Red Bull-Mercedes Punya Peluang Sama Raih Gelar F1 2021

Prinsipal Red Bull Racing Christian Horner menyatakan sisa 7 putaran musim ini tidak akan ada sirkuit yang menguntungkan timnya atau Mercedes. Pendapat serupa juga diungkapkan CEO The Silver Arrows, Toto Wolff.

Red Bull-Mercedes Punya Peluang Sama Raih Gelar F1 2021

Setelah Grand Prix (GP) Rusia di Sochi, akhir pekan lalu, Formula 1 (F1) 2021 hanya menyisakan tujuh putaran hingga akhir musim ini. Dua kandidat kuat peraih gelar tahun ini, Lewis Hamilton serta Max Verstappen, saling mengejar ketertinggalan dengan hanya selisih dua poin.

Juara dunia F1 2020, Lewis Hamilton, kembali ke puncak klasemen setelah memenangi Grand Prix Rusia, di Sochi Autodrom yang di atas kertas lebih menguntungkan bagi Mercedes, sebagaimana di Sirkuit Monza.

Namun kecelakaan yang terjadi di chicane pertama Monza saat GP Italia dan hujan yang turun menjelang akhir balapan di Sochi mengacaukan semua prediksi dan Hamilton tidak mampu unggul jauh di klasemen saat melawan Verstappen.

Meski digeser oleh Hamilton dari puncak klasemen, Verstappen tetap menjaga asa meraih gelar setelah menyelesaikan balapan dengan sangat luar biasa di Sochi. Memulai race dari grid belakang, pembalap Belanda tersebut berhasil meraih podium kedua.

Baca Juga:

Dengan tujuh putaran tersisa, sekarang orang bertanya-tanya sirkuit mana yang akan menguntungkan Red Bull dan Mercedes. Namun Christian Horner pun buka suara terkait peluang timnya meraih gelar.

"Mercedes tentunya akan sangat kompetitif di Turki, juga mengingat kemenangan yang diperoleh tahun lalu. Kemudian kami akan pergi ke Austin dan saya pikir kami akan memainkannya di sana. Di Brasil dan Meksiko kami juga selalu kuat," ucap Horner.

"Kami tidak memiliki data terkait Qatar dan Jeddah. Kemudian kami akan menyelesaikan musim di Abu Dhabi. Kami dapat mengatakan bahwa saat ini peluang kemenangan antara kedua tim adalah 50:50," ia menambahkan.

Pendapat yang sama juga disampaikan Toto Wolff. Bos Mercedes tersebut menunjukkan bahwa untuk tujuh balapan tersisa di musim ini, tidak mungkin untuk memprediksi mana dari dua tim yang akan memiliki keuntungan.

"Saya berhenti menunjukkan apakah sebuah sirkuit menguntungkan bagi kami berdasarkan keberhasilan di masa lalu karena semuanya telah berubah dengan adanya peraturan baru," tutur Wolff.

Max Verstappen, Red Bull Racing, runner-up, disemprot Champagne oleh Lewis Hamilton, Mercedes, pemenang F1 GP Rusia, di atas podium

Max Verstappen, Red Bull Racing, runner-up, disemprot Champagne oleh Lewis Hamilton, Mercedes, pemenang F1 GP Rusia, di atas podium

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

"Kami yakin bahwa di Monza dan Sochi kami akan mendapat keuntungan, tetapi kenyataannya selisih poin setelah dua putaran ini sangat minimal. Saya ragu akan ada perbedaan substansial antara kedua tim dalam beberapa balapan berikutnya. Keduanya akan terus melakukan pekerjaan sebaik mungkin,"

"Saya tidak berpikir bahwa baik tim maupun pembalap tidak dapat merasa aman dalam situasi seperti saat ini karena tidak ada selisih poin yang begitu besar di klasemen," katanya.

Setelah hasil yang diraih di Sochi, Lewis Hamilton saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan 246,5 poin.

Sementara itu, Verstappen menempel ketat di bawahnya dengan 244,5 poin. Untuk klasemen konstruktor, The Silver Arrow unggul 33 angka dari Red Bull, dengan total 397,5 poin. Red Bull berada di peringkat kedua dengan raihan 364,5 poin.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Race Engineer Turut Andil Tentukan Hasil Balapan F1 GP Rusia

Artikel sebelumnya

Race Engineer Turut Andil Tentukan Hasil Balapan F1 GP Rusia

Artikel berikutnya

Perubahan Struktur Jadi Kunci Kebangkitan Williams

Perubahan Struktur Jadi Kunci Kebangkitan Williams
Muat komentar