Red Bull Pilih Nama RB18 untuk Mobil F1 2022

Red Bull Racing sudah melempar kode terkait kendaraan baru mereka untuk F1 2022. Tim yang mengantarkan Max Verstappen sebagai juara dunia itu akan menamai mobilnya RB18. Apakah ini ada hubungannya dengan takhayul?

Red Bull Pilih Nama RB18 untuk Mobil F1 2022

Pandemi Covid-19 membuat penerapan regulasi teknik baru diundur ke musim 2022. Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan tim sepakat menggunakan mobil dengan spesifikasi 2020 untuk tahun lalu.

Menyusul pembatasan ubahan pada F1 2021, skuad yang bermarkas di Milton Keynes hanya melakukan beberapa pembaruan sasis RB16 dan menamainya dengan RB16B, yang ditanam mesin Honda RA621H versi 2022.

Ternyata, mobil tersebut mampu menghambat Mercedes, yang dominan sejak era hibrida turbo dan membawa Verstappen ke takhta juara.

Red Bull tak banyak memoles RB16B karena lebih fokus pada pembuatan mobil 2022. Menariknya, namanya bukan RB17 melainkan RB18.

Mungkin saja angka 17 dilewati karena di beberapa negara Eropa, 17 justru dianggap angka sial. Jules Bianchi, pemilik nomor 17, mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.

Die Roten Bullen merilis sedikit gambar di mana terdapat sorotan merah pada garis gelap sayap belakang dengan dua profil yang ditandai dengan lekuk dan tak bersudut.

Regulasi teknis 2022 menghindari diskontinuitas dari sisi bentuk yang dapat menjadi generator pusaran, bisa mengotori slipstream.

Baca Juga:

Studi dilakukan untuk membuat single-seater baru supaya mampu bertahan dalam slipstream tanpa kehilangan beban menjadi kurang efektif. Itu membuka pertempuran lebih ketat dan terjadi banyak aksi salip-menyalip.

Red Bull berusaha merahasiakan kapan bakal menunjukkan mobil terbaru ke hadapan publik. Mereka masih membatasi pendaftaran penggemar dalam acara khusus yang digelar secara daring.

Para fan akan punya kesempatan menghadiri peluncuran dari depan layar komputer di rumah masing-masing.

Red Bull EB18 pasti akan menjadi salah satu single-seater yang paling dinantikan. Publik ingin melihat bagaimana kejeniusan sang maestro desain, Adrian Newey, dalam menafsirkan aturan baru terutama dalam aerodinamika.

dibagikan
komentar
John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi
Artikel sebelumnya

John Watson: Sulit bagi Michael Masi Mempertahankan Posisi

Artikel berikutnya

Zak Brown Sebut F1 2021 Musim Tersukses McLaren

Zak Brown Sebut F1 2021 Musim Tersukses McLaren
Muat komentar