (Sergio Perez).

“Tentu saja mereka kemudian memiliki kemampuan untuk melaju jauh di tengah, yang memberi mereka keunggulan ban delapan lap hingga akhir balapan.

“Tetapi Max tampil fantastis dalam mengelola degradasi dan memiliki cukup ban belakang tersisa untuk lima lap terakhir yang krusial ketika Lewis mendekat. Performa yang fenomenal darinya.”

Baca Juga:

Ditanya apakah kinerja Verstappen di Circuit of The Americas (COTA) sebagai yang terbaik, Horner menjawab: “Saya pikir demikian.

“Menurut saya, dia mengelola balapan dengan sangat baik. Jelas kami tidak start dengan baik, tetapi kami bisa kembali mendapatkan kemenangan.

“Itu adalah strategi agresif, kami melakukannya dan kami berhasil melalukannya. Jadi, saya kira kemenangan besar bagi kami di sirkuit yang jelas menguntungkan Lewis dan Mercedes sangat dominan dalam era hybrid.”

dibagikan
komentar
Mercedes Tak Bisa Imbangi Strategi Agresif Red Bull Racing
Artikel sebelumnya

Mercedes Tak Bisa Imbangi Strategi Agresif Red Bull Racing

Artikel berikutnya

Diisukan Bakal Pergi, Davide Brivio Diyakini Bertahan di F1

Diisukan Bakal Pergi, Davide Brivio Diyakini Bertahan di F1
Muat komentar