Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Horner Akui Red Bull Mulai Terimbas Sanksi Pelanggaran Cost Cap

Prinsipal Red Bull F1, Christian Horner, memastikan bahwa pembatasan penggunaan terowongan angin sebagai hukuman karena melebihi batas biaya 2021 telah memberikan dampak nyata pada mereka.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, 1st position, passes the Red Bull pit wall as he takes victory

Setelah studi keuangan yang panjang dan cermat terhadap keuangan tim pada Formula 1 2021, FIA mengonfirmasi bahwa Red Bull telah melakukan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi.

Tim Austria melebihi batas anggaran, yang diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun itu. Mereka didenda 7 juta dolar AS (sekira Rp104,4 miliar) dan pembatasan penggunaan terowongan angin 10 persen lebih sedikit pada 2023 .

Di tengah periode musim dingin, di mana tim bekerja secara maksimal pada mobil yang akan mereka gunakan untuk berkompetisi pada balapan berikutnya, tampaknya juara konstruktror F1 2023 telah melihat seberapa besar penalti aerodinamis ini merugikan mereka.

Horner mengatakan bahwa mereka sudah mencoba untuk mengatasi pembatasan tersebut.

"Kami telah kehilangan 25 persen dari waktu yang kami inginkan karena penalti tersebut, dan itu jelas berdampak," katanya kepada RACER.

"Ini sangat membatasi jumlah tes yang bisa kami lakukan di terowongan angin. Sebagai sebuah tim, kami harus beradaptasi dengan hal tersebut. Saya pikir itu berarti kami harus sedikit lebih fokus, kami harus berpikir lebih banyak tentang apa yang kami lakukan di terowongan angin dan sebagainya.

Baca Juga:

“Ini tentu saja merupakan kendala yang cukup besar. Namun, tim kami mampu menemukan cara terbaik untuk menghadapinya dan terus maju.”

Meskipun pembatasan aerodinamis ini merupakan konsekuensi langsung dari batas anggaran yang mulai berlaku pada 2021 dan diturunkan sedikit lebih rendah setiap tahun, Horner meyakinkan bahwa dia adalah pendukung peraturan keuangan baru Formula 1 .

"Ini mendorong efisiensi. Empat atau lima tahun yang lalu, di akhir musim kami memiliki banyak suku cadang sisa yang tidak kami gunakan atau tidak akan kami gunakan lagi, jadi sebagian besar berakhir di tempat sampah. Sekarang kami tidak mampu membelinya. Kedengarannya bagus bagi saya bahwa sekarang limbah ini dapat dihindari.

"Namun, peraturan baru ini masih sangat muda, bisa dibilang masih dalam tahap pengembangan. Beberapa bagian masih perlu disempurnakan. Misalnya, masih ada beberapa inkonsistensi dalam peraturan, departemen sasis dapat menikmati minuman Natal, tetapi yang memiliki power unit, tidak!" canda Horner.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pemenang Dua Balapan F1 Jean-Pierre Jabouille Meninggal
Artikel berikutnya Peluncuran Mobil F1, Tim Hadapi Perubahan Desain

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia